Campak, Rubella, dan Roseola (I)

by: - Thursday, March 11th, 2010 at 7:00 am

In: Health 69 responses

0 share

Tadinya saya hanya mau nulis tentang roseola. Tapi pas baca-baca ternyata gejala roseola itu beti (beda tipis :D) sama dua sodaranya rubella (campak jerman) dan campak (rubeola, nah tuh namanya aja mirip kan?). Mendingan sekalian bareng aja ya dibahasnya biar bisa membedakan. Tapi supaya tidak kepanjangan, saya bikin tulisan ini jadi 3 seri ya.

CAMPAK

Dari ketiga penyakit ini, yang paling berbahaya adalah campak. Campak disebabkan oleh paramiksovirus. Sebenarnya bukan campaknya yang berbahaya, tapi komplikasinya seperti:

  • radang telinga yang disebabkan oleh bakteri.
  • bronkhitis, laryngitis, atau croup (batuk menggonggong).
  • pneumonia atau radang paru-paru.
  • radang otak (encephalitis).
  • kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan.
  • masalah pada kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Dari beberapa komplikasi ini, yang bisa berakibat fatal adalah radang paru-paru dan radang otak.

Penularan virus ini termasuk cepat dan dalam 10-12 hari setelah tertular, gejala mulai muncul.

Gejala-gejala campak:

  • Hidung berair dan sedikit batuk.
  • Mata berair dan radang mata (conjuctivitis), termasuk photo phobia (silau bila melihat cahaya).
  • Muncul bercak putih-abu di dalam mulut (pipi bagian dalam), yang dinamakan Koplik Spots atau bercak koplik.
  • Demam tinggi bertahap (38-40,5C).
  • Pada saat demam memuncak, ruam merah-merah mulai muncul. Mula-mula di daerah muka, disekitar garis rambut dan belakang telinga. Kemudian menyebar ke dada dan punggung. Lalu berlanjut ke paha dan kaki. Ruam ini mungkin agak-agak gatal pada beberapa anak.
  • Ruam bisa berbentuk timbul maupun datar.
  • Banyak atau sedikitnya ruam juga menandai berat ringannya campak. Makin banyak dan penuh ruamnya di sekujur tubuh, makin berat juga penyakitnya.
  • Ketika demam mulai menurun, bintik merah juga berangsur menghilang sesuai urutan timbulnya.

Pencegahan & Penanganan:

  • Berikan imunisasi campak pada usia 9 bulan, karena pada usia ini kekebalan tubuh atas campak yang dibawa dari lahir sudah menurun.
  • Bila tidak memberikan imunisasi campak pada usia 9 bulan, berikan MMR pada usia 12 bulan.
  • Karantina penderita supaya tidak menulari orang lain, selama selang waktu 4 hari sebelum dan sesudah ruam muncul.
  • Berikan parasetamol saat demam diatas 38,5C dan anak gelisah atau rewel.
  • Waspada kejang demam pada anak yang berbakat kejang.
  • Berikan banyak cairan. Bisa minuman, ato makanan berkuah banyak.
  • Uapi ruangan/kamar untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Bila sakit mata dan silau, redupkan lampu, kurangi menonton TV dan komputer.
  • Bila terjadi komplikasi bakteri, akan diresepkan antibiotik oleh dokter.

sumber:

http://abumuthmainnah.blogdetik.com/2009/04/12/jangan-anggap-remeh-campak/

http://mayoclinic.com/health/measles/DS00331

http://medicastore.com/penyakit/36/Campak.html

gambar:

http://www.medicastore.com/

http://mayoclinic.com/

baca juga:
Part II : Rubella
Part III : Roseola

Share this story:

Recommended for you:

69 thoughts on “Campak, Rubella, dan Roseola (I)

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: kirana
  3. Pingback: lita iqtianti
  4. Pingback: tatha rinaldi
  5. Pingback: Mommies Daily
  6. Pingback: Mommies Daily
    1. udah sembuh dan ngga ada komplikasi kan mom?
      campaknya sendiri cm panas ama ruam aja, yg bahaya komplikasinya. tp klo udah imunisasi terminimalisir kok.

  7. Pingback: mira a
  8. Pingback: Mommies Daily
  9. Pingback: Maya Rahadian
  10. Pingback: monalisthia
  11. Pingback: Mommies Daily
  12. Pingback: Mya Wuryandari
  13. Pingback: Shinto Husnul K
  14. Pingback: kurniati m ningrum
  15. Pingback: Imawati Rawenda
  16. Pingback: Arieska Marina
  17. Pingback: sindi puspitasari
  18. Pingback: Aku
  19. Mba, ko kata dokter anak saya imunisasi campak harus diberikan ke anak minimal 1tahun ya? Gak boleh kurang dr 1 tahun katanya. Ada penjelasannya, tapi saya lupa.

    1. setau saya campak menurut jadwal IDAI 9 bulan mom. klo kelewatan yg waktu 9 bulan baru ngambilnya langsung MMR yg jadwalnya 15bln dimajukan di 12bln.

    1. Udah pernah kena bukan jaminan ga akan kena lagi (termasuk cacar air). Cuma biasanya krn dah pernah kena, jd tubuh dah punya antibodinya. Kena yg berikutnya kemungkinan gejala n komplikasinya jd lebih ringan.

  20. Pingback: melissa suoth
  21. Pingback: mbaknucky
  22. Pingback: Alla Ecie
  23. Pingback: Aina Febrina
  24. Pingback: feliciaholic
  25. Pingback: Riska Elfiarini
  26. Pingback: deviumam
  27. Pingback: Dian Radiana
  28. Pingback: Shreneve Danette
  29. Pingback: ananta jeumpa
  30. Pingback: puriprive
  31. Pingback: Kiky Ardhyogi
  32. Pingback: meiriana pusparini
  33. Pingback: Windi Juwita
  34. Pingback: arum rahmiani
  35. Pingback: Inna Banani
  36. Pingback: Mommies Daily
  37. Pingback: Meralda Suhud
  38. Pingback: Andini Desita
  39. Pingback: Mrs. Sitindjak
  40. Pingback: Kiky Ardhyogi
  41. Pingback: Sadwi Mulatsih
  42. Pingback: IraTJ
  43. Pingback: Windi Juwita
  44. Pingback: Tips Menyusui
  45. Pingback: drOei
  46. Pingback: tubagus ferdi
  47. Pingback: amanda mayang
  48. Pingback: Mommies Daily
  49. Pingback: Glorya
  50. Pingback: shofa lolita
  51. Pingback: Meralda Suhud

Leave a Reply