Anak Punya Akun Instagram? Ini 6 Cara Instagram Melindungi Pengguna Anak-anak

instagram-anak

Instagram jadi media sosial yang digandrungi semua usia tak terkecuali anak-anak. Bukan hal yang aneh ketika anak yang baru berusia 6 atau 7 tahun, sudah punya akun Instagram sendiri.

Padahal Instagram dan juga media sosial lainnya adalah dunia yang terlalu luas untuk anak-anak. Banyak hal-hal yang tidak atau belum sesuai untuk konsumsi anak, mungkin mampir di timeline atau di halaman explore.

Rabu, 9 April kemarin, saya hadir di acara yang digelar Instagram bertajuk “Safety on Instagram” dan ternyata Instagram melakukan banyak cara untuk melindungi anak tanpa melarangnya main Instagram.

Apa saja?

1. Filter komentar

Komentar di Instagram itu sudah terfilter otomatis lho! Kata-kata ofensif tidak akan bisa muncul berkat Offensive Comments Filter. Sayang, yang terfilter baru kata-kata berbahasa Inggris. Untuk pengguna berbahasa selain Inggris, komentar masih tetap bisa difilter berdasarkan keyword.

Yang terbaru, Instagram baru saja meluncurkan filter komentar anti bullying. Bedanya, Offensive Comments Filter akan menyaring komentar yang berbau seksual dan ujaran kebencian sementara Anti Bullying Filter bisa menyaring komentar yang menyerang penampilan dan karakter seseorang atau hal yang mengancam kesehatan.

Kalau sudah difilter masih juga muncul komentar kebencian di akun anak, moms bisa menghapus komentar dan melaporkannya langsung. Atau bisa juga dengan menutup seluruhnya kolom komentar sehingga foto tersebut tidak bisa dikomentari.

2. Private account

Akun private lebih mudah dipantau karena butuh approval siapa yang bisa mengikuti akun anak kita. Membuat akun Instagram private juga bisa menghindarkan dari orang-orang yang sekadar “kepo” pada anak kita.

Jika akun diprivate, kita juga lebih mudah untuk me-remove orang dari list followers. Tinggal klik followers, klik tiga titik di sebelah tombol follow, dan klik remove. Maka orang tersebut akan otomatis unfollow akun kita.

3. Report dan block

Buat Instagram anak sebagai dunia yang bisa kita atur sendiri dengan rajin report dan block akun-akun yang dianggap mengganggu. Setidaknya dengan di-report, Instagram bisa tahu ada yang tidak beres dengan akun tersebut. Block account juga menghindarkan orang yang tidak kita sukai kembali ke akun kita.

4. Dukungan kesehatan mental

Pernah coba cek tagar #suicide di Instagram? Beberapa tahun lalu saya pernah coba cek dan isinya mengerikan. Sangat banyak akun-akun remaja yang menyayat lengan serta perut sambil menghitung hari untuk bunuh diri.

Sejak sekitar 2 tahun lalu, akun seperti itu berkurang banyak karena Instagram memberikan pop up message untuk pencarian #suicide, #eatingdisorder, #depression, dan sebagainya. Muncul no telepon dan website yang bisa memberi bantuan jika pengguna punya gangguan kesehatan mental.

5. Layar sensitif

Yang ini belum saya dapatkan di akun Instagram saya, tapi dari penjelasan Putri Silalahi dari divisi Communication Instagram Asia Pasific, fitur ini memungkinkan layar ponsel memunculkan pesan bahwa konten mungkin sensitif bagi sebagian orang.

Konten yang dimaksud itu seperti proses melahirkan (bisa edukasi tapi juga bisa mengerikan bagi sebagian orang) atau konten grafis pada akun berita.

6. Menyembunyikan Instagram Stories

Fitur ini sepertinya banyak yang belum tahu ya. Rata-rata teman-teman saya membuat close friend list jika tidak mau ada followers kepo meihat storiesnya. Padahal tinggal masuk ke setting – story setting, opsi Hide Story muncul di paling atas.

Yuk, jadikan Instagram tempat yang ramah anak!


Post Comment