10 Bahan Makanan Berbahaya untuk Bayi

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Jangan atas nama influencer A atau B memberikan bayinya jenis makanan ini lantas kita jadi latah ikutan tanpa merasa perlu memastikan apakah aman atau tidaknya.

Peralatan ‘perang’ MPASI, check.

Menu satu minggu pertama MPASI dan bahan makanannya, check.

Informasi tentang tanda-tanda kesiapan bayi yang sudah siap MPASI, check.

Kamera dan media sosial untuk mengabadikan momen makan pertama bayi, check! (Untuk yang terakhir kayaknya jadi hal wajib yang biasanya dilakukan oleh semua ibu, hayo ngaku..Hahaha)

Rasanya, sih, semua persiapan sudah dilakukan. Setelah diingat-ingat, ternyata ada satu hal yang kurang, yaitu makanan yang berbahaya untuk bayi yang sedang dalam masa MPASI. Padahal, ini adalah satu hal penting yang tak boleh terlewatkan.

Makanan-makanan ini berbahaya karena beberapa ada yang berisiko mengakibatkan tersedak, ada juga yang bisa menimbulkan alergi pada bayi dan sebagian lagi bisa mengakibatkan penyakit serius lainnya. Seram, kan?!

Meskipun demikian, makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi ini tidak semua mutlak harus dihindari. Biasanya, seiring dengan bertambahnya usia dan kemampuan makan bayi, makanan tersebut sudah mulai bisa diberikan dengan catatan: diawasi. Atau, bisa saja makanan tersebut kemudian masuk dalam menu atas saran dokter. Tapi, bagi saya sendiri, saya memilih menyimpan daftar makanan di bawah ini sebagai jaga-jaga. (Juga untuk mengingatkan mbak di rumah untuk tidak mencoba memberikannya saat saya sedang tidak di rumah.)

10  Bahan Makanan Berbahaya untuk Bayi - Mommies Daily

Daftar makanan yang berbahaya bagi bayi di bawah 12 bulan:

Madu

Meskipun madu tergolong makanan alami yang memiliki banyak manfaat, namun madu tidak boleh diberikan pada bayi usia kurang dari 1 tahun. Sebab, madu mengandung spora bakteri Clostridium Botulinum yang dapat menyebabkan botulisme. Spora bakteri yang tertelan bayi ini dapat berkembang dan memperbanyak diri di dalam usus bayi. Bayi yang terkena racun dari bakteri ini biasanya akan menunjukkan gejala awal seperti konstipasi, lesu dan tidak nafsu makan. Di atas usia 1 tahun, saat pencernaan bayi sudah lebih berkembang, spora bakteri yang masuk tidak lagi berkembang karena mikroorganisme normal dalam usus dapat mencegahnya.

Telur, daging atau ayam mentah

Sumber protein hewani yang tidak dimasak sempurna juga sebaiknya tidak diberikan pada bayi. Makanan mentah ini sangat mungkin mengandung bakteri salmonela yang berbahaya bagi pencernaan bayi.

Ikan yang mengandung merkuri

Ikan yang biasanya mengandung tinggi merkuri adalah ikan yang hidup di perairan laut dalam. Seperti ikan tuna, makarel, ikan todak dan ikan hiu. Iya, sih, rasanya tidak mungkin memberikan ikan semacam ini pada bayi, kecuali ikan tuna. Ada beberapa resep makanan bayi yang masih merekomendasikan ikan tuna sebagai bahannya. Di dalam tubuh, merkuri bisa menjadi racun yang mengganggu kerja otak dan sistem saraf.

Baca juga:

5 Ikan Lokal Terbaik untuk MPASI!

Jus buah

Jus buah menjadi salah satu minuman yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 1 tahun. Pernyataan ini pertama kali dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) pada bulan Mei 2017. Yang dimaksud jus buah di sini adalah jus buah segar yang biasanya menjadi menu andalan bayi di sore hari. Ini karena menurut banyak penelitian, jus buah memberikan kekhawatiran terhadap kesehatan gigi anak dan meningkatnya angka obesitas.

Gula tambahan

Hampir sama dengan jus buah, gula tambahan juga tidak direkomendasikan diberikan pada bayi. Bayi sebetulnya belum memerlukan tambahan gula dalam makanan sehari-harinya. Untuk mengenalkan rasa manis, saya memilih untuk mengenalkannya lewat buah atau sayur yang memiliki rasa manis alami.

Susu sapi segar

Susu sapi segar yang belum melalui proses pengolahan dan sterilisasi sempurna tidak boleh diberikan pada bayi. Selain masih berisiko mengandung bakteri, susu segar juga miskin akan zat gizi yang dibutuhkan bayi seperti zat besi, dan asam folat untuk pembentukan sel darah merah dan kebutuhan tubuh lainnya.

Biji-bijian dan kacang-kacangan

Kedua jenis bahan makanan ini memang menarik. Sayangnya, makanan ini merupakan jenis makanan yang harus dihindari karena berisiko mengakibatkan tersedak pada bayi, sebelum ia pandai mengunyah dan menelan makanan.

Buah dan sayuran keras

Sama seperti biji-bijian dan kacang-kacangan, buah potong mentah dan sayuran keras juga berisiko menyebabkan tersedak pada bayi. Ini termasuk anggur utuh, wortel potong, apel mentah potong dan pir mentah potong. Selain buah dan sayur, potongan daging dan keju juga memiliki dampak yang sama pada bayi.

Permen dan popcorn

Dua makanan ini juga termasuk makanan yang berisiko mengakibatkan tersedak. Selain itu, permen yang sudah jelas hanya berisi gula tidak direkomendasikan untuk bayi.

Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, bacon, dan nugget jelas tidak disarankan karena mengandung lemak jenuh dan natrium yang tinggi.

Baca juga:

Ternyata Ini Dia Kekeliruan Ibu Baru Dalam Memberikan MPASI


Post Comment