Sorry, we couldn't find any article matching ''

Anak Tetap Fokus Belajar saat Puasa? Ini Tipsnya agar Tidak Gampang Ngantuk
Puasa bukan alasan anak kehilangan fokus belajar. Asal Mommies tahu tips mengatur waktu, tidur, dan gizi agar anak tetap produktif selama Ramadan.
Mommies, bulan Ramadan itu memang selalu terasa spesial. Suasananya lebih hangat, jadwal ibadah bertambah, dan ritme harian pun ikut berubah. Tapi di sisi lain, muncul juga tantangan baru, terutama buat Mommies yang punya anak usia sekolah. Salah satu yang paling sering bikin orang tua galau adalah: “Duh, anak masih bisa fokus belajar nggak ya saat puasa?”
Tenang, Mommies. Puasa bukan berarti anak pasti kehilangan konsentrasi, jadi gampang ngantuk, atau malah nggak produktif sama sekali. Dengan pengaturan yang tepat, anak justru bisa belajar banyak hal penting selama Ramadan, mulai dari disiplin, manajemen waktu, sampai tanggung jawab.
Yuk, kita bahas bareng tipsnya agar anak tidak gampang ngantuk, tetap fokus, dan semangat belajar saat puasa.
BACA JUGA: 10 Tipe Anak di Bulan Puasa, Anak Mommies Termasuk yang Mana?
Anak Belajar saat Puasa, Memang Bisa?
Pertanyaan ini sering banget muncul, apalagi kalau anak mulai terlihat lemas atau kurang semangat belajar di jam-jam tertentu. Tapi menurut ahli, puasa bukanlah penghalang bagi anak untuk tetap beraktivitas dan belajar.
“Mungkin saja (belajar saat puasa). Puasa tidak menjadi penghalang kita untuk tetap beraktivitas, hanya saja terkadang perlu penyesuaian dalam hal waktu. Orang tua bisa membantu dengan menyesuaikan waktu tidur anak, agar tetap cukup secara kualitas dan kuantitas, sehingga anak tetap bisa fokus belajar di sekolah. Asupan gizi ketika sahur dan berbuka juga perlu diperhatikan,” jelas Binky Paramitha. I, M. Psi, Psikolog Pendidikan.
Pentingkah Mengatur Waktu Belajar Anak saat Puasa?

Foto: Freepik
“Jawabannya, penting! Orang tua perlu membantu anak memahami kebutuhan biologis anak dan memenuhinya. Dalam bulan Ramadhan, biasanya cukup banyak kegiatan ibadah yang dilakukan di malam hari, oleh karena itu orang tua perlu membantu anak untuk mengatur waktu istirahat mereka agak tubuh tetap sehat. Waktu belajar juga bisa disesuaikan, terkadang anak membutuhkan waktu belajar dengan durasi lebih singkat, tetapi dibagi dalam beberapa kesempatan,” terang Psikolog Binky.
Setiap anak punya kebutuhan biologis yang berbeda. Ada anak yang tetap segar di pagi hari, ada juga yang baru bisa fokus setelah tidur siang. Nah, selama Ramadan, kebutuhan ini perlu makin diperhatikan.
Dengan memilih waktu belajar yang tepat, anak bisa:
- Lebih fokus dan mudah memahami pelajaran
- Mengelola energi harian dengan lebih baik
- Mengurangi stres akibat lapar dan haus
- Mengoptimalkan daya ingat
- Tetap seimbang antara ibadah dan akademik
- Lebih produktif tanpa merasa kelelahan
Waktu Terbaik Anak Belajar selama Ramadan
Mengatur jadwal belajar selama puasa memang perlu fleksibilitas. Berikut beberapa waktu yang bisa dimanfaatkan agar anak tetap fokus dan tidak ngantuk.
1. Setelah Sahur
Waktu setelah sahur energi anak masih penuh, gula darah relatif stabil, dan rasa lapar belum muncul. Di jam ini, anak biasanya lebih fokus dan segar, sehingga cocok untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti berhitung, mengerjakan PR, atau memahami materi baru. Pastikan menu sahur anak bisa meningkatkan konsentrasinya.
2. Setelah Subuh hingga Matahari Terbit
Setelah salat Subuh, suasana rumah biasanya masih tenang dan minim distraksi. Otak anak pun cenderung lebih jernih karena baru bangun tidur. Waktu ini cocok untuk aktivitas belajar ringan seperti membaca, menghafal, atau mengulas materi pelajaran.
3. Siang Hari (Sekitar Pukul 12.00–14.00)
Di jam ini, energi anak biasanya mulai menurun. Karena itu, jangan memaksakan anak untuk belajar berat. Gunakan waktu siang untuk aktivitas akademik ringan seperti membaca ulang catatan, mengerjakan soal singkat, atau menonton video edukatif. Beri kesempatan anak untuk istirahat atau tidur siang singkat agar tidak semakin lelah dan ngantuk.
4. Dua Jam Setelah Berbuka
Setelah berbuka dan tubuh kembali mendapatkan energi, konsentrasi anak biasanya meningkat lagi. Beri jeda sekitar dua jam agar pencernaan lebih nyaman dan anak bisa kembali belajar.
Waktu ini cocok untuk mengerjakan PR, latihan soal, atau menyelesaikan tugas sekolah yang membutuhkan fokus lebih dalam.
5. Menjelang Sahur (Malam Hari)
Beberapa anak justru lebih aktif di malam hari. Jika anak termasuk tipe ini, Mommies bisa memanfaatkan waktu malam untuk belajar dengan durasi yang wajar. Pastikan anak tetap cukup minum agar tidak dehidrasi, dan jangan sampai mengorbankan jam tidur.
6. Sesuai Ritme Biologis Anak
Setiap anak berbeda. Mommies bisa mengamati kapan anak paling semangat dan fokus, lalu menyesuaikan jadwal belajarnya.
10 Tips Agar Anak Tetap Fokus Belajar saat Puasa
Kuncinya bukan memaksa anak “tetap seperti hari biasa”, melainkan menyesuaikan ritme tubuh dan emosinya selama Ramadan. Ini dia tips yang bisa Mommies terapkan:
1. Buat jadwal harian yang realistis dan fleksibel
Hindari jadwal super padat yang bikin anak stres sebelum mulai belajar. Susun jadwal yang masuk akal dengan mempertimbangkan waktu ibadah, istirahat, dan bermain. Jadwal yang fleksibel membuat anak merasa lebih nyaman dan tidak tertekan, sehingga fokus belajar lebih mudah terjaga.
2. Gunakan pola belajar singkat tapi konsisten
Daripada memaksa anak belajar lama, lebih baik gunakan sesi pendek sekitar 25–30 menit. Pola ini membantu anak tetap fokus tanpa cepat lelah atau bosan. Setelah satu sesi, beri jeda agar anak bisa bergerak atau sekadar rehat sejenak.
3. Pastikan kualitas tidur anak tetap terjaga
Selama Ramadan, jam tidur sering bergeser karena sahur dan tarawih. Kurang tidur membuat anak sulit konsentrasi dan mudah ngantuk di sekolah. Mommies bisa menyiasatinya dengan tidur lebih awal atau memberi waktu tidur siang singkat agar energi anak tetap stabil.
4. Perhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka
Makanan berperan besar dalam menjaga fokus belajar anak. Pilih menu sahur dan berbuka yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, serta cukup cairan. Nutrisi yang seimbang membantu anak tetap bertenaga dan tidak mudah lemas saat belajar.
5. Bantu anak mengatasi rasa ngantuk di siang hari
Rasa ngantuk saat puasa itu wajar. Daripada memarahi anak, bantu mereka mengelola energi dengan istirahat singkat, tidur siang 20–30 menit, atau aktivitas ringan sebelum kembali belajar.

Foto: Freepik
6. Ciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan tenang
Lingkungan yang berisik atau penuh distraksi membuat anak sulit fokus. Sediakan ruang belajar yang cukup cahaya, sejuk, dan jauh dari gangguan seperti televisi atau gadget yang tidak berkaitan dengan belajar.
7. Variasikan metode belajar agar tidak membosankan
Belajar tidak harus selalu duduk diam membaca buku. Sesekali gunakan kuis kecil, diskusi ringan, atau permainan edukatif agar anak tetap tertarik. Metode yang bervariasi membantu anak lebih mudah menyerap materi.
8. Manfaatkan teknologi secara positif
Aplikasi belajar, video edukasi, atau kelas online bisa menjadi alat bantu yang efektif selama Ramadan. Dengan catatan, tetap ada batasan waktu agar anak tidak terdistraksi oleh hal lain.
9. Libatkan anak dalam menentukan target belajar
Ajak anak berdiskusi tentang apa yang ingin mereka capai selama Ramadan. Target yang disepakati bersama membuat anak merasa dihargai dan lebih bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.
10. Jadikan Ramadan sebagai momen belajar nilai kehidupan
Selain akademik, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan disiplin, kesabaran, dan manajemen waktu. Jelaskan pada anak bahwa berusaha tetap belajar saat puasa juga bagian dari melatih tanggung jawab dan kemandirian.
BACA JUGA: Mau Anak Puasa tanpa Drama? Orang Tua Bisa Lakukan 7 Cara Ini!
Cover: Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS