Tips Tinggal di Apartemen Bersama Anak

Sejak menikah hingga Xylo berusia 3,5 tahun, kami tinggal di rumah kontrakan. Baru beberapa bulan terakhir kami memutuskan pindah ke apartemen.

Rumah kontrakan saya dulu cukup luas. Ada garasi, satu kamar tapi dua lantai. Di lantai kedua sebetulnya bisa jadi satu kamar lagi namun kami memakainya sebagai gudang.

Selain gudang itu masih ada tempat cuci baju dan jemuran. Kecil untuk ukuran rumah, tapi besar untuk ukuran rumah petakan.

tips tinggal di apartemen

Ketika tinggal di apartemen, saya harus menerima kenyataan bahwa 3/4 isi rumah harus dihibahkan pada orang lain karena kami menyewa unit full furnished. Buang sajalah. Barangnya juga nggak ada yang terlalu berharga ahahahaha.

Yang agak kaget justru Xylo. Dia berkali-kali bingung kenapa rumah baru kami di luar berupa gedung besar tapi unitnya kok sempit sekali? Butuh sounding agak lama sampai ia bisa menerima tinggal di tempat yang lebih kecil.

Selain itu, apa lagi tips tinggal di apartemen bersama anak?

Ketinggian

Unit kami ada di lantai 8, akses ke balkon tentu ada dari jemuran. Berkali saya bilang kalau itu bahaya, balkon bukan untuk anak-anak. Satu-satunya cara adalah dengan selalu mengunci balkon KAPAN PUN.

Keributan

Maklum apartemen subsidi ya, dindingnya tipis sekali. Anak-anak berteriak atau menangis ngamuk bisa dengan mudah terdengar antar unit. Kami yang berisik ini harus lebih aware karena ya malu juga ya kalau jadi keluarga yang berisik.

Beritahu anak, keributan bisa mengganggu orang lain. Beri contoh termudah ketika ada teriakan anak lain terdengar, langsung nasihati anak agar tidak melakukan hal serupa.

Lift

Tinggal di landed house, seberapa sering anak naik lift? Paling kalau pas ke mall doang kan ya. Nggak sesering itu. Tapi kalau tinggal di apartemen, lift jadi makanan sehari-hari.

Saya pun membuat skenario apa yang harus dilakukan anak kalau ia tertinggal di lift sendirian. Yang saya ajarkan adalah tetap diam di lift dan jangan keluar sampai ibu dan appa muncul. Ya soalnya repot banget sih kalau dia keluar di lantai random gitu carinya susah. :(

Mengingat nomor unit

Ini krusial karena tower sebanyak itu, rawan banget anak nyasar lari-larian sendiri. Ya namanya anak kecil ya. Jadi pastikan anak untuk mengingat nomor unit apartemen.

Kenalkan juga anak pada security tower untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Ajarkan untuk hormati perbedaan

Apartemen kami melting pot banget. Semua jenis orang ada. Dari perempuan-perempuan berpakaian terbuka (sampai ada plang warning “Dilarang Memakai Pakaian Tidak Senonoh”) hingga perempuan bercadar hidup berdampingan.

Dari orang Indonesia asli hingga orang Afrika, China mainland lengkap semua. Anak-anaknya pun main bareng di playground sama-sama. Jadi salah satu cara untuk belajar menghormati satu sama lain tanpa melihat pakaian atau warna kulit.


Post Comment