banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

Ini Dia 4 Isu Kesetaraan Gender di Post Summit W20

author

Sisca Christina16 Nov 2022

Ini Dia 4 Isu Kesetaraan Gender di Post Summit W20

Selain membahas isu ekonomi, di KTT G20 juga dibahas tentang isu kesetaraan gender melalui Post Summit W20. Bagaimana hasilnya?

Hingga kini, kesetaraan gender masih menjadi isu global yang belum mencapai resolusi yang melegakan bagi setiap perempuan di berbagai negara. Itulah mengapa, di Post Summit W20 isu terkait pembedayaan perempuan dan kesetaraan gender ini dibahas.

Women20 atau W20 sendiri merupakan engagement group dari G20 yang membentuk jaringan pemberdayaan perempuan untuk mendorong komitmen G20 dalam isu perempuan. Tak lain, tujuan utama W20 adalah untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian integral dari proses G20. Seperti yang kita tahu, pemberdayaan perempuan juga memiliki peranan yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kestabilan ekonomi dan pembangunan sosial secara global.

Post Summit W20 diadakan pada 13-14 November 2022 lalu di Nusa Dua Bali dan dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta, yaitu delegasi dari 9 negara. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga. Di acara tersebut, beliau menyampaikan empat isu utama terkait pemberdayaan perempuan yang ditetapkan selama presidensi Indonesia, yaitu:

  1. Menolak diskriminasi dan mendorong kesetaraan gender: menekankan tentang bagaimana mendorong kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan dengan menghapus kebijakan diskriminasi.
  2. UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan: berbicara tentang bagaimana mencapai inklusi ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Selain itu, juga membahas pentingnya merangkul interseksionalitas untuk mempercepat kemajuan pemberdayaan perempuan.
  3. Respon kesehatan yang mengutamakan kesetaraan gender: menggambarkan bagaimana tantangan global terkait pandemi Covid-19 berdampak secara tidak proporsional terhadap perempuan. Pandemi sangat berdampak terhadap kesehatan ibu, keluarga, bahkan terhadap pelayanan bagi perempuan korban kekerasan berbasis gender. Lebih jauh, W20 ingin menyoroti respon terhadap kesehatan khususnya yang berkeadilan gender.
  4. Perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas: menekankan kepada respon kesehatan kaum marginal perempuan, khususnya mereka yang berada di daerah pedesaan dan penyadang disabilitas.

Untuk mencapai kesetaraan gender, Ketua W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, menyampaikan bahwa isu ini perlu disuarakan, dipantau dan dievaluasi secara konsisten agar menghasilkan deklarasi yang berfokus untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, W20 yang diwakili oleh presidensi Indonesia akan memastikan empat agenda utama untuk mewujudkan kesetaraan gender dapat terlaksana, yaitu:

  1. Mendelegasikan peran W20 kepada masyarakat luas agar dapat berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.
  2. Memastikan Komunike W20 disampaikan dengan baik kepada pemimpin G20.
  3. Mensosialisasikan rekomendasi W20 kepada pemimpin G20, sherpa, organisasi wanita, akademisi, pemangku kepentingan, dan publik sebagai fokus utama pada pemberdayaan perempuan.
  4. Pelaporan dan proses serah terima dari komite W20 Indonesia kepada delegasi W20 India.

Komunike W20 Indonesia sendiri berisi rekomendasi kepada para pemimpin G20 untuk memastikan bahwa kepentingan perempuan serta anak perempuan menjadi bagian signifikan dari kepresidenan G20 Indonesia. Untuk itu, W20 Indonesia mendorong pemerintah untuk:

  1. Menindaklanjuti komitmen dalam mengimplementasikan roadmap G20 menuju dan melampaui Brisbane Goals.
  2. Membuat jaringan data gender G20 dan dasbor yang berisi hasil dari W20.
  3. Mengembangkan serta meningkatkan Strategi Nasional Gender Ekuitas dan Kesetaraan (NSGEE).

Diharapkan, empat isu utama terkait pemberdayaan perempuan yang telah ditetapkan selama presidensi Indonesia, dapat dilanjutkan pada W20 Presidensi India di tahun depan.

Yuk, kita dukung agar pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender ini dapat terwujud.

Baca juga: International Women’s Day 2022, Bayangkan Dunia dengan Kesetaraan Gender

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS