Keluarga Siaga Bencana: Safety Steps Menghadapi Gempa, Kebakaran dan Banjir

Setelah siap menjadi Keluarga Siaga Bencana di artikel ini,  sekarang saatnya membahas tentang cara untuk menyiapkan keluarga menghadapi bencana.

Pada artikel Keluarga Siaga Bencana sebelumnya, saya membahas soal cara untuk menyiapkan keluarga menghadapi bencana. Salah satu hal penting yang tidak boleh terlewat adalah memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan (safety steps) saat terjadi bencana supaya tetap aman dan selamat. Di sini, saya akan membahas safety steps yang bisa diajarkan kepada anak apabila terjadi gempa, kebakaran, dan banjir.

family-safety

*Gambar dari sini

Gempa

“Apa, sih, gempa itu?” Begitu anak saya bertanya. Mommies bisa menjelaskan dengan singkat bahwa gempa adalah situasi di mana permukaan bumi tiba-tiba berguncang atau bergulung. Gempa terjadi di sepanjang retakan permukaan bumi, dan bisa terasa di area yang luas meskipun biasanya berlangsung tidak lebih dari satu menit. Gempa tidak bisa diramalkan kapan terjadinya- meskipun para ilmuwan kini sedang mengusahakannya.

earthquakes

*Gambar dari sini

Sebelum gempa:

  • Siapkan emergency kit.
  • Ingat cara komunikasi dengan anggota keluarga yang lain.
  • Ketahui titik-titik aman di setiap ruangan, seperti di bawah meja yang kokoh atau bersandar di dinding bagian pembatas.
  • Ajak keluarga berlatih menghadapi gempa – berlutut (drop), berlindung (cover), dan berpegang (hold on)!

Selama terjadi gempa:
Jika sedang di dalam ruangan:

  • DROP – berlutut sebelum guncangan gempa membuat kita terjatuh. Dengan begini, kita juga bisa merangkak jika diperlukan.
  • COVER – lindungi kepala, leher, dan seluruh tubuh jika mungkin, di bawah meja atau furniture yang kokoh. Jika tidak ada tempat berlindung, tutupi wajah dan kepala dengan lengan lalu meringkuk dekat dinding pembatas (atau furniture yang tidak akan jatuh menimpa kita).
  • HOLD ON – berpegang pada tempat pelindung atau kepala dan leher sampai guncangan berhenti.
  • Jauhi jendela, kaca, lampu gantung, atau furniture yang bisa jatuh seperti rak buku.
  • Tetap berada di dalam.
  • Jangan gunakan lift!

Jika sedang di luar ruangan:

  • Tetaplah di situ.
  • Jauhi gedung-gedung, lampu jalan, dan kabel-kabel.
  • Tetap berada di ruangan terbuka sampai guncangan berhenti. Gedung bisa runtuh dan melukai kita.

Jika terperangkap di bawah reruntuhan:

  • Tutupi mulut dengan baju.
  • Jangan berteriak – debu bisa masuk ke saluran napas.
  • Ketuk-ketuk pipa atau dinding agar tim penyelamat dapat menemukan Anda.

Sesudah gempa:

  • Guncangan setelah gempa mungkin terjadi (aftershocks). Biasanya tidak sekencang gempa awal tapi tetap bisa menimbulkan kerusakan.
  • Buka laci atau rak-rak dengan hati-hati karena bisa saja ada barang yang menimpa kita.
  • Gunakan celana dan atasan berlengan panjang, serta sepatu untuk melindungi kulit dari benda-benda.
  • Kirim SMS alih-alih menelpon, sehingga kita tidak memenuhi jalur panggilan telepon yang perlu dipakai para penyelamat. SMS juga lebih efektif jika ada saluran telepon yang rusak

Apa yang harus dilakukan saat kebakaran dan banjir?


Post Comment