Berbagi Cerita di Balik Noda

Kadang, saat melihat Bumi main kotor-kotoran, saya sering spontan bilang, “Bumi, jangan main-kotor-kotoran, dong,” atau kalimat serupa lainnya. Saya, sih,  sebenarnya sadar, kalau bermain kotor-kotoran nggak selamanya berakibat buruk. Malah, banyak hal positif yang bisa dipetik.

Untungnya saja, saya bukan tipe ibu-ibu yang selalu higienis, dan berharap anaknya jauh dari yang namanya kotor-kotoran. Ada saatnya saya membiarkan Bumi bereksplorasi mengenal lingkungan sehingga ia bisa leluasa bermain-main dan mengekspresikan kreativitasnya. Meski begitu, tentu masih tetap dalam pengawasan saya.

Selain main bola di luar rumah, belakangan ini, Bumi juga senang bermain-main dengan cat air. Berbeda dengan Sazki, yang memberikan Menik cat khusus anak-anak, saya hanya memberikan cat air biasa yang biasa digunakan untuk anak-anak yang sudah duduk di bangku TK.

Sejak kecil, bahkan sebelum berusia 1 tahun, Bumi memang sudah pintar memegang alat tulis dan mulai mencoret-coret di atas kertas. Sampai-sampai akinya, ayah saya, sering berkomentar, “Wah, Bumi sudah pintar, ya, belajar nulis. Mungkin karena bapak dan ibu-nya jurnalis, ya.” Mendengarnya saya pun hanya bisa tersenyum, karena saya nggak tahu apakah ada hal ini ada relevansi dengan profesi saya dan suami, hihihi ….

Nah, kalau sudah asik dengan kegiatan corat-coretnya ini, baju dan celana Bumi pun jadi kotornya minta ampun. Tapi, ya, sudahlah, ya. Toh, aktivitas ini sangat baik untuk melatih motorik halusnya. Saya juga pernah membaca di salah satu majalah ibu dan anak bahwa menggambar banyak manfaat yang bisa diperoleh karena paling tidak saat menggambar anak bisa melakukan empat gerakan kecerdasan.

Cerdas gerak karena melatih gerakan tangan saat membuat gambar, cerdas diri karena dengan menggambar si kecil bisa bereksplorasi dengan imajinasinya, cerdas bahasa karena mereka bisa mengungkapkan apa yang ingin mereka ceritakan melalui gambarnya, dan yang terakhir si kecil juga akan mendapatkan kecerdasan gambar karena mereka bisa membuat beragam bentuk yang mereka gambarkan.

Setelah mengetahui betapa banyaknya manfaat yang bisa didapatkan, saya pun nggak ragu-ragu kalau Bumi jadi kotor dan pakaiannya penuh noda. Nah, bagaimana dengan Mommies yang lain? Jika Mommies mempunyai cerita yang menarik yang berkaitan dengan cerita di balik noda si kecil, Rinso membuka peluang besar untuk memasukan cerita Mommies ke dalam buku Cerita di Balik Noda 2. Selain itu, ada total hadiah 100 juta rupiah dan kesempatan cerita Mommies akan dijadikan film pendek dan ditayangkan di Global TV. Asyik, ya? Kesempatan ini mulai dibuka sejak bulan Maret 2013 hingga Mei 2013.

“Kami ingin mencoba mengubah sudut pandang orang-orang yang negatif ke arah yang lebih positif, jangan langsung memberikan cap anak nakal jika senang main-kotor-kotoran. Sebenarnya, kita bisa melihat ada nilai kebaikan yang bisa dipetik,” ujar Christopher Oey, Senior Brand Manger Rinso dalam media gathering beberapa waktu lalu.

Yuk, Mommies, kita sama-sama belajar bahwa di balik noda yang kotor, ada nilai penting dalam perkembangan dan pertumbuhan si kecil. Saya sangat setuju dengan kalimat diungkapkan Christopher Oey, ia mengatakan bahwa dunia pasti akan berbeda jika kita bisa share sesuatu yang baik dan mampu memberikan energi positif.

 

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment