Kenali Faktor Individu dan Faktor Situasi Penyebab Perselingkuhan

Marriage

fiaindriokusumo・28 Sep 2020

detail-thumb

Ada beberapa faktor individu dan faktor situasi yang bisa meningkatkan risiko seseorang berselingkuh dan menjadi penyebab perselingkuhan.

Beberapa waktu lalu Instagram @mommiesdailydotcom sempat ramai ketika kami posting mengenai Alasan Suami Selingkuh di Saat Istri Hamil. Banyak yang marah karena dianggap penulisnya (yaitu saya :D) dan juga psikolognya mendukung perselingkuhan. Padahal bukan itu niatnya.

Kalau menurut Nadya Pramesrani, Psikolog Pernikahan dan Keluarga dari Rumah Dandelion, selalu ada alasan yang mendasari seseorang bersikap tertentu, termasuk selingkuh. Tapi punya alasan bukan berarti membenarkan. Bukan berarti selingkuh jadi sah dilakukan.

Namun, mengetahui alasannya membantu kita untuk paham kenapa perselingkuhan itu terjadi, lantas dari situ kita bisa tahu langkah kuratif berikutnya apa yang bisa dilakukan dan bagaimana.

Setelah membahas alasan selingkuh dan tanda-tanda pasangan selingkuh, selanjutnya Nadya mengangkat topik yang nggak kalah menarik, hehehe, tentang faktor individu serta faktor situasi yang bisa meningkatkan risiko seseorang berselingkuh. Berikut beberapa di antaranya yang bisa menjadi penyebab perselingkuhan:

Faktor Individu

  1. Pecandu dengan issue self control,
  2. Attachment style (Anak yang tumbuh dengan insecure attachment berisiko untuk memiliki commitment issue),
  3. Trauma masa kecil (Anak yang mengalami kekerasan berisiko untuk berselingkuh karena berkaitan dengan point nomor dua di atas,
  4. Paparan terhadap perselingkuhan di masa kecil (Mungkin anak menyaksikan salah satu orangtuanya selingkuh),
  5. Gangguan mental (Ada beberapa kondisi mental disorder yang bergejala perilaku impulsif, yang bisa diwujudkan dalam bentuk melakukan perselingkuhan), dan
  6. Isu psikologis atau kepribadian (Misal, seseorang dengan kepribadian narcissistic yang sangat self oriented dan sulit berempati, berisiko melakukan perselingkuhan)

Harap dicatat ya: BUKAN berarti seseorang yang punya faktor-faktor risiko di atas ini PASTI akan selingkuh.

Faktor situasi

  1. Lingkungan pertemanan di sekitarnya yang juga banyak melakukan perselingkuhan, membuat seseorang bisa jadi menganggap normal kondisi perselingkuhan ini.
  2. Saat seseorang intens menghabiskan waktu berdua dengan lawan jenis. Hubungan yang awalnya biasa-biasa saja, tidak ada niat untuk nakal, tapi karena sering berdua (makan bareng, kerja bareng dan lainnya) maka lama-lama bisa menimbulkan rasa nyaman yang muncul melewati batas hubungan pertemanan atau hubungan profesional.

Jadi kembali lagi, dengan mengetahui faktor-faktor pemicu, apa penyebabnya, kita bisa berupaya meminimalkan risiko yang akan terjadi.

Baca juga: 7 Jenis Perselingkuhan

Lalu, habis baca ini jadi merasa insecure, harus bagaimana dong ketika muncul perasaan insecure, mungkin karena perilaku pasangan?

Insecurity biasanya datang ketika seseorang merasa dirinya tidak cukup baik untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang lain. Perasaan ini bisa dipicu, salah satunya oleh pasangan, tapi umumnya penyebab awal insecurity biasanya goes awaaaaaay back from our current situation.

Bisa jadi itu berkaitan dengan masa kecil kita dan hubungan kita dengan orang tua atau dengan hubungan kita yang dulu-dulu. Penting untuk menyelesaikan isu masa lalu terlebih dulu.

Tapi beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Take stock of your value. Lihat kelebihan, kekuatan dan kualitas positif apa yang kita punya. PASTI ADA!
  2. Tingkatkan rasa berharga dan percaya diri. Appreciate and celebrate your success.
  3. Keep your independence. Sebagai individu mandiri, bukan hanya pada saya istrinya siapa, saya suaminya siapa, saya anaknya siapa, saya orangtuanya siapa. Tapi saya adalah …
  4. Yakin pada diri sendiri!

Bagi saya pribadi, sebelum ada issue perselingkuhan, masalah di dalam sebuah hubungan selayaknya dicari sumber masalah lalu solusi. Solusi bisa mengakhiri hubungan atau memperbaiki hubungan, tapi tidak dengan berselingkuh.

Baca juga: Fakta Tentang Open Relationship di Pernikahan