7 Tanda Pernikahan ‘Sekarat’

Apabila tidak segara diselamatkan, masalah sepele pun bisa menghancurkan rumah tangga.

“Duh… nggak tahu kenapa, gue kok, sudah nggak turn on ya, kalau ‘dicolek’ suami. Hubungan rasanya sudah kian hambar.”

“Sekarang, mah, boro-boro deh suami inget peluk atau cium ketika mau berangkat kerja. Bahkan, sering kali, dengan gampangnya dia lupa kasih kabar kalau ada tuga ke luar kota.”

pernikahan

Kebayang, nggak kalau kita yang berada dalam situasi yang sempat dikeluhkan ke dua teman saya ini? Kesal, marah atau malah justru cuek?

Sebenarnya apa yang dikeluhkan kedua teman saya ini terbilang sepele. Tapi, hal yang dianggap kecil dan akhirnya dilupakan seperti ini justru bisa memancing meledaknya bom waktu dalam pernikahan. Kalau saya, sih, sampai sekarang sangat percaya kalau jancurnya pernikahan tidak selalu disebabkan oleh perselingkuhan, KDR ataupun masalah keuangan.

Oleh karena itu, sebelum terjadi, perhatikan tanda-tanda pernikahan sedang sekarat.

Berhenti menggenggam tangan

Masih ingat, dong, zaman pacaran seperti apa? Menggenggam tangan menjadi salah satu bentuk bumbu dalam hubungan. Nah, hal ini juga sebenarnya perlu dpelihara. Apabila sedang jalan bersama pasangan, namun sudah tak ada lagi genggaman tangan, tidak ada lagi kontak mata, bahkan berjalan sendiri-sendiri, kondisi seperti ini tentu saja perlu diperbaiki.

Gampang meninggalkan

Katanya, sih, ketika sedang merasa jatuh cinta, tentu kita ingin terus berdekatan dengan pasangan. Bahkan rasanya, nggak akan sanggup untuk menjalani hubungan LDR. Tapi ketika Anda membirkan dia pergi tanpa rasa peduli, tidak ada rasa khawatir, segeralah berbenah.

Gairah ciuman hilang

Nah, sebenarnya tanda ini sudah cukup jelas, ya, kalau memang kondisi pernikahan  kurang harmonus. Boro-boro untuk mengiyakan apabila pasangan meminta Anda bergaya yang aneh di ranjang, lah wong gairah untuk ciuman saja sudah lenyap di telan bumi.

Menghindar pergi bersama

Ketika masih pacaran, atau baru jadi pengantin baru, pasti bawaannya mau nempel terus ke suami. Hahahaha. Iya nggak, sih? Mau belanja bulan, atau bahkan sekedar cari roti pun inginnya berdua. Tapi jika tidak dipelihara dengan baik,  masa romantis seperti ini hilang begitu Anda lebih nyaman untuk sendiri. Oleh karena itulah, nggak sedikit pasangan yang kencan atau memilih melakukan aktifitas bersama untuk mendapatkan waktu yang berkualitas.

Kata ‘diskusi’ menjadi sahabat

Konon, musuh cinta adalah “diskusi”. Ketika perasaan cinta lenyap, tidak sedikit pasnagan yang akan memilih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri-sendiri.

Tidak ada curi-curi pandang

Seberapa sering kita memerhatikan wajah pasangan? Ketika ia sedang terlelap, atau bahkan sedang melakukan aktivitas lainnya. Ternyata, cinta sekarat bisa ditandai ketika kita menganggap menatap pasangan tak lagi penting.

Cinta dingin

Selain mahluk sosial, manusia adalah mahluk seksual. Nggak mengherankan kalau bubungan seksual merupakan salah satu kunci agar hubungan tetap berjalan harmonis.  Hubungan mulai sekarat bisa ditandai ketika kita merasa lebih nyaman membiarkan ada celah di tempat tidur saat bersamanya. Dingin di ranjang itu ternyata bisa berbahaya buat pernikahan.

Bagaimana, Mommies? Mudah-mudahan beberapa tanda di atas tidak sampai kita alami, ya. Tanpa disadari, hal-hal sederhana yang terihat kecil perlu tetap dilakukan dalam rangka memelihara cinta pada pasangan.  Seperti sebuah pepatah yang bilang, “A successful marriage requires falling in love may time, always with the same person.”

 

*Artikel ini merupakan hasil agregasi Mommies Daily dengan Okezone.com

 


Post Comment