Serba-serbi Menstrual Cup, Bisa Bikin IUD Jebol?

Karena sedang belajar tentang zero waste lifestyle, sejak tahun lalu saya penasaran sekali pada menstrual cup. Tapi masih ragu-ragu untuk membeli.

Karena waktu itu tidak ada orang dekat saya yang sudah pakai jadi tidak bisa tanya testimoni langsung. Sampai Associate Editor Female Daily Network, Andien beli dan saya akhirnya tanya-tanya.

Di luar kenyamanan (nyaman kok katanya!), Andien bilang jangan salah pilih ukuran. Karena ada ukuran berbeda untuk perempuan yang sudah pernah melahirkan. Andien juga bilang untuk cari tahu dulu tentang hubungannya dengan IUD.

menstrual cup

Duh, kalau sampai ada hubungannya dengan IUD sih saya jadi mayan panik ahahaha. Akhirnya saya bertanya pada dokter kandungan. Sebelum membahas soal IUD, kita bahas sekilas dulu yuk soal menstrual cup ini.

Apa itu menstrual cup?

Menstrual cup adalah cangkir kecil yang terbuat dari silikon. Gunanya untuk menampung darah menstruasi. Yesss, cangkir ini dilipat, dimasukan ke dalam vagina, dan diputar hingga sealed dan tidak ada udara bisa keluar. Dengan demikian, menstrual cup tidak akan bocor bila sesuai ukuran dan dipakai dengan benar.

Apa bisa menstrual cup dipakai olahraga?

Bisa dipakai untuk berkegiatan apapun bahkan untuk berenang! Karena terbuat dari silikon, dia jadi semacam suction di dalam vagina. Seharusnya tidak akan bocor sama sekali bahkan kalau kita akan olahraga yang harus hand stand seperti yoga misalnya.

Kenapa harus pakai menstrual cup?

Pembalut dan tampon itu sangat sangat tidak ramah lingkungan karena pemakaiannya yang cenderung boros untuk tetap higienis. Dalam satu kali siklus menstruasi saja berapa banyak pembalut yang kita buang.

Bayangkan ada berapa jumlah perempuan menstruasi di seluruh dunia setiap harinya? Membayangkan jumlah sampah pembalut dari seluruh dunia saja saya stres.

Menstrual cup bisa menahan darah hingga 12 jam. Jadi tak perlu lagi repot mengganti pembalut setiap beberapa jam ketika menstruasi sedang banyak-banyaknya.

Menstrual cup juga lebih irit karena hanya beli sekali. Kalau dari merek ternama, berkisar 500 – 750 ribu rupiah. Selama tidak rusak ya masih bisa digunakan selama bertahun-tahun.

Mensterilkannya pun hanya cukup dengan direbus di air mendidih, seperti mensterilkan botol susu. Dan tidak perlu disteril tiap hari, sebulan sekali sebelum atau sesudah menstruasi pun tidak apa-apa.

Apa kekurangannya?

Jika belum terbiasa, katanya akan agak kurang nyaman memasukkan dan mengeluarkannya. Harus juga berhati-hati saat mengeluarkannya agar darah tidak tumpah. Paling aman, keluarkan saat sambil duduk di kloset atau berdiri di toilet.

Mommies yang punya alergi tertentu juga sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter karena khawatir jadi alergi pada bagian dalam vagina.

Nah sekarang pertanyaan terpentingnya nih, benarkah menstrual cup bisa bikin IUD jebol?

Saya nonton beberapa video di YouTube yang menjelaskan cara kerjanya. Ada kemungkinan IUD jebol karena saat membuka menstrual cup, kita harus mencubitnya. Nah kalau benang IUD ikut tercubit, IUD akan bergeser atau malah ikut terlepas.

Sejujurnya saya ngeri sih. Kalau pilih nyampah atau punya anak lagi ya maaf banget saya sih mending nyampah pembalut aja huhu. Belum sanggup kalau harus punya anak lagi.

Riset dari National Center of Biotechnology Information Amerika Serikat di tahun 2012 menunjukkan bahwa perempuan yang memakai menstrual cup, kemungkinan IUD lepasnya sama dengan perempuan yang memakai tampon atau pembalut. Jadi memakai menstrual cup tidak mempertinggi risiko IUD terlepas.

Saya kemarin bertanya pada dokter spesialis kandungan dari Kemang Medical Care dr. Fakriantini Jaya Putri, Sp.OG seputar hal ini. Saya bertanya apa benar menstrual cup berisiko menarik benang IUD hingga lepas? Kemudian apakah kedalaman vagina tiap orang akan berpengaruh?

Nggak juga kalau benangnya nggak panjang. Kalau benang dipotong pendek nggak, kan kalau benangnya panjang kalau berhubungan, suaminya juga berasa. Kedalaman vagina standar, intinya kalau pendek banget, pake IUD juga berasa kalau suami penetrasi,” ujar dokter yang juga founder dari prenatal dan postnatal care mom-id.id.

Namun ia juga menekankan kembali lagi pada kenyamanan dan kepercayaan diri pemakainya.

Tapi tergantung ibunya. Kalau ibunya cemasan, susah. Perasaan kayak waktu mau lepas menstrual cup itu berasa IUD copot. Scary-lah dia sepanjang pake menstrual cup. Intinya makenya harus tepat. Karena menstrual cup itu letaknya kan di vagina bagian bawah, IUD di uterus bukan di vagina. Kalau makainya bener, insya Allah nggak apa-apa,” pungkasnya.

Wah, kayanya saya akan coba beli kemudian bawa ke dokter dan pakai sambil di USG deh untuk memastikan letak menstrual cupnya jauh dari IUD. Hahaha.

Ada yang sudah pernah coba moms?


One Comment - Write a Comment

Post Comment