Pasutri di Texas Tewas Tertembak Saat Melindungi Bayi Mereka dari Serangan Teroris

Andre dan Jordan Anchondo, harus berpisah selamanya dengan tiga anak mereka lantaran kisah memilukan. Tewas ditembus peluru, ketika melindungi si bungsu Paul dalam pelukan.

Andre dan Jordan Anchondo - Mommies Daily

Alkisah pasangan suami istri, Andre dan Jordan Anchondo sedang belanja perlengkapan pesta ulang tahun anak pertamanya yang berusia enam tahun. Setelah mereka mengantar si sulung ke tempat latihan pemandu sorak. Mereka bersama anak bungsunya berusia dua bulan, pergi ke Walmart di El Paso Texas. Di sinilah mereka meregang nyawa, akibat tembakan membabi buta dari seorang teroris yang sengaja menyerang para imigran latin.

Penembak yang teridentifikasi oleh pihak polisi setempat bernsama Patrick Crusius, seperti yang dilansir dari scarymommy.com, memang menyasar sebanyak mungkin orang Spanyol (Hispanik). Di antara 20 korban yang berjatuhan adalah Andre dan Jordan. Peluru menembus tubuh  Jordan, karena melindungi Paul, dan Andre yang berusaha melindungi Jordan. Paul selamat, tapi mengalami cedera patah di beberapa jarinya, karena tertindih tubuh ibunya. Kini Paul bersama keluargana, bersama dua saudaranya yang berusia satu dan enam tahun.

Andre dan Jordan Anchondo - Mommies Daily

Pasutri ini belum lama merayakan ulang tahun pernikahannya yang pertama. Dan Andre baru saja membangun rumah, untuk keluarga mereka termasuk anak perempuan Jordan dari hubungan sebelumnya. Jordan menuai pujian dari keluarga Andre, karena kehadiran dirinya lah, Andre lebih semangat dalam menjalani hidup, termasuk bisnis yang baru saja ia rintis.

Sheriff El Paso, Richard Wiles menyatakan kemarahannya. Ia bilang ini adalah masalah serius, yang dihadapi bangsa. Berhadapan dengan orang-orang yang membunuh orang lain, hanya karena perbedaan warna kulit.  

Penembakan di El Paso, yang terjadi pukul 10.00 waktu setempat bukan satu-satunya yang terjadi dalam 13 jam selama akhir pekan, 3 Agustus 2019 di Amerika. Yang lainnya terjadi di Dayton, Ohio. Seorang laki-laki berbaju besi dan bersenjata, melepaskan tembakannya ke kerumunan distrik hiburan. Peristiwa ini memakan Sembilan korban jiwa, dalam waktu 30 detik, sebelum kepolisisan setempat berhasil melumpuhkan pelakunya.

 


Post Comment