Video Pribadi Dengan Pasangan; Yay or Nay?

by: - Thursday, February 7th, 2013 at 4:00 pm

In: Sex & Relationship 5 responses

0 share

Hubungan seks memang nggak ubahnya seperti menu makanan. Perlu variasi dan terus dihangatkan. Kalau nggak, ya, tentunya jadi basi.

Mommies, setuju nggak, sih, dengan kalimat di atas? Jujur saja, kalau saya sangat setuju. Apalagi bagi pasangan yang sudah terikat dalam hubungan pernikahan dalam waktu yang lama. Rasa-rasanya, kejenuhan dalam hubungan intim dengan suami sangat lumrah dirasakan. Untuk menyiasatinya, tentu diperlukan variasi. Benar, kan?

Jujur, nih, berkaitan dengan persoalan yang menyangkut seks, baik dalam mencari variasi baru ataupun mengatasi kejenuhan seks, selain dari berbagai buku dan informasi tips yang dengan mudahnya bisa ditemukan lewat internet, saya juga kerap mendapatkannya dari para sahabat.

Ya, kalau saat sedang kumpul dengan mereka, urusan ranjang menjadi topik seru yang sering tidak terlewatkan, hahaha… Buat saya, informasi dari mereka bahkan lebih akurat dibandingkan dengan lainnya. Gimana nggak, informasinya langsung saya dapat dari pelakunya sendiri.

Nah, belum lama saya dan beberapa sahabat  berkumpul dan mulai bercerita soal  ‘aktivitas ranjang’ ini. Salah salah satu topik yang paling sering kami bahas saat kumpul selain masalah perkembangan si kecil.

Dari obrolan yang semula santai, tiba-tiba aja topik pembicaraan kami ‘memanas’ dan mengarah pada kasus video seks yang beberapa waktu lalu pemberitaannya sangat heboh. Itu, loooh, yang pelakunya pelakunya artis ternama dan banyak digandrungi wanita! Termasuk saya :)

Salah satu teman saya ada yang bercerita,  salah satu rekan kerjanya ternyata kerap membuat video seks dengan pasangannya. What? Membuat video seks dengan pasangan sendiri?

Duh, meskipun membuat video seksnya dengan pasangan yang sudah sah menjadi suami, kok, rasanya gimana gitu ya? Tapi ternyata, teman saya justru punya pikiran lain. “Eh, seru tuh kalau bikin video seks sendiri sama pasangan. Bisa buat kenang-kenangan”, serunya sambil tertawa.

Kami yang mendengarnya pun memberikan berbagai respon. Ada yang mengiyakan dan ada yang bilang kalau itu cuma ide gila. Nah, bagaimana dengan Mommies sendiri? Setuju nggak sih kalau membuat video seks bisa dijadikan salah satu variasi seks?

Karena penasaran dan biar nggak salah, saya pun akhirnya bertanya dengan satu androlog yang bermukim di Bali, dr. Oka Negara. Lewat obrolan kami melalui e-mail, dr. Oka menjelaskan bahwa sebenarnya membuat video seks bisa dijadikan salah satu variasi seks. Bahkan katanya, mendokumentasikan keintiman pasangan suami istri ini sudah dilakukan berabad-abad lamanya, lho!

Memang, waktu itu masih belum dalam format video, hanya lewat lukisan atau gambar tangan, bahkan beberapa mendokumentasikannya lewat seni pahat, seni patung dan lainnya.

“Kenapa sekarang menjadi marak kemunculan video seks, karena sangat didukung oleh fasilitas. Membuat video pribadi, sekarang sangat mudah, semua orang bisa melakukannya. Intinya adalah pasangan suami istri ingin mendokumentasikan kemesraannya dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Nah, salah satu alasan mengapa ada pasangan yang ingin merekam keintiman mereka adalah sebagai bentuk variasi seks. Hal ini dikarenakan membuat video seks memberikan pengalaman seru yang mampu memompa adrenalin.

Ia juga menjelaskan, mengingat manusia merupakan makhluk seksual, yang artinya secara alamiah akan mengalami sebuah siklus kebersamaan adanya kematangan seksual, membuat rekaman video seks dengan pasangan memang bisa jadi variasi seks.

Tapi, katanya, wajar tidaknya tergantung dari tujuannya apa membuat video seks tersebut. Yang masih dianggap wajar adalah bila membuatnya sekali dua kali saja, demi kepentingan untuk dinikmati pribadi, berdua saja, sehingga  bisa dijadikan variasi dalam kehidupan seksual. Jadi, bukan untuk diperjual belikan atau disebar luaskan, lho!

Pengajar andrologi dan seksologi dari Universitas Udayana ini kembali menegaskan, ketika ada pasangan suami istri ingin menambah referensi dan variasi hubungan seksualnya agar bisa lebih variatif dengan cara membuat tayangan adegan seksual mereka sendiri, dan untuk ditonton bersama, hal tersebut sangat wajar dilakukan.

Wah, wah, wah… membaca penjelasan dr. Oka Negara akhirnya membuat saya jadi senyum-senyum sendiri. Jujur saja sih, saya jadi penasaran bagaimana rasanya membuat video seks bersama suami. Karena sampai saat ini meskipun hanya untuk koleksi pribadi, saya belum punya nyali besar untuk membuatnya. Bagaimana dengan Mommies yang lain?

 

 

 

Share this story:

Recommended for you:

5 thoughts on “Video Pribadi Dengan Pasangan; Yay or Nay?

  1. susah darlll..tau kasus terakhir yang diperjualbelikan?pikiran masyarakat qt kan masih awam banget hal bgt an.Paling ada bbrp tips dlm membuat vidseks dgn pasangan,menunjuk ke organ intim khususnya tnpa memperlihatkan wajah atau ciri2 yang gampang dikenali,tips lainnya gunakan sandi yang gaak bisa kebaca oleh orang lain,gunain memori ponsel,bukan memori card jd klo di bajak seseorang otomatis semua terhapus,yah kalo mau aman lagi sie abis beradegan dan ditonton (buat diinget di memori otak) apus lagi dee..ha ha..anggap aja kaset bajakan sekali tonton

Leave a Reply