Tahun Ajaran Baru, Kembali ke Sekolah atau Tetap di Rumah?

Kegalauan ibu-ibu beberapa minggu terakhir ya. Kalau sekolah dibuka, apakah berani untuk pergi dan belajar di sekolah seperti biasa?

Tahun ajaran baru akan dimulai di 13 Juli 2020, itu sudah pasti. Sejauh ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak menunda tahun ajaran baru. Hanya saja, proses pembelajarannya yang tetap dilakukan di rumah.

Drama Anak Usia Pra Sekolah - Mommies Daily

Hal ini ditegaskan oleh Plt Dirjen PAUDDASMEN Kemendikbud Hamid Muhammad. Menurutnya, sekolah di zona merah tidak akan dibuka dan pembelajaran dilakukan jarak jauh/dari rumah. Sementara sekolah di zona hijau (zona tanpa Covid-19 sama sekali) baru akan dibuka secara tatap muka seperti biasa.

Pernyataan Kemendikbud seiring dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). IDAI dengan tegas menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan skema pembelajaran jarak jauh setidaknya sampai Desember 2020. IDAI juga menyatakan, pembukaan kembali sekolah baru dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus Covid-19 sudah menurun.

Ini jelas belum tahu kapan ya, mom karena setiap harinya jumlah penderita masih terus bertambah. Bagaimana dengan anak-anak kita di rumah?

Saya sudah banyak sekali mendengar orangtua yang terbagi dua kubu, yang mati-matian tak ingin anak kembali ke sekolah dan rela ketinggalan pelajaran setahun, dan yang ingin sekolah kembali seperti biasa karena orangtua harus bekerja di kantor seperti biasa.

Apa pun pilihan mommies, jangan saling menghakimi ya! Kita tidak tahu apa yang dihadapi orang-orang yang sudah kembali bekerja sehingga ingin anak kembali sekolah biasa. Yang jelas, keduanya tidak mencerminkan seberapa sayang kalian pada anak. Apa pun pilihannya, saya yakin benar, sudah melalui pertimbangan matang dan bukan ukuran besarnya kasih sayang.

Semoga semua sehat selalu ya!

Baca juga:
Kocaknya Tugas Sekolah Anak Selama Belajar dari Rumah
Aturan Sekolah di Negara Lain yang Bikin Iri (*Colek Pak Nadiem)
Sekolah Juga Bertanggung Jawab Mengajarkan Sikap Inklusif pada Murid


Post Comment