Berkenalan dengan Batuk (Common Cold)

Secara umum ada batuk yang termasuk dalam bagian penyakit common cold dan ada juga batuk yang lebih kompleks seperti misalnya batuk pertusis (batuk 90 hari). Untuk batuk yang disebabkan oleh common cold, biasanya berbarengan atau berurutan dengan pilek. Batuk pilek ini penyebabnya adalah virus. Jadi tidak memerlukan antibiotik. Bahkan penggunaan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus dapat mengakibatkan bakteri yang seharusnya mati bila diberi antibiotik, menjadi kebal dan memerlukan dosis antibiotik lebih tinggi.

Memang gatal di kuping ya denger anak batuk-batuk terus, apalagi kalo udah mulai masuk seminggu. Jangankan seminggu , baru tiga hari aja mungkin udah gatel mau ke dokter.

Tapi mom, udah tau kan kalo batuk adalah mekanisme tubuh untuk membuang gangguan terutama di daerah paru-paru? Jadi (terutama kalo lagi pilek) tubuh memproduksi lendir berlebih, terutama di paru-paru. Nah kita butuh batuk untuk membuang lendir ini. Pada anak kecil yang belum bisa membuang dahak sendiri, batuk membuat dahak/lendir naik ke tenggorokan untuk kemudian ditelan masuk ke pencernaan. Efeknya, pup akan nampak berlendir karena dahaknya itu. Jadi bukan mencret ya. Karena mencret/diare ada hitungannya sendiri, antara lain sehari lebih dari 6-8 kali dan cairan aja gak ada ampas.

Bisa juga anak jadi sering muntah karena geli menelan lendir yang kental. Muntah ketika batuk juga bagus, karena itu pertanda lendir bisa tertarik keluar dari paru. Coba diteliti muntahan ketika batuk biasanya lebih banyak lendir ketimbang makanan, kecuali kalo muntahnya pas anak baru saja selesai makan.

Karena batuk adalah mekanisme tubuh untuk menghilangkan lendir dari paru, otomatis segala usaha untuk menghentikan batuk secara paksa sebelum lendir habis dari paru-paru justru berbahaya. Karena batuk akan berhenti, sementara lendir tetap menumpuk di paru-paru. Malah akan menimbulkan infeksi baru nantinya. Jadi ketimbang minum obat batuk supaya batuk berhenti, mendingan dahak diencerkan supaya lebih gampang dikeluarkan.

Bagaimana caranya supaya dahak menjadi encer?
Beri asupan cairan yang banyak. Bisa dari banyak minum, banyak makan berkuah, dan menguapi kamar sewaktu anak tidur (karena kalo tidur ngga bisa disuruh minum yang banyak :D). Sementara, matikan juga AC karena AC membuat udara kering yang berpengaruh ke saluran nafas ikut menjadi kering. Bikin batuk makin ngiklik kalo orang Jawa bilang.

Obat pengencer dahak memang banyak. Tapi efeknya tidak sedahsyat itu. Malah sama aja hasilnya dengan memperbanyak asupan cairan dan kelembaban, cuman bedanya yang ini obat. Kita tentunya ngga kepengen kan anak kita di usia semuda itu sudah banyak terpapar bahan kimia (apalagi ditelan lho!) yang banyak dan sering kan?

Penggunaan nebulizer untuk anak batuk juga kurang tepat. Karena nebulizer hanya efektif untuk anak yang telah dipastikan mengidap asma, untuk meringankan asmanya. Sementara untuk yang ‘hanya’ batuk, seperti menyiram api korek dengan air setandon. Buat anak juga nebulizer ini jadi seperti menyiksa :( . Kasihan, padahal kalo cuma batuk ngga perlu. Buat kita pun jadinya ngga cost-effective ya, karena ngga signifikan hasilnya. Obat nebulizer batuk juga kadang sama dokter disamakan dengan yang buat asma, yaitu ventolin. Padahal untuk asma saja nebulizer ventolin ini pertolongan lanjutan, dimana pertolongan pertamanya adalah  inhaler.

Kalau saya, karena saya lihat anak saya agak sensitif dengan gorengan dan es/minuman dingin, begitu batuk saya stop juga sementara mengkonsumsi dua jenis makanan/minuman itu sembari menambah asupan cairan. Untungnya anak saya sudah hapal, kalau sakit harus banyak makan banyak minum dan banyak tidur :D. Jadi bukan kalo sakit pergi ke dokter..hehehehe. Alhamdulillah dengan cara ini biasanya maksimal tiga hari common cold sudah teratasi walau biasanya sisa-sisa batuk memang masih akan terdengar sampai seminggu kemudian. Jadi biasanya dari awal batuk sampai hilang sama sekali bisa 2-4 minggu.

Nah Moms, udah tau tatalaksana penanganan batuk common cold kan? Semoga jadi ngga terlalu panik lagi begitu anak terkena batuk yaa. Dan kalo lagi ada yg batuk (sama nih si Darris dari 3-4 hari lalu batuk dan agak sumeng), semoga cepet sembuh yaa.

*Gambar diambil dari sini


133 Comments - Write a Comment

  1. Pingback: A.F

  2. Wah nemu artikel bagus nih. aku jg gak tahan sih sbenernya kalo denger anak batuk, maka tergodalah mengunjungi dokter. setengah tahun trakhir udah batuk tiga kali, kedokter jg tiga kali, tiga kali jg d kasi obat pake antibiotik. Tp yg aku minumin cuma obat batpilnya doang. Jadilah punya koleksi antobiotik sekarang, pdhl itu obat paling mahal.

Post Comment