Campak, Rubella, dan Roseola (I)

Tadinya saya hanya mau nulis tentang roseola. Tapi pas baca-baca ternyata gejala roseola itu beti (beda tipis :D) sama dua sodaranya rubella (campak jerman) dan campak (rubeola, nah tuh namanya aja mirip kan?). Mendingan sekalian bareng aja ya dibahasnya biar bisa membedakan. Tapi supaya tidak kepanjangan, saya bikin tulisan ini jadi 3 seri ya.

CAMPAK

Dari ketiga penyakit ini, yang paling berbahaya adalah campak. Campak disebabkan oleh paramiksovirus. Sebenarnya bukan campaknya yang berbahaya, tapi komplikasinya seperti:

  • radang telinga yang disebabkan oleh bakteri.
  • bronkhitis, laryngitis, atau croup (batuk menggonggong).
  • pneumonia atau radang paru-paru.
  • radang otak (encephalitis).
  • kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan.
  • masalah pada kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Dari beberapa komplikasi ini, yang bisa berakibat fatal adalah radang paru-paru dan radang otak.

Penularan virus ini termasuk cepat dan dalam 10-12 hari setelah tertular, gejala mulai muncul.

Gejala-gejala campak:

  • Hidung berair dan sedikit batuk.
  • Mata berair dan radang mata (conjuctivitis), termasuk photo phobia (silau bila melihat cahaya).
  • Muncul bercak putih-abu di dalam mulut (pipi bagian dalam), yang dinamakan Koplik Spots atau bercak koplik.
  • Demam tinggi bertahap (38-40,5C).
  • Pada saat demam memuncak, ruam merah-merah mulai muncul. Mula-mula di daerah muka, disekitar garis rambut dan belakang telinga. Kemudian menyebar ke dada dan punggung. Lalu berlanjut ke paha dan kaki. Ruam ini mungkin agak-agak gatal pada beberapa anak.
  • Ruam bisa berbentuk timbul maupun datar.
  • Banyak atau sedikitnya ruam juga menandai berat ringannya campak. Makin banyak dan penuh ruamnya di sekujur tubuh, makin berat juga penyakitnya.
  • Ketika demam mulai menurun, bintik merah juga berangsur menghilang sesuai urutan timbulnya.

Pencegahan & Penanganan:

  • Berikan imunisasi campak pada usia 9 bulan, karena pada usia ini kekebalan tubuh atas campak yang dibawa dari lahir sudah menurun.
  • Bila tidak memberikan imunisasi campak pada usia 9 bulan, berikan MMR pada usia 12 bulan.
  • Karantina penderita supaya tidak menulari orang lain, selama selang waktu 4 hari sebelum dan sesudah ruam muncul.
  • Berikan parasetamol saat demam diatas 38,5C dan anak gelisah atau rewel.
  • Waspada kejang demam pada anak yang berbakat kejang.
  • Berikan banyak cairan. Bisa minuman, ato makanan berkuah banyak.
  • Uapi ruangan/kamar untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Bila sakit mata dan silau, redupkan lampu, kurangi menonton TV dan komputer.
  • Bila terjadi komplikasi bakteri, akan diresepkan antibiotik oleh dokter.

sumber:

http://abumuthmainnah.blogdetik.com/2009/04/12/jangan-anggap-remeh-campak/

http://mayoclinic.com/health/measles/DS00331

http://medicastore.com/penyakit/36/Campak.html

gambar:

http://www.medicastore.com/

http://mayoclinic.com/

baca juga:
Part II : Rubella
Part III : Roseola


71 Comments - Write a Comment

  1. Pingback: Aku

    1. Udah pernah kena bukan jaminan ga akan kena lagi (termasuk cacar air). Cuma biasanya krn dah pernah kena, jd tubuh dah punya antibodinya. Kena yg berikutnya kemungkinan gejala n komplikasinya jd lebih ringan.

Post Comment