Semua Tentang Demam (Common Cold)

by: - Tuesday, January 4th, 2011 at 8:00 am

In: Health 98 responses

0 share

Pilek,  hidung mampet dan disambung dengan batuk, biasanya ini formula paling jitu untuk mengakibatkan demam :(.  Mommies pasti udah sedia termometer kan? Yang paling akurat memang termometer air raksa. Tapi nggak praktis yah kalau perlu mengukur beberapa kali dalam waktu yang singkat. Lebih praktis termometer digital. Tapi harus selektif memang, karena termometer digital banyak yang kurang akurat.

Gambar dari sini

Ketika anak sedang demam, termometer penting ada di sekitar tempat tidur karena suhu badan anak harus selalu terpantau. Dari alur naik turunnya demam, dokter terbantu juga dalam membuat diagnosis. Ada penyakit yang karakternya panas  tinggi, susah turun kecuali dikasi penurun panas. Ada juga yang panasnya naik turun, dimana turunnya justru masuk fase kritis, seperti misalnya demam berdarah dengue.

Apa sih demam itu sebenarnya?

Demam adalah mekanisme tubuh untuk melawan infeksi. Infeksi dapat berupa gangguan dari penyakit atau hal yang lain (tumbuh gigi pada anak-anak misalnya). Bibit penyakit akan melemah dan musnah pada lingkungan bersuhu tinggi. Karena itu demam perlu untuk mematikan penyakit. Bila demam diturunkan saat penyakit belum sepenuhnya musnah, suhu tubuh akan naik lagi terpicu masih adanya bibit penyakit.

Sering menurunkan suhu tubuh dengan obat membuat pertahanan melawan penyakit jadi terganggu. Ibaratnya mau perang senjatanya diambil melulu. Yang harusnya tiga hari sembuh malah jadi semakin lama.

Patokan dasar suhu tubuh yang memerlukan intervensi adalah:

  • Bayi usia di bawah 3 bulan dengan suhu di atas 38ºC
  • Bayi usia 3-6 bulan dengan suhu di atas 38,5ºC
  • Bayi dan anak di atas usia 6 bulan dengan suhu di atas 39ºC
  • Pantauan ekstra untuk anak dengan bakat kejang demam

Saya sendiri begitu anak lewat dari 6 bulan masih mencoba bertahan walaupun suhu tubuh di kisaran 39ºC, sepanjang anak tidak menunjukkan kegelisahan yang parah. Kalo rewel dan agak lemas sih pasti ya, namanya juga lagi sakit. Tapi selama masih bisa tidur cukup tenang selama minimal dua jam setiap kalinya, saya pilih home treatment dulu sebelum memberi parasetamol.

Berikut langkah-langkah home treatment:

  • Asupan cairan. Kecukupan cairan saat demam, menghindarkan anak (dan orang dewasa juga) dari dehidrasi. Di sisi lain, dehidrasi sendiri menimbulkan kenaikan suhu. Jadi cukupnya cairan bisa menstabilkan suhu tubuh walau tidak secara drastis menurunkannya. Banyak minum juga merangsang tubuh untuk berkeringat yang kemudian juga akan sedikit menurunkan suhu. Asupan cairan disini ngga cuman minuman aja ya. Makanan berkuah banyak, es loli, es buah dan buah-buahan, homemade jeli, dan semacamnya juga banyak mengandung air.
  • Berendam air hangat. Efeknya mirip dengan kompres, tapi mengurangi kerewelan karena kalo sambil main air biasanya anak lebih anteng ketimbang harus pasang kain kompres.
  • Oiya, moms sudah tahu kan ya kalau kompres itu bukan dengan air dingin/air es, tapi dengan air hangat atau suam-suam kuku? Kompres dingin (termasuk produk-produk kompres tempel yang harus dimasukkan ke kulkas dulu itu), akan mengirimkan sinyal yang salah kepada tubuh bahwa ada bagian tubuh yang masih terlalu dingin. Jadi tubuh malah akan lebih meningkatkan suhunya untuk mengimbangi yang masih dingin. Kompres juga akan lebih efektif sebenarnya bila yang dikompres adalah ketiak ketimbang dahi karena titik terpanas tubuh sebenarnya ada di daerah ketiak, bawah lidah, dan anus.
  • Bila anak sangat gelisah, rewel, ngga bisa tertidur lelap setidaknya satu jam, mungkin memang perlu obat penurun panas untuk meredakan panasnya. Sejauh ini hanya parasetamol yang masih dianggap paling aman sebagai pereda panas dan nyeri pada anak-anak dan ibu hamil (contohnya: Sanmol, Tempra, Panadol, Dumin). Dalam dosis yang sesuai anjuran tentunya yaa.
  • Penurun panas yang berbasis ibuprofen (contohnya: Proris) dan asam asetilsalisilat/asetosal (contohnya: Aspirin/Bodrexin/Contrexyn) dapat menimbulkan efek samping luka pada lambung karena termasuk obat yang cukup keras. Aspirin bahkan sudah dilarang untuk anak dibawah 18 tahun karena menimbulkan efek samping jangka panjang sindroma Reye.

Saat memilih obat, perhatikan juga kandungan alkoholnya ya Mom.

Kapan harus ke dokter?

Ketika demam belum turun sesudah lewat 72 jam tanpa ada gejala lain yang mengikuti dan telah dilakukan tes urine untuk mencoret kemungkinan ISK (infeksi saluran kemih).

Rata-rata demam berlangsung dua atau tiga hari. Demam yang baru berlangsung 1-2 hari tanpa gejala lain dan tanpa tes urine atau tes darah, tidak bisa ditegakkan diagnosanya. Dalam kondisi ini biasanya dokter hanya akan memberikan obat yang umum dan tidak spesifik untuk penyakit tertentu. Obat jadi tidak efektif dan hanya memperberat kerja metabolisme tanpa hasil dan efek yang pasti.

Patokan sederhana untuk demam yang umum (tetap lakukan cross check ke dokter untuk mengantisipasi penyakit yang lebih kompleks ya):

  • Jika demamnya mengiringi batuk pilek, dapat dipastikan tubuh sedang melawan virus common cold. Demam ini bisa berlangsung seminggu.
  • Jika demamnya hanya sore hari, ada kemungkinan typhoid.
  • Jika anak berusia di bawah 36 bulan, demamnya tinggi terus-terusan selama 3-4 hari setelah itu langsung normal sendiri, anak mulai aktif kembali, dan muncul ruam-ruam merah, berarti anak habis kena virus roseola. Walau kebanyakan roseola menyerang anak di bawah 36 bulan, tapi di atas 3 tahun juga masih bisa terserang ya.
  • Jika mirip roseola tapi ruamnya muncul waktu anak masih panas, kemungkinan campak.
  • Jika panasnya 3-4 hari kemudian panas turun tapi anak malah lebih lemes, layu, dan kehilangan kesadaran ketimbang waktu suhu badannya tinggi, ada kemungkinan DBD.

Semoga tulisan ini bisa membantu untuk bertindak lebih efektif ketika si kecil demam ya Mommies. Dan kalo ada ada yang lagi sakit, semoga cepat sembuh :)

*dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber, salah satunya http://milissehat.web.id/

Share this story:

Recommended for you:

98 thoughts on “Semua Tentang Demam (Common Cold)

  1. Pingback: reerie
  2. Pingback: Mrs. Arvie Dwi P.
  3. Pingback: Affi Assegaf
  4. Pingback: Prima P. Paramita
  5. Pingback: dewdew warsito
  6. Pingback: Fitri Hayatunisma
  7. Pingback: Chici Ernest
  8. Pingback: Dian Sigit
  9. Pingback: Andied
  10. Pingback: citra monica
  11. Pingback: Putri Aryani
  12. Pingback: deszell
  13. Pingback: Indah Lazawardiah
  14. Pingback: iLzie
  15. Pingback: Dyah Purbasari
  16. Pingback: butikbunda dot com
  17. Pingback: nur indah iryani
  18. Pingback: lita iqtianti
  19. Pingback: Wahyu 'ayu' Dwi A.
  20. Pingback: Baskoro Adiwiyono
  21. Pingback: Reny Adi
  22. Pingback: mom
  23. Pingback: resti magdalena
  24. Pingback: erika chonson
  25. Pingback: Sara Laksmi
  26. Pingback: Andini Desita
  27. ada lagi kalau demamnya cenderung lbh tinggi dibanding roseola..dan keluar bintik merah berair skitar mulut, telapak tangan dan kaki pd hari ke2 (pengalaman saya), anak cenderung malas makan dan minum krn ada sariawan ..itu krn HFMD (Hand Foot n Mouth desease), treatmennya jg sama seperti roseola ..tetep boleh mandi dan berikan cairan sesering mungkin di kala masih panas , kt dsa saya sih bintik merahnya tidak dirasakan sakit si anak..hanya sariawannya memeang cukup menyiksa. HTH smoga bisa jd +an pengetahuan kita dari pengalaman saya.cheers

    1. iyak betul! HMFD juga termasuk penyakit yang lumayan umum terjadi pada anak2 sekarang ini. dan karena penyebabnya virus, treatmentnya memang cukup hanya penurun panas kalau panasnya dirasa terlalu tinggi dan anak sangat rewel, dan banyak2 minum.

      untuk sariawannya diresepin sesuatu ngga jeng?

  28. Anak saya 3thn, demam susah turun kalau gak dikasih parcet, waktu demam BAB nya cair tp frekuensinya tidak sesering diare hanya 2-3 kali sehari. Setelah 48 jam demam turun sendiri, tp badannya jadi berkeringat dingin dan keluar bintik2 merah spt biang keringat di wajah terutama sekitar hidung dan mulut serta punggung,malas makan maunya minum terus.aktivitas biasa tdk lemas. Apakah ini termasuk roseola atau HTH tadi? Apakah berbahaya? Perlukah ke dokter? Mohon bantuan jawabannya ya…tks

  29. thanks alot mak kir atas tulisannya yg informatif tapi teteub enak dibaca. gw biar kata udh ngerti dikit2 tapi kadang2 suka rempong juga, terutama kalo nenek/ kakeknya udh turun tangan :D

    Makanya suka gangguin elo kan mak, untuk tanya2 :)) makasih yaaa..

  30. Nice article mom
    Demam atau common cold emang sering dialami anak balita. Siapapun ibunya, brppun jmlh anaknya pasti selalu panic kalau anaknya panas.
    Anak ke 2 sy yg paling sering kena common cold. Alhamdulillah bisa sembuh hy dgn HT, ga perlu ke dsa ☺. Yg pasti hrs tersedia parcet di rumah utk jaga2 bila panasnya tinggi.

    Thks ya, buat artikelnya

    1. thanks mom :)
      iya anak kedua dan berikut2nya emang lebih gampang kena common cold karena kakaknya udah terpapar lingkungan sekolah.
      dan sayangnya, lingkungan sekolah yang anak2 lainnya rutin pake antibiotik bikin bakteri disekitarnya ikut ganas levelnya, anak kita jadi ikutan susah payah ngelawan common coldnya :(

  31. Pingback: lita iqtianti
  32. Pingback: widi mulia
  33. Pingback: Sakura Dewi
  34. Pingback: arandhana dimas
  35. Pingback: Mommies Daily
  36. Pingback: lea mariani
  37. Info yang sangat berguna, menfrow.

    Apalagi sekarang banyak orangtua yang sangat mengagungkan obat sakti mandraguna atau yang biasa dikenal dengan antibiotik.

    Sakit sedikit langsung antibiotik, demam sebentar langsung antibiotik. Aduh….!!!

    Kalau pengalaman saya dan istri, adalah tingkat kesabaran demi kebaikan yang perlu ditanamkan. Karena orang tua kadang² tidak sabar. Seperti kenapa demamnya tidak turun²? kenapa sakitnya tidak sembuh²? Ambil jalan pintas dengan memberikan antibiotik. ☹

    Saya bukan anti dengan antibiotik, tapi lebih menyarankan dalam lebih bijaknya kita sebagai orang tua dalam memberikannya kepada anak.

    Cheers…

  38. Pingback: Ina maryana
  39. betul pak. sayangnya kebanyakan orang tua ngga ngeh bahwa kebiasaan memberi AB secara sembarangan berakibat bermutasinya bakteri2 di sekitar anak, which means makin sering terpapar AB, makin meningkat pula dosisnya. nah kalo sekedar batpil aja udah dosis tinggi, gimana nanti2 saat dewasa dan kena penyakit agak berat?

    yg ribet, biasanya dapet antibiotiknya sekitar 3-5hr sebelum momen yg emang waktunya sembuh. jadi paaass aja ABnya abis, sakitnya sembuh *tepok jidat*. akhirnya ya justifikasinya sembuhnya karena dapet AB.

    saya juga akan kasi anak AB kok, kalo jelas terpapar bakteri apa dan ABnya jelas difokuskan utk melawan bakteri/kuman ybs (narrow spectrum).

  40. Pingback: nur indah iryani
  41. Pingback: Mommies Daily
  42. Pingback: Mommies Daily
  43. Pingback: kirana
  44. Pingback: lita iqtianti
  45. Pingback: Mommies Daily
  46. Pingback: nur indah iryani
  47. Pingback: annisa ayundanna
  48. Pingback: Aku
  49. Pingback: monalisthia
  50. Pingback: Regina Nainggolan
  51. Pingback: Arieska Marina
  52. Pingback: kurniati m ningrum
  53. Pingback: sindi puspitasari
  54. Hai Mom, Artikelnya bagus bgt.Berguna deh buat saya yang lagi nyari-nyari info seputar kesehatan Anak. Dan lagi memperdalam Rational USes of Medicine (RUM). Saya sudah membuktikan kalo orangtuanya sabar Insya Allah justru cepat sembuh anaknya. Kemarin saya demam trs lanjut batpil,nularin baby saya 11,5bln. Saya ga minum obat,even itu kimia or tradisional,baby saya juga gitu. Cuma didoping asi aja. Alhamdulillah, seminggu aja batpilnya sembuh,ibu dan anak..Mau coba dibalurin bawang en minyak telon, kulitnya anak saya malah udah kering plus ngelupas karena minyak2an..jadi saya pilih bersabar,sambil dipantau terus.Alhamdulillah deh pokoknya sembuh tanpa obat2an.
    Tetangga saya kapok ngasie AB ke anak pertamanya,soalnya tiap bulan abis satu juta untuk bolakbalik ke dokter karena sakit2an.mulai dari puskesmas,sampai akhirnya harus ke RS internasional,karena ABnya udah ga bisa yang murah.sekarang anak keduanya sakit batpil didiemin aja,dan malah jarang sakit…udah bukti nyata ya..jgn dikit2 AB. Pake AB hanya untuk yg bener2 urgent aja.

  55. Pingback: Mommies Daily
  56. Lam knal sbelumnya mbak…
    Mo tanya2 dkit nech mbak, ini ank sya usia 1Th 9Bln $ϋdåђ demam skitar dua ћårί. Udah k dokter cih, wktu d cek kata dokterx ãdã sdkit sariawan d dearah tenggorokannya. Kemudian d ksih obt Yåηğ mengandung amoxcilin plus 1btol syrup vitamin. Yåηğ Mέήƍƍåήƍƍϋ fikiran ini sdh 2hri konsumsi obt itu kok ‎​​Чα msih ßî§ã demam. Emang coih hbis minum obt demam lgsung turun. Tpi stlah 5jam’an eh demamx balik £åƍί. 8-|ϑȋ̝̊ awali dgan hangat dan terus meningkat klo d biarkan, bingung jdinya. Apa memang seperti itu ‎​​Чα mbak proses penyembuhannya? Trus apa ãdã yg bsa menidentifikasikn khasiat obt itu sendiri setelah berapa kali minum br trlihat hasil. Thank’s βåηƍέƭ sebelumnya mbak,,

    1. pada dasarnya sebelum demam 72 jam, agak susah menentukan penyakit apa, kecuali ada batuk-pilek. jadi klo dokter bisa menetapkan jenis penyakitnya apa dan memberi obat, kemungkinan besar itu tebakan juga.

      pastikan klo ke dokter, bawa pulang nama penyakitnya secara medis supaya bisa di kroscek di internet antara gejala vs penanganan/obatnya.

      biarpun sudah diberi obat, klo ngga cocok sama penyakitnya ya memang ngga akan sembuh. cocok pun, obat hanya membantu daya tahan tubuh, bukan secara langsung mematikan penyakitnya.
      apalagi klo penyebabnya virus, dikasi amoxicillin (antibiotik) bukannya sembuh malah jadi menurunkan daya tahan dan gampang sakit lagi ke depannya.

      sudah baca artikel yg ttg antibiotik?

  57. Pingback: ekaeka
  58. Pingback: Rezki Primaswastya
  59. Pingback: nur aini
  60. Pingback: BOBITA®
  61. Pingback: kirana
  62. Pingback: oinky bear
  63. Pingback: Rezki Yanuar
  64. Pingback: Ais
  65. Pingback: Mommies Daily
  66. Pingback: Vivi Maharani
  67. Pingback: stevikitta
  68. Pingback: Retno
  69. Pingback: Mommies Daily
  70. Pingback: Ihdina Eka
  71. Pingback: Yulianti ramdiani
  72. Pingback: yenni afrilianty
  73. Pingback: yenni afrilianty
  74. Pingback: yenni afrilianty
  75. Pingback: chika amelianda
  76. Pingback: Gendy Taralitasari
  77. Pingback: andika pradipta
  78. Pingback: Mommies Daily
  79. Pingback: Trisna
  80. Pingback: MiraYunita

Leave a Reply