Now Reading
Kaleidoskop 2021: Ibu Bekerja di 2021, dari WFH, WFO hingga WFH lagi

Kaleidoskop 2021: Ibu Bekerja di 2021, dari WFH, WFO hingga WFH lagi

Sisca Christina
kaleidoskop 2021

Apa saja, sih, yang terjadi pada ibu bekerja sepanjang tahun penuh tantangan ini? Yuk, kita tengok sebentar kaleidoskop 2021 sebagai pengingat.

Tiga belas hari lagi 2021 akan berakhir, sebagai ibu bekerja, mommies sudah mengalami apa saja, nih? Burn out? Lelah? Perasaan maju mundur mau resign? Khawatir kena PHK? Atau malah berpikir mau buka usaha saja, lelah harus ngantor. Berikut ini adalah kaleidoskop 2021 tentang ibu bekerja. Apa saja yang terjadi pada ibu-ibu perkasa ini selama tahun yang penuh tantangan? 

Awal 2021 masih diwarnai kerja dari rumah

Akibat meningkatnya kasus Covid-19 di negeri tercinta ini terutama di DKI Jakarta, maka Pemda DKI mengeluarkan aturan agar seluruh perkantoran wajib terapkan 75 persen WFH. Awal tahun belum ada titik cerah kapan akan kembali bekerja di kantor. Buat sebagian ibu bekerja yang terbiasa super sibuk di kantor, dan kurang waktu di rumah bersama anak-anak, merasa bersyukur nggak harus tergopoh-gopoh ke kantor pagi-pagi buta, dan bisa kerja sambil mengawasi anak sekolah atau bermain di rumah. Namun buat sebagian ibu yang merasa kesulitan membagi tugas dan waktu antara pekerjaan dengan urusan rumah dan anak-anak, WFH memperpanjang stres!

Masih merangkap jadi guru di rumah dampingi anak SFH

Meski hampir seluruh sekolah di Indonesia, terutama DKI Jakarta sudah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka, sebagian besar ibu termasuk ibu bekerja belum sepenuhnya mengizinkan anak untuk mengikuti aktivitas tersebut. Sehingga peran menjadi ibu bekerja sekaligus merangkap guru di rumah untuk mendampingi anak sekolah daring masih terus berjalan hingga akhir 2021.

Baca juga: INFOGRAFIK: Tanda-Tanda Anak Remaja Mengalami Pelecehan Seksual

Program Prakerja membuka kesempatan ibu bekerja menambah skill

Kartu Prakerja adalah salah satu program Pemerintah yang terdiri atas bantuan pelatihan dan insentif pasca pelatihan selama 4 bulan berturut-turut. Program ini kemudian dijadikan salah satu tools untuk ibu bekerja menambah skill sebagai bekal di kemudian hari. Sebagian besar ibu bekerja memang memiliki pemikiran untuk resign, dan menjadikan skill baru dari program pelatihan Prakerja sebagai modal awal untuk membuka usaha. Beberapa program Prakerja yang banyak diambil oleh ibu bekerja adalah pelatihan UMKM, digital marketing, hingga kelas membuat roti. 

Ibu bekerja lebih sering burn out

Menurut laporan McKinsey & Co. and LeanIn.Org di Amerika Serikat, sepanjang tahun 2021, baik pria maupun wanita lebih sering mengalami burnout dibanding tahun 2020. Memang, sih, salah satu yang membuat stres adalah kekhawatiran akan ancaman PHK. Tapi ternyata yang paling bikin perempuan di Amerika Serikat burnout adalah tekanan yang diberikan pada ibu bekerja untuk menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak secara bersamaan.

Ibu bekerja resign berjama’ah

Menurut survei bulanan Harvard Business Review di Amerika Serikat, para perempuan berpendidikan tinggi yang memiliki anak kecil diperkirakan akan menjadi kelompok yang mengajukan resign terlebih dulu bila kebijakan full Work From Office kembali diberlakukan. Bagaimana dengan ibu bekerja di Indonesia? Kemungkinan besar di Indonesia tidak terjadi fenomena tersebut, karena sampai saat ini belum ada Jaminan Sosial serta peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru jauh lebih kecil. 

Baca juga: 4 Alasan Kenapa Ibu Bekerja Tidak Ambil Cuti. Jangan Dibiasakan, Ya!

Berita baik untuk ibu bekerja yang diPHK

Good news! Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang akan dimulai pada 2022. Terdapat 3 manfaat utama dari program pemerintah ini. Mommies bisa akses di sini, ya, untuk info detil manfaatnya. 

Photo by Brian Wangenheim on Unsplash

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top