Little Fingers Painter

1

Menggambar merupakan salah satu stimulan motorik yang baik untuk tangan dan jari anak bayi. Memasuki usia 12 bulan, Menik sudah mulai tertarik melihat kertas dan pulpen yang saya pegang untuk menulis. Biasanya ia akan sibuk meminta kertas dan alat tulis apa pun untuk mulai mencoret-coret. Ternyata menurut situs www.babycenter.com, usia 12-18 bulan adalah saat di mana bayi akan sangat tertarik untuk menggunakan kedua tangannya, biasanya untuk ‘menulis’ dan menggambar. Kegiatan ini akan mengasah motorik kasar mereka dalam hal meraih dan memegang benda secara konsisten. Selain itu, menulis atau menggambar ini juga mengembangkan visualisasi anak, mereka akan memperhatikan dengan seksama ketika kita menggambar bentuk, dan mengembangkan imajinasinya.

3

Entah sudah berapa banyak buku gambar dan kertas dihabiskan. Selama ini, sih, tembok rumah masih aman, karena saya membuat teritori menggambar di atas karpet yang saya tutup dengan koran bekas. Tadinya saya hanya memberikan krayon, pensil warna, dan spidol sebagai media menggambar. Hingga di salah satu kesempatan trial pre-school, Menik terlihat sangat tertarik dengan aktivitas coret-coret menggunakan tinta.

Lucunya, instead of using brush, Menik lebih memilih untuk menyelupkan jari ke dalam wadah cat dan mulai menggambar menggunakan jarinya. Bentuk yang tercipta adalah garis vertikal dan horizontal, serta lingkaran (yang tentunya belum sempurna). Nah, karena Menik sangat menikmati aktivitas ini (sampai tantrum ketika sesi menggambar selesai), akhirnya saya mulai mencari cat lukis yang dapat dicuci karena Menik ini sangat anti dipakaikan celemek. Ada cukup banyak produk cat untuk anak-anak, namun pilihan saya jatuh kepada Bits & Basics series dari ELC. Produk ini memiliki kemasan yang praktis, pas dengan ukuran jari tangan bayi berusia 16 bulan ke atas, dan pastinya sangat mudah diberihkan dari kulit dan baju, karena ini adalah washable paints.

2

Jika ingin lebih aman lagi, Mommies sebetulnya bisa membuat sendiri cat ini. Caranya juga mudah, cukup mencampurkan 1 cup tepung maizena dan 1 cup air dingin, aduk rata. Kemudian masukkan bertahap 3 cup air mendidih, aduk terus hingga tidak ada gumpalan. Masukkan kedalam panci dan masak dengan api kecil hingga kental. Bagi ke beberapa bagian, dan berikan pewarna makanan sesuai selera, simpan dalam wadah tertutup, jika sudah selesai digunakan. Atau jika tidak ingin memasak, bisa mencampurkan 2 sendok makan tepung terigu dengan sedikit air hingga kental (teksturnya seperti puding custard) dan berikan beberapa tetes pewarna makanan. Tapi cat dari tepung terigu ini, warnanya tidak terlalu keluar seperti yang dari tepung maizena. Satu kelemahan dari homemade paints ini adalah sulit dibersihkan. Warnanya bisa menempel di kulit sampai 2 hari.

Hingga saat ini, kegiatan corat-coret ini adalah salah satu kegiatan favorit Menik. Dia bisa duduk dengan tenang di atas karpet korannya, dan saya bisa dengan tenang menyelesaikan beberapa pekerjaan di saat yang sama. So Mommies, are you ready to meet up with your little Picasso? ;)


One Comment - Write a Comment

Post Comment