Waspada Anak Hilang

Masih inget ga cerita Alma, anak kecil yang hilang ditengah keramaian Monas? Waktu beritanya beredar di social media saya langsung merinding dan sedih. Terbayang seperti apa perasaan ibunya, sedih, panik, khawatir, duh kalau saya membayangkan saja rasanya nggak sanggup. Untunglah akhirnya Alma ditemukan setelah 6 hari hilang, Alhamdulillah dalam keadaan sehat. Sebagai seorang ibu, saya ikut merasa lega dan haru.

Selang beberapa hari kemudian, kembali beredar lagi cerita anak hilang di social media. Kali ini anak batita yang hilang saat bermain di playground Mal XYZ. Deg! Jantung saya langsung seperti berhenti. Itu playground dan mal yang sering kita kunjungi. Lebih kaget lagi karena anak yang hilang tersebut cuma lepas dari pengawasan ibunya selama beberapa puluh detik saja! Lalu hilang di tengah keramaian orang. Untunglah setelah beberapa jam anak tersebut ditemukan karena pamannya melihat ada seorang wanita paruh baya yang menggendong batita yang kebetulan sepatunya mirip sama sepatu keponakannya. Ya, anak tersebut dalam keadaan tidak sadar, kemungkinan dibius, dan wajahnya ditutupi oleh topi. Wanita paruh baya itu secara penampilan juga sama sekali tidak seperti penculik. Kalau tidak ditemukan entah apa rencananya terhadap anak itu.

*gambar dari sini

Saya sendiri pernah kehilangan anak di tengah keramaian mal selama beberapa menit. Waktu itu saya dan suami memang lengah, Zahra yang masih berumur 2 tahun waktu itu memang lagi hobi sekali lari ke sana ke mari. Jangan ditanya bagaimana perasaan saya waktu itu, rasanya saya nyaris pingsan. Saya sangat bersyukur beberapa menit kemudian suami menemukan anak kami. Lumayan jauh dari tempat kami berdiri. Zahra nangis berurai air mata, saya peluk dia dan saya bertekad untuk menjadikan pengalaman pertama ini jadi pelajaran untuk saya, suami dan tentunya Zahra.

Beberapa hal yang saya lakukan adalah :

  1. Main petak umpet Saya ngga tau ini tindakan benar atau tidak tapi efeknya lumayan efektif buat Zahra. Kadang kita lelah mengejar si anak 2 tahun yang lari ke sana ke mari, diberi tahu untuk tidak jauh-jauh dari Mama juga nggak mempan. Akhirnya saya coba kiat tante saya untuk sekalian main petak umpet ama anak di mal. Ya, saya sengaja sembunyi saat Zahra berlarian ke sana ke mari, tapi saya tetap ngintip mengawasi dia. Saat tau Mamanya hilang, Zahra mulai mencari-cari saya, saya tetap sembunyi sambil mengawasi. Lalu dia mulai menangis, dia bertanya pada petugas mal di mana Mamanya, saat itu saya baru muncul. Saya lakukan main petak umpet ini sampai 2-3 kali, sampai Zahra benar-benar nangis dan kapok. Baru setelah itu, tiap dia melangkah menjauh dia selalu nengok ke saya, memastikan dirinya sendiri nggak hilang.
  2. Mengajarkan nama lengkap orangtua dan meminta bantuan petugasBeritahu nama lengkap orangtuanya pada anak, dan ajarkan untuk meminta bantuan. Sehingga apabila sewaktu-waktu dia tersesat, dia bisa menghubungi petugas untuk membantu mengumumkan kehilangan di pusat informasi. Berdasarkan pengalaman, Zahra sudah bisa menghafal nama lengkap saya saat berumur 3 tahun.
  3. Ajak ngobrol anak dan biarkan terlibat dalam kegiatan kita.Ini salah satu strategi saya juga untuk membuat dia sibuk dan fokus, saya ajak ngobrol dan terlibat dalam berbelanja. Saya tanya “baju ini bagus ga?”, “Wah mending beli warna merah atau biru ya?”, “Eh yang ini lucu ya”. Nanti lama kelamaan si anak yang narik mamanya bilang “Mama ini lucu ya”, “Baju ini bagus ya”, “Mending yang ini atau yang ini Ma?”. Nah selain anak terawasi jadi sekalian dapet shopping partner, kan.
  4. Kerjasama dengan pasanganAwasi anak secara bergantian, dan konfirmasi ulang. Misalnya “Jadi Zahra sama Papa ya, soalnya Mama mau ke toilet”. Jangan sampai kejadian kesalahan komunikasi seperti “Loh kirain tadi Zahra sama Mama”. Wah bisa gawat!
  5. Selalu gandeng tangan anakBiasakan untuk selalu menggandeng tangan anak, atau ajarkan agar anak selalu memegang baju atau tas kita.

Saat ini Zahra berumur hampir 5 tahun dan Alhamdulillah nggak kejadian lagi dia hilang. Semoga kiat-kiat di atas bisa membantu ya, dan semoga anak-anak kita selalu dilindungi. Kalau ada kiat lain boleh, lho, sharing di sini, Mommies.. Akan sangat membantu supaya kita lebih waspada agar anak tidak hilang di keramaian.


6 Comments - Write a Comment

  1. Aduh, gue kalo udh namanya ke mal parno banget deh. Makanya Langit sampe sekarang ini kalo jalan ke mal masih gue gandeng. Untungnya dia emang biasa begitu, kecuali kalo dia pas lagi ada teman seumuran nah baru deh lari2an.. itu juga ga bisa lebih dari semeter. I know, i am a parno mom. Gue cuma nggak mau nyesel belakangan :D

    Oiya, selain masalah penculikan, gue juga parno di mal karena pernah lihat anak kecil jatuh dari lantai atas mal sekitar 10 tahun yg lalu. Asli parno, apalagi setelah punya anak, makiiiin aja…

  2. aduh baca ini jadi inget PSA bikinan negara tetangga. yang ini https://www.youtube.com/watch?v=Bx_aj3kG_T4
    apalagi copynya menohok banget “a moment of regret…a lifetime of regret” *amit2 jangan sampe ngalamn*

    Sachi selama ini sih masih suka digendong/gandeng sama gw atau ayahnya…cuma emang sejak baca berita tentang anak hilang dimana-mana jadi kepikiran buat nerapin briefing sebelum pergi ke tempat umum. Setuju sama nenglita mending agak parno daripada nyesel belakangan. :D

  3. Amiecumi videonya gak bisa di buka, ketemu sih yg ini kan ya One second of neglect. A lifetime of regret.
    Buuu,, jenasah anak yg diangkat dari air itu bikin merindiiing. Banyak di jogja sini kejadian anak nggak pulang selepas maghrib nggak tahunya kecebur di empang. :'(..
    MIL pun punya memori ttg saudaranya yg tenggelam di kolam sementara dia kecil hanya bisa menangis menyaksikannya. Jadi, kami berhati hati sekali urusan air ini, pun di ember mandi.
    Setuju cara petak umpet ‘mengintip’ kalau di area yg lepas, kalau di area baju, walah bahaya juga mereka bisa ngilang beneran di antara gantungan display baju.

  4. amiiiieee, nonton link youtubenya bikin deg2an dulu pas Athar umur 2tahun juga pernah ilang di hypermart, nyari2 keliling pas ketemu anaknya malah main sembunyi2an sambil ketawa – ketawa. sekarang kalo lagi belaja di hypermart mending taro di kereta belanja daripada dia lelarian takut nyelip lagi :(

  5. Pernah juga kehilangan Maika yang sepertinya cuman 3-5 menit, tapi rasanya lama banget, saking paniknya! Waktu itu hilang di Supermarket yang untungnya tidak terlalu besar. Biasanya Maika ikutin gue, nah sembari nunggu gue pilih barang-barang, Maika nyanyi2 sebelah gue. Gak lama gue gak denger suara Maika, langsung gue teriak2 panggil Maika. Eh tau-tau dateng dari ujung lain dituntun satpam lagi nangis… Huhuhuhuhu.. stress banget deh!
    Ternyata Maika nyanyi2 sambil nari pindah ke lorong sebelah pas gue pilih barang, abis itu, dia hilang arah balik lagi, lari-larilah dia cari gue dan nangis. Jangan sampai terulangggg…

    Jadi bener deh saran di artikel ini untuk diikuti.

Post Comment