Ibu Baru: Saat Mulai Penat, Katakan Hal Ini pada Diri Sendiri

Ditulis oleh: Rachel Kaloh

Tanggung jawab ibu baru itu besar, rentan lelah, stress hingga depresi. Agar tetap waras, yuk katakan hal ini kepada diri sendiri!

Menjadi ibu itu pilihan, karena mempunyai anak itu butuh kekuatan mental. Setidaknya kalimat inilah yang “menghantui” saya ketika si kecil lahir. Saya yakin, nggak sedikit ibu-ibu di luar sana yang seperti saya, terkejut dengan kehidupan sebagai seorang ibu. Bahagia sih sudah pasti, namun dengan rutinitas baru, hidup rasanya berubah 180 derajat. Bukti paling nyata, ucapan selamat atas kelahiran anak saja seringkali dibuntuti dengan kalimat, “Selamat begadang!”

Dengan banyaknya kejutan yang dihadapi saat menjadi ibu baru, kerap membuat mood ibu jadi gampang berubah. Wajar, kok, kalau jadi ibu itu bikin kita jadi punya kebiasaan baru, yaitu menangis di malam hari dan saat suami berangkat kerja, bahkan bila tidak diatasi dengan tepat, bisa berujung pada post-partum depression hingga baby blues.

Ibu Baru - Mommies Daily

Supaya emosi nggak bikin depresi dan supaya tetap waras, yuk, katakan hal ini pada diri sendiri!

Things can wait!

Tinggal hanya berdua dengan suami, jauh dari orangtua, memang lebih rentan membuat emosi seorang ibu jadi tidak stabil. Bagaimanapun juga, yang namanya support system itu penting sekali. Belum lagi, susah banget cari ART tanpa drama. Kalau sudah begini, ingatlah bahwa hal lain bisa menunggu. Kita nggak perlu ambisius buat melakukan semua hal, terutama ketika masih menjalani masa nifas. Kalau memang nggak sempat untuk masak, pesan makanan saja. Nggak sempat nyuci baju seminggu? Nggak dosa, kok! Rumah berantakan? Nggak perlu ngabisin tenaga buat merapikannya, lebih baik tidur ketika si kecil juga sedang tidur. Semua itu bisa ditunda!

Andalkan support system

Bila kita kebetulan memiliki support system, seperti orangtua maupun mertua, andalkan mereka! Tidak perlu sungkan karena kita memang memerlukan bantuan. Dalam hal ini, kita juga perlu mempercayakan apa yang dilakukan oleh support system. Lebih lagi, ibu atau mertua sudah lebih berpengalaman dalam hal mengasuh bayi. Kita sebagai ibu tetap berhak untuk memutuskan segala sesuatunya. Namun, pastikan untuk mengomunikasikan segala hal tentang pengasuhan anak dengan baik supaya tidak mengundang konflik.

Me time tetap harus dilaksanakan!

Bukan maksudnya egois, tapi me time itu kan bentuknya bisa beragam, yang penting bikin kita happy. Sekadar maskeran, belanja online, dan scrolling feed di Instagram juga cukup bisa menghibur diri. Yang penting kita tetap sigap kapanpun dibutuhkan si kecil.

Nggak usah serba buru-buru!

Kalau suami atau orangtua lagi gendong si kecil, sempatkanlah untuk mandi atau makan, nggak usah terburu-buru. Nikmati waktu yang ada tanpa rasa was-was. Si kecil di tangan yang aman kok. Kalaupun ia menangis, tidak perlu panik. Selesaikan dulu yang sedang dilakukan. Hal ini juga berlaku saat kita dan suami ingin bepergian, FYI, punya bayi itu artinya kita butuh waktu untuk bersiap-siap dua kali lipat dari sebelumnya. Jadi, kalau pada akhirnya keluar rumah baru siang hari, ya terima saja, daripada terburu-buru tapi banyak barang-barang yang ketinggalan. Kalau memang mengejar waktu, bangunlah lebih awal.

Beda pengalaman, jangan membandingkan!

Ada tipe ibu baru yang banyak bertanya sana-sini. Memang bagus sih, mungkin maksudnya adalah supaya mendapatkan pencerahan dari sesama ibu. Tapi, jangan sampai semua jawaban dari ibu lain malah membuat diri sendiri jadi nggak yakin dengan apa yang dilakukan selama ini. Beda anak, beda cara. Kita yang paling tahu mana yang paling baik untuk anak sendiri. Tidak perlu membandingkan dengan anak orang lain. Belum tentu juga cara yang dilakukan ibu lain sama hasilnya bila diterapkan pada anak kita. Percaya pada diri sendiri itu penting!

You’re a good mom

Rasanya sih ini sangat penting untuk diucapkan pada diri sendiri, kalau perlu ucapkan kalimat ini setiap hari di depan cermin. Apapun yang kita lakukan, sekalipun ternyata cara yang kita akukan belum tepat, kita tetap ibu yang terbaik yang dimiliki si kecil. Jangan putus asa kalau berat badan si kecil belum bisa mengejar target setiap bulannya, yang penting ada usaha yang terus dilakukan. Tidak usah stres apabila mengalami keluhan selama menyusui, datangi klinik laktasi terdekat untuk mengonsultasikan permasalahan kita. Saat si kecil menangis dan tak kunjung berhenti, minta suami untuk gantian menggendong. Tidak perlu cemas, karena lambat laun, kita pasti akan mengerti keinginan si kecil.


Post Comment