Stop Burnout! Ini Cara Mengatur Waktu Istirahat Selama Kerja di Rumah

Work & Career

annisast・24 Sep 2020

detail-thumb

Kerja di rumah 6 bulan meski rasanya tenang karena tak perlu keluar dan bertemu virus, lama-lama mau meledak juga.

Maklum, dulu kerja kan bukan sekadar kerja ya. Ada proses dandan, pilih baju dan sepatu, haha hihi di sela-sela pekerjaan, sampai berghibah di meja makan siang. Sekarang semua itu hilang dan rasanya di rumah kok hanya kerja dan urus anak saja. Breaknya kapan? Lama-lama kok burnout makin terasa ya.

Dari helpout.org, burnout adalah kondisi emosi, fisik, dan mental yang kelelahann karena stres berkepanjangan. Biasanya terjadi karena terasa terlalu banyak yang harus dilakukan, lelah secara emosi, dan tidak bisa memenuhi tuntutan pekerjaan. Kalau sudah burnout, produktivitas menurun, energi habis, dan rasanya sulit sekali melakukan sesuatu. Kita juga jadi lebih sensitif, sinis, dan rasanya sudah tidak bisa bekerja lagi.

Itu sebabnya istirahat itu sangat kita butuhkan sekali. Agar kita berhenti dulu dari pekerjaan dan bisa refresh kembali. Penting karena tanpa beristirahat, bisa jadi kita malah tidak fokus. Pekerjaan yang seharusnya selesai sebentar malah jadi molor tidak selesai-selesai.

Dari fastcompany.com, ide break dari Elizabeth Grace Saunders ini bisa ditiru. Elizabeth membagi 5 waktu istirahat dalam sehari:

Istirahat pagi

Bangun tidur kok sudah istirahat? Istirahat pagi ini bukan menambah jam tidur tapi justru bangun dengan mindful. Banyak yang mengaitkan hal ini dengan tidak memeriksa ponsel tepat saat bangun tidur. Mommies bisa membuat kopi, duduk sejenak menatap ke luar jendela, atau melakukan olahraga ringan. Pagi yang tenang bisa mempengaruhi mood seharian, kan?

Berhenti di antara pagi dan jam makan siang

Sebelum jam makan siang, pastikan berhenti sesaat untuk mengisi ulang minum, stretching, alihkan pandangan dari laptop 5-10 menit. Jangan jadi scroll media sosial ya mom! Scroll media sosial biasanya membuat kita sulit kembali fokus dan malah membuang-buang waktu. Mommies juga bisa menggunakan the Pomodoro Method di mana kita memasang timer setiap 25 menit untuk beristirahat selama 5 menit. Istirahat yang disengaja ini membuat otak berhenti dulu sesaat dan tidak mumet.

Istirahat makan siang

Makan siang jam 12 hingga jam 1, pastikan berhenti dulu bekerja! Jangan cek email jangan balas chat. Fokus makan siang dan beraktivitas yang lain dulu. Bisa bermain bersama anak atau melakukan hal lain seperti berjalan kaki ke luar rumah atau menatap tanaman di rumah. Satu jam ini kalau digunakan dengan efektif bisa membuat kita semangat kembali bekerja di jam 1 siang.

Istirahat sore

Jam 3 adalah waktu-waktunya ngantuk benaarrr? Di kantor, godaannya adalah jajan sore (halo, boba?) di rumah, godaannya adalah tidur siang. So far kalau diturutin tidur siang beberapa menit saja, saya sih bangunnya malah tidak segar dan pekerjaan jadi keteteran. Kecuali kalau mommies terbiasa power nap 10-15 menit dan bangun tanpa rasa pusing ya.

Saat istirahat sore ini, mommies bisa stop dulu bekerja, chatting dengan teman tanpa bicara pekerjaan, main game sejenak, sebelum kemudian melanjutkan bekerja.

Istirahat malam

Sebisa mungkin efisienkan waktu untuk hanya bekerja di jam kerja ya! Idealnya di jam makan malam, mommies sudah menyelesaikan pekerjaan hari itu dan beristirahat. Bisa membaca buku, bermain bersama anak, atau me time lain sebelum akhirnya tidur. Pastikan tidur 8 jam sehari karena tidur cukup membuat hari esok lebih produktif!

Kalau mommies sudah merasa sangat burnout dan stres dalam pekerjaan. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater ya! Selain fisik, kesehatan mental juga harus sangat diperhatikan selama pandemi ini. Sehat selalu, moms!

Baca juga:
4 Alat Bantu Bercinta, Agar Seks Kala Pandemi Jadi Luar Biasa
Cara Ampuh Menghindari Kumpul Keluarga yang Tak Perlu di Masa Pandemi
Ini Jadwal Harian Saya Sebagai Freelancer Selama Pandemi