Bagaimana Tunjangan untuk Anak Pasca Bercerai ?

Untuk Mommies yang bingung, bagaimana, sih, sebenarnya pembagian tunjangan untuk anak pasca perceraian, inilah 5 hal yang bisa dijadikan perhitungan.

Tidak pernah ada seorang pun yang berencana untuk bercerai setelah menikah. Namun dalam perjalanan hidup, perceraian kadang memang tidak bisa dihindari. Dan perpisahan itupun kemudian terjadi.

bagaimana tunjangan untuk anak pasca bercerai - mommiesdaily

Namun tentunya untuk pasangan yang sudah menikah dan memiliki anak, bukan berarti dengan perceraian  maka kewajiban dan tanggung jawab seorang bapak menjadi putus. Untuk Mommies yang bingung, bagaimana sih sebenarnya pembagian tunjangan untuk anak pasca perceraian, inilah 5 hal yang bisa dijadikan perhitungan:

  1. Berapakah dana pendidikan dan atau uang sekolah anak?

Uang sekolah sebenarnya adalah kewajiban mantan suami. Karena anak-anak selama ini Mommies yang mengurus, maka sebaiknya untuk urusan sekolah mantan suami yang membayar. Mommies bisa membuat kesepatan apakah mantan suami memberikannya melalui Mommies, atau membayar langsung ke pihak sekolah apabila ia tidak terlalu mempercayai Mommies.

  1. Apakah anak-anak sudah memiliki asuransi?

Walau sekarang sudah ada BPJS, sebaiknya anak-anak tetap dilindungi oleh asuransi swasta lain. Dengan demikian beban Mommies akan berkurang, kalau terjadi apa-apa dengan anak-anak sehingga mereka membutuhkan perawatan di rumah sakit. Mommies tidak perlu menanggungnya sendiri, bahkan biaya bisa ditekan dengan adanya asuransi.

  1. Berapakah pengeluaran untuk anak-anak makan dan transportasinya untuk ke sekolah selama tinggal dengan Mommies?

Hal ini juga harus dibicarakan dan disepakati, karena biaya makan anak-anak selama sebulan dan transportasinya, bisa melebihi kebutuhan uang sekolahnya. Perhitungkan baik-baik pengeluaran anak-anak ya Mommies, agar tunjangan yang diberikan mencukupi kebutuhan anak-anak.

  1. Investasi untuk dana pendidikan anak di masa mendatang

Anak0anak juga memiliki kebutuhan seperti biaya kuliahnya nanti, dan biaya-biaya lain seperti SD-SMP-SMA yang tidak sedikit. Oleh sebab itu Mommies harus memikirkan dan memperhitungkan semuanya dengan berinvestasi dan perencanaan keuangan yang matang, agar tidak memberatkan untuk Mommies.

  1. Berapakah pengeluaran rumah tangga dan Mommies?

Biasanya mantan suami tidak akan mau menanggung kebutuhan pengeluaran rumah tangga karena dianggap Mommies yang akan mempergunakannya. Padahal, Mommieslah yang mendapatkan hak asuh atas anak. Untuk hal ini memang baiknya ada kesepakatan soal pengaturan keuangan, agar Mommies tidak dirugikan dan juga tidak merasa terbeban.

Ada yang Mommies juga perlu sadari. Minimnya kesadaran hukum dan sakit hati yang mungkin terjadi akibat prosesi perceraian ini, akan membuat para mantan suami akan ‘lupa’ atau menghambat terjadinya proses transfer pasca perceraian ini. Atau ada risiko lain yang menjadi penghambat terjadinya pemberian nafkah dari mantan suami. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang tersebut diatas, Mommies sudah harus bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, dan menjadi tidak tergantung. Selain Mommies bisa menyiapkan dara darurat, perencanaan dana pendidikan anak dan lain-lain, Mommies tetap perlu perencana keuangan agar Mommies bisa melalui semua ini tanpa merasa sendirian.

Live a Beautiful Life!


Post Comment