What’s New This Week?

Mulai dari mesin pembuat kopi, asuransi pendidikan anak dan belajar mengelola sampah di Hari Peduli Sampah Nasional.

what's new this week - Mommies Daily

1. Nespresso, bikin kopi dengan sentuhan jari

Siapa di antara mommies yang pagi harinya, “tergantung” sama segelas cafein? Sebagian mungkin sudah familiar dengan Nespresso, mesin pembuat kopi, yang dulu hanya bisa dibeli di Singapura. Tapi sekarang mereka hadir, di Plaza Indonesia. Yang menurut saya bikin unik, kopinya berasal dari ampul berwarna-warni. Dikemas dalam alumunium yang “mengikat” rasa dan aroma, sehingga menghasilkan minuman kopi yang bercita rasa tinggi. Saya bisa bilang seperti ini? karena sudah mencoba langsung. Ada lebih dari 25 jenis kopi yang bisa mommies pilih dalam ampul, mulai dari kopi asal mancanegera  dan tentu kopi dari Indonesia. Pilihan harga mesin kopinya, dari 1.999.000 hingga 6.999.000.

what's new this week - Mommies Daily

2. Kolaborasi BCA dengan AIA, hadirkan asuransi pendidikan anak

Pusing nggak, sih, sama biaya pendidikan yang naik setiap tahunnya? Karena inflasi 10%-15%! *puk puk berjamaah dulu. Nggak heran, ya, berbagai cara ditempuh untuk mengumpulkan biaya pendidikan tersebut. Salah satunya lewat asuransi pendidikan.

Direktur BCA Suwignyo Budiman bilang, menurut data masih banyak lho ternyata masyarakat Indonesia, yang tingkat pendidikannya hanya sampai SD. Penyebab utamanya, karena biaya pendidikan yang kian melonjak setiap tahunnya. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan, generasi muda Indonesia, harus punya bekal pendidikan yang mumpuni, karena kita sedang bicara persaingan global. Karena itu BCA dan AIA Financial meluncurkan asuransi pendidikan Proteksi Edukasi Maksima (EduPlan).

Dengan membayar premi yang jumlahnya tetap, selama 5, 10 atau 15 tahun, EduPlan memberikan jaminan pasti pemberiaan manfaat dana pendidikan dengan empat kali pembayaran, yaitu sebsar 80% UP di usia 18, 40% UP di 19, 40% UP di 20 dan 40% UP di usia 21. Selain itu, manfaat lain yang diberikan pembebasan premi apabila terjadi risiko pada pemegang polis.

bbw

3.Big Bad Wolf 2019

Untuk keempat kalinya, bazaar buku terbesar di dunia Big Bad Wolf, kembali diselenggarakan. Berkat tingginya antusiasme masyarakat Indonesia, tahun 2019 ini, Big Bad Wolf hadir kembali dengan membawa 5,5 juta buku sepanjang hari 24 jam non stop pada 1-11 Maret 2019 di ICE BSD Hal 6-10, Tangerang. Diskon yang ditawarkan pun menarik banget, mulai dari 60-80% untuk semua buku impor.

Tahun lalu Big Bad Wolf berhasil mendatangkan 700 ribu pengunjung. Tahun ini targetnya akan ada 1 juta
pengunjung yang hadir. Masih membawa misi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bazaar buku Big
Bad Wolf hadir untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia, terutama anak-anak. Soalnya miris
banget deh, berdasarkan data UNESCO, minat baca anak Indonesia cuma 0,01%. Artinya, cuma 1 dari 10 ribu
anak yang punya minat baca.

Untuk semakin meningkatkan minat baca anak Indonesia, ada yang spesial dari penyelenggaraan Big Bad Wolf tahun ini. Akan ada Buku Ajaib Little Hippo. Buku ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang merupakan terobosan terbaru dalam menyajikan cerita dan pembelajaran menjadi lebih interaktif serta mengembangkan imajinasi anak-anak. Jadi dengan bantuan aplikasi yang bisa diunduh di ponsel, karakter dalam buku bisa hidup. Dijamin anak-anak pasti suka deh. Yuk, moms dicatat tanggalnya, kita ketemu di Big Bad Wolf 2019, ya.

 

what's new this week - Mommies Daily

4. Aksi Bukalapak di Hari Peduli Sampah Nasional

Ada yang sudah memulai mengolah sampah rumah tangga? Minimal, memisahkan sampah yang kering dan basah. Fakta terkini seputar sampah, memprihatinkan, deh mommies. Kata Tasya Kamila , Duta Lingkungan Hidup, 0,8 – 1 kg per orang per minggu menghasilkan sampah. Tapiii, 75% masyarakat Indonesia belum mengelola sampah rumah tangga. Padahal, Tasya bilang sampah yang tidak dikelola, dan hanya berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) hanya akan “memindahkan masalah”. Karena mengandung zat aktif yg berbahaya.

Terkait isu di atas, Bukalapak sebagai perusahaan teknologi terbesar di Indonesia ambil porsi dalam isu keberlanjutan lingkungan, dan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional. Berkolaborasi dengan  Weekend Workshop (WEWO) / Kertabukufoundation & Tasya Kamila, mengajak masyarakat untuk mengurangi volume sampah, dengan cara mengelola barang tak terpakai dan sampah rumah tangga, dalam Workshop Bukalapak “Trash to Treasure”. Sampah berupa plastik, bubblewrap, kardus dll bisa “disulap” menjadi barang yg punya fungsi baru, seperti tas belanja atau pouch.

Selain itu, mommies bisa mulai dari rumah dengan cara termudah. Tasya bilang lakukan beberapa langkah ini:

-Reduce: kurangi sampah. Saat membeli barang, usahakan yang minim sampah.
-Reuse: beli barang, yang bisa digunakan berulang kali (sedotan stainless, tumbler, dan lain-lain)
-Recylce: mengubah sampah organik, menjadi pupuk.

Untuk memisahkan sampah di rumah, supaya nggak bingung. Mulai dulu dengan dua jenis tempat berbeda. Satu untuk sampah organik (kulit buah, sayuran, dan lain-lain). Dan satu lagi non organik (plastik, botol kaca, dll). Khusus sampah non organik, kalau bingung mau diapain, mommies lho menyumbangkan ke WEWO. Mereka yg akan kelola sampah2 tadi, jadi barang-barang yg bisa digunakan. Semoga makin banyak pihak yang peduli dengan pengelolaan sampah, ya. Supaya, anak cucu kita kelak, masih bisa menghirup udara segar & sehat

 


Post Comment