Pesan Untuk Para Millennial Mom

Teruntuk sesama para millennial mom yang kadang tanpa sadar menjadi terlalu keras pada diri sendiri….

Menjadi millennial mommies memang kadang terasa menguntungkan dan menyenangkan ya. Menjadi ibu di era digital yang menjadikan internet dan gadget menjadi bagian hidup kita yang nyaris nggak bisa kita lepaskan, membantu kita menjalani status ibu dengan lebih mudah.

Di saat sumber informasi berceceran di mana-mana membuat kita tidak selalu harus pergi ke dokter untuk sekadar mencari informasi.

Di saat komunitas-komunitas untuk sesama mommies juga mulai tumbuh di mana-mana, membuat kita jadi lebih mudah mencari teman yang sepenanggungan dan sependeritaan. Tidak selalu membahas topik yang berat, rumit dan njelimet, kadang, hanya untuk curhat dan mencari teman yang rela mendengar ‘sampah’ kita. Sudah cukup membuat kita merasa separuh beban terangkat. Itu pun nggak harus bertemu tatap muka, cukup di WAG atau di forum.

Di saat online shop menjamur, segala kebutuhan kita sebagai seorang ibu plus keperluan si kecil juga hanya sejauh pencetan jari jemari.

Namun, sama seperti segala hal di dunia ini yang nyaris selalu memiliki dua sisi, begitu juga dengan status kita sebagai ibu-ibu generasi millennial. Di balik segala kemudahan yang kita peroleh, kita pada akhirnya menjadi generasi ibu yang overwhelmed. Generasi ibu yang mudah merasa kewalahan.

Yes, overwhelmed karena semua informasi menjadi terlalu mudah masuk ke dalam hidup kita namun lupa untuk melakukan penyaringan atau mem-filter informasi yang kita dapat.

Pesan Untuk Para Millennial Mom  - Mommies Daily

Sadar nggak kita, ‘penyakit’ yang kerap menyerang kita sebagai millennial mom? Menurut mbak Vera Itabiliana Psi, millennial mom cenderung melakukan beberapa hal berikut ini:

– Kita menjadi terlalu keras pada diri sendiri.

– Kita terlalu berusaha untuk menjadi sempurna.

– Kita terlalu takut jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana kita.

– Kita terlalu berharap bahwa menjadi ibu harus SELALU bahagia. Padahal realitanya ya nggak begitu, kan! Menjadi ibu itu ada bahagia, ada sedih, ada marah, ada kesal, ada kecewa, ada takut dan masih banyak lagi perasaan-perasaan lain.

– Kita terlalu sibuk melihat ke anak orang lain sehingga lupa mengenali anak kita sendiri. Kita lupa bahwa anak kita memiliki kemampuan dan grafik tumbuh kembang yang berbeda dengan anaknya si artis A atau anaknya influencer mom B. Kita lupa bahwa anak kita tidak dilahirkan untuk terus menerus berkompetisi dengan anak orang lain.

Padahal, nggak ada yang mengharuskan kita seperti itu, kan! Pesan dari mbak Vera adalah, ketika kita menjadi ibu, hanya satu yang perlu kita lakukan: MENJADI IBU YANG BAIK.

Dan untuk menjadi ibu yang baik nggak perlu kok menjadi keras pada diri sendiri dan menjadi sempurna.

Jadi, sudah yuk, berhenti menjadi ibu yang dibentuk oleh keinginan masyarakat atau keinginan netizen. Cukup menjadi ibu yang diinginkan dan dicintai oleh anak-anak kita :).


Post Comment