Bercinta Setelah Bertengkar, Kenapa Tidak?

Menjalani biduk rumah tangga, pertengkaran pasti sering kita temui. Bahkan, bisa dibilang jadi hal yang lumrah. Uniknya, tidak sedikit pasangan yang menganggap bahwa pertengkaran merupakan salah satu rangsangan seksual. Benarkah?

his-and-hers_things-you-never-knew-orgasms

Yakin, deh, semua pasangan yang baru saja memasuki gerbang pernikahan pasti punya doa yang sama,  menikah untuk bahagia . Benar kan? Tapi, kenyataan dan keinginan tentu tidak selamanya berbanding lurus.  Di tengah jalan, nggak sedikit pasangan yang akhirnya menyerah.  Lupa dengan janji dan keinginannya dulu di awal pernikahan kemudian dengan mudah memutuskan untuk bercerai. Alasannya memang bisa beragam, salah satunya adalah masalah perselingkuhan.

Bisa tetap mesra dengan pasangan sepanjang waktu memang bukan perkara yang mudah. Maklumlah,  dalam perjalanannya kita sering menemukan beragam pemicu pertengkaran rumah tangga. Tapi saya sendiri percaya, jika kita mampu mencegah meledaknya bom waktu dalam pernikahan, fase pernikahan bisa dilalui dengan baik.

Uniknya , nih, tidak sedikit pasangan yang mengatakan kalau pertengkaran dalam rumah tangga bisa dijadikan salah satu bumbu pernikahan. Bahkan bisa membuat urusan ‘mesra-mesraan’ jadi tambah lengket.  Konon, seks merupakan jawaban untuk mencairkan kembali suasana sekaligus meningkatkan ikatan hubungan setelah pertengkaran terjadi.

Beberapa kawan dekat saya pernah ada yang curhat, mereka bilang ketika sedang bertengkar dengan pasangannya, tidak jarang sang suami justru ‘memancing’ dan mendekati. “Kesel nggak, sih, orang gue lagi emosi habis bertengkar, eh, suami malah kasih ‘kode’. Rasanya pengen banget bilang, ‘Hey, not this time!”.

Sementara kawan saya yang lain justru beranggapan justru pertengkaran justru bisa jadi salah satu bentuk rangsangan seksual. Katanya, “Ya, habis gimana, kami kan masih tinggal di rumah orangtua, jadi kalau berselisih paham nggak bisa ngomong dengan cara yang meledak-meledak. Justru suaranya rendah dan kami harus berdekatan. Mencium wangi aroma tubuhnya kadang bikin gue mudah turn on.”

Hahahaha, ada-ada saja, ya. Kalau saya, sih, kalau sedang bertengkar dengan suami seringnya jadi malas ‘dicolek’. Tapi, saya sendiri penasaran mengapa tidak sedikit pasangan yang justru menganggap kalau pertengkaran bisa diselesaikan di atas ranjang. Saya pun akhirnya sempat bertanya kepada Mbak Nina Teguh, psikolog anak dan keluarga ini memang membenarkan hal ini. Namun memang kondisinya tidak bisa dipukul rata. Maksudnya, tidak semua pasangan memiliki pandangan yang sama.

Kondisi ini  rupanya dipicu adrenalin yang masih mengalir. Biasanya, setelah bertengkar hebat, adrenalin masih mengalir karena perasaan emosi yang meluap-luap. Pasangan yang bisa ‘turn on’ adalah mereka yang bisa memanfaatkan adrenalin ini. Hal inilah yang akhirnya berdampak meningkatnya hasrat seksual.

Sebuah studi yang dilakukan American Psychological Association mengungkapkan bahwa meskipun perempuan lebih lama menyimpan amarahnya ketimbang laki-laki, Namun semua amarah tersebut bisa hilang begitu saja dengan cara melakukan hubungan seks. Lagipula, dalam kalau ditinjau dari segi kesehatan, melakukan hubungan seksual juga banyak manfaatnya.

Ada yang ingin mencoba merima ‘tawaran damai’ dari suami lewat aktivitas mesra-mesraan? Baca beberapa kiatnya di laman berikut, ya.


6 Comments - Write a Comment

Post Comment