Waspada Bahaya Gaslighting, Pelecehan Emosional Dalam Hubungan

Marriage

Sisca Christina・16 Oct 2020

detail-thumb

Parahnya gaslighting bisa sampai membuat korban mempertanyakan kewarasannya sendiri. Kenali tanda, contoh dan tahapan gaslighting.

Gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional dalam suatu hubungan. Tindakan memanipulasi seseorang secara psikologi dengan memaksa mereka untuk mempertanyakan pikiran, ingatan, persepsi, dan peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Pelaku gaslighting menggunakan penyangkalan, penyesatan, kontradiksi dan informasi yang salah untuk mengacaukan korban, hingga mereka mempertanyakan kewarasan mereka sendiri. Duh! :(

Awalnya, saya pikir ini hanya ada di film-film. Rupanya, ini eksis di dalam hubungan asmara atau pernikahan yang real di sekitar kita. Buat Mommies yang sedang merasakan kejanggalan dalam hubungan, coba cek, apakah tanda-tanda yang dialami mengarah pada gaslighting seperti berikut.

Baca juga: Silent Killer Dalam Pernikahan

Tanda-tanda

Dilansir dari healthline.com, Robin Stern, PhD, seorang psikoanalis sekaligus Co-founder dan Associate Director for the Yale Center for Emotional Intelligence, menjabarkan tanda-tanda seseorang mengalami gaslighting:

  • Tidak lagi merasa seperti Anda yang dulu.
  • Menjadi lebih cemas dan kepercayaan diri merosot.
  • Sering bertanya-tanya apakah Anda terlalu sensitif.
  • Merasa semua yang Anda lakukan salah.
  • Jika ada yang salah, Anda selalu berpikir itu salah Anda.
  • Sering meminta maaf.
  • Merasa ada sesuatu yang salah, tetapi tidak dapat mengidentifikasinya.
  • Sering mempertanyakan apakah tanggapan Anda kepada pasangan Anda sesuai (misalnya: “apakah saya terlalu tidak masuk akal?” atau “apakah saya tidak cukup mencintai?”).
  • Membuat alasan untuk mentolerir perilaku pasangan Anda.
  • Menghindari memberikan informasi kepada teman atau anggota keluarga agar tidak dikonfrontasi tentang pasangan Anda.
  • Merasa terisolasi dari teman dan keluarga.
  • Semakin sulit untuk membuat keputusan.
  • Merasa putus asa dan tidak dapat menikmati aktivitas kesukaan Anda.
  • Contoh gaslighting

    Pelaku gaslighting tahu benar kerentanan emosi dan titik lemah Anda. Itu yang kemudian digunakan untuk melawan Anda dengan cara membuat Anda meragukan diri sendiri bahkan kewarasan Anda. Beberapa contoh gaslighting termasuk:

  • Meremehkan perasaan Anda
  • Buat pelaku, perasaan Anda nggak penting buat dijaga. Ketika Anda berbuat sesuatu, dengan mudahnya ia berceloteh: "Nah, terima deh akibatnya. Kamu sekarang menyesal, kan?"

  • Memberitahu Anda bahwa orang-orang ngomongin Anda di belakang Anda
  • Misalnya dengan bilang "Loh emang kamu nggak tahu, itu semua keluarga ngomongin kamu, mereka pikir aku jahatin kamu,” dengan tujuan Anda setuju dengannya dan bahwa pemikiran keluarganya dan tuduhan Anda terhadapnya, salah.

  • Mengatakan hal-hal yang kemudian dibantahnya sendiri
  • "Saya nggak ngomong begitu, lho. Kamu ngomong apa, sih, jangan-jangan ngelindur ya?” Otomatis ini bikin Anda bingung dan meragukan apa yang anda dengar dan yakini.

  • Menyembunyikan benda dari Anda, lalu pura-pura nggak tahu
  • "Serius, kamu kehilangan dompet lagi? Pasti deh kebiasaan taruhnya nggak benar. Kecerobohan kamu tuh mulai mengkhawatirkan, tau nggak?”, tujuannya untuk membuat Anda yakin Anda memang teledor. 

  • Mengatakan bahwa Anda pernah atau tidak pernah berada di tempat tertentu, padahal itu tidak benar
  • "Hah, kita belum pernah ke tempat itu. Jadi kamu pergi sama siapa, tuh?!” 

    Pelaku gaslighting biasanya memiliki gangguan psikologis

    Para gaslighter ini sangat mungkin memiliki gangguan psikologis yang disebut gangguan kepribadian narsistik. Percaya bahwa mereka sangat penting dan dunia berpusat pada mereka. Mereka mementingkan diri sendiri, tidak berempati dan tidak berminat memahami apa yang dirasakan atau dialami pasangannya. Mereka sering menggunakan manipulasi sebagai cara untuk mencapai tujuan pribadi mereka.

    Pada orang bermental stabil, biasanya gaslighting dilakukan sebagai upaya menutupi kebohongan, misalnya perselingkuhan. Malahan, mereka menuduh pasangannya yang melakukan perselingkuhan atau hal buruk lainnya, padahal merekalah yang melakukan itu.

    Tahapan manipulasi yang dilakukan para pelaku gaslighting

    Tahap 1: Berbohong dan berlebihan

    Tahap 2: Sering mengulangi

    Tahap 3: Meningkat ketika ditentang

    Tahap 4: Memanfaatkan korban

    Tahap 5: Membentuk hubungan saling bergantung

    Tahap 6: Memberi harapan palsu

    Tahap 7: Mendominasi dan mengontrol

    Ngerinya lagi, korban gaslighting bakal sulit mendeteksi dan memercayai bahwa ia terjebak dalam permainan manipulasi oleh pasangannya sendiri. Karena pasangan dianggap sebagai orang terdekat yang mencintai dan melindungi, sehingga keyakinan ini bisa memburamkan kepekaan korban untuk membaca sinyal gaslighting. Terlebih jika hubungan sudah berlangsung lama.

    Jika Anda adalah korban gaslighting, segeralah mencari bantuan yang bisa dipercaya seperti berkonsultasi dengan psikolog. Setelah itu tanyakan kembali pada diri Anda: layakkah hubungan ini dipertahankan?