OUCH! Saya Digoda Atasan Sendiri

Apa yang mommies akan lakukan ketika atasan mommies menunjukkan perasaan suka bahkan mulai menggoda mommies? Perasaan suka memang bisa menghinggapi siapa saja, namun situasinya memang menjadi dilematis ketika hal itu dialami oleh atasan kepada mommies.

Ekspresi rasa suka yang ditunjukkan atasan bisa saja menimbulkan persepsi negatif dari rekan-rekan kerja mommies. Hal ini terjadi khususnya ketika atasan memberikan perlakuan atau perhatian yang berbeda dibandingkan dengan perlakuannya terhadap rekan kerja mommies lainnya. Bisa timbul “kecemburuan” atau perasaan tidak diperlakukan secara adil, karena perlakuan-perlakuan istimewa atasan ini. Tentunya mommies ingin dihargai oleh karena kemampuan mommies yang sebenarnya, bukan karena perasaan suka atau favoritism atasan semata.

OUCH! Saya Digoda Atasan Sendiri - Mommies Daily

Selain itu, godaan-godaan yang dilancarkan atasan bisa menciptakan rasa tidak nyaman dalam diri Mommies, khususnya apabila mommies memang tidak memiliki perasan yang sama terhadapnya. Situasi bisa menjadi ricuh bagi mommies. Apalagi jika atasan juga kurang peka atas penolakan-penolakan halus dari Mommies, sehingga terus menerus menggoda. Pada akhirnya hal ini akan berimbas pada konsentrasi dan kualitas kerja mommies juga.  Kalau sudah begini, apa yang bisa mommies lakukan? Tanpa mengorbankan pekerjaan?

1. Tolak dengan sopan

Tentunya Mommies bisa menyampaikan penolakan Mommies dengan cara yang santun. Pertama, mommies bisa mengabaikan godaan tersebut, dan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Kalapun mommies menanggapi candaan atau godaan atasan, lakukan dalam batas kewajaran, sehingga atasan tahu batas-batas yang tidak bisa dilanggar.

2. Ajak bicara 4 mata

Jika atasan tetap menggoda mommies dan sudah mulai timbul rasa tidak nyaman dari diri Mommies, tentunya mommies berhak untuk menyampaikan keberatan mommies secara terbuka.  Ajak atasan untuk berbicara empat mata. Nyatakan terima kasih atas perhatiannya yang diberikannya, namun sampaikan juga alasan mommies untuk tetap menjaga hubungan ini sebagai relasi yang profesional, sebagai atasan-bawahan. Nyatakan dengan senyum, tenang, dan ekspresikan keinginan mommies untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan perusahaan.

3. Ekspresikan keberatan dengan gamblang

Apabila godaan atasan sudah sampai pada taraf menganggu privacy, atau mengandung unsur pelecehan maka mommies perlu mengutarakan keberatan mommies secara gamblang. Artinya langsung bilang saat itu juga, “Saya tidak suka bapak bersikap seperti tadi, saya tidak nyaman!. Lalu lapor kepada HR atau teman dekat mommies di kantor. Membiarkan godaan yang mengganggu sama saja dengan memberikan persetujuan kepada atasan untuk melanjutkan perilakunya. Jangan meninggalkannya berlarut-larut. Mommies harus berani mengatakan “tidak” dan jika perlu melibatkan orang ketiga yang menurut mommies cukup independen dan dapat membantu. Misalnya bagian HR.

4. Tetap fokus pada pekerjaan, dan profesional

Tentunya ada risiko bahwa atasan terus melancarkan beragam jurus untuk menggoda mommies, atau bahkan membenci mommies karena merasa “bertepuk sebelah tangan”. Tetaplah bersikap profesional, fokus pada tanggung jawab mommies, dan libatkan orang ketiga sebagai saksi penyeimbang, bahkan penolong mommies. Pada akhirnya, jika kualitas kerja mommies sangat bagus dan tidak terbantahkan, orang di sekitar mommies akan bisa mengapresiasi dan membantu melindungi mommies. Paling tidak, mommies telah menjadi orang yang berani berkata “tidak” demi sebuah profesionalisme dan penghargaan tinggi terhadap diri mommies sendiri.

Kalaupun Mommies ternyata juga tertarik dengan atasan, tanyakanlah pada diri sendiri: apakah hubungan ini akan merugikan orang lain, dan apa konsekuensi positif maupun negatif yang Mommies mungkin muncul. Bertindaklah atas dasar akal sehat, bukan emosi sesaat.

Artikel ini ditulis oleh: Billy Latuputty Psi., LCPC, Professional Career Coach dari Experd Consultant


Post Comment