Survey Harvard: Lakukan 7 Hal Ini Agar Anak Tumbuh Menjadi ‘Baik’

Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard menunjukkan bahwa ada 7 hal yang bisa dilakukan orangtua, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli sesama, santun dan bertata krama.

Siapa sih orangtua yang nggak mau anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki kepedulian tinggi pada sesama, mempunyai etika, tidak egosentris dsb? Semua pasti maunya begitu ya kan. Masalahnya, kadang nih sebagai orangtua, kita maunya banyak dan indah-indah, tapi suka nggak ada waktu untuk membantu merealisasikannya (Acung tangan).

Nah, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard, menyimpulkan bahwa ada 7 hal yang perlu dilakukan orangtua untuk membesarkan anak menjadi sosok yang seperti saya ceritakan di atas tadi. Apa saja 7 hal itu?

Survey Harvard: Lakukan 7 Hal Ini Agar Anak Tumbuh Menjadi ‘Baik’ - Mommies Daily

1. Luangkan waktu bersama anak secara rutin dan ciptakan percakapan yang sungguh-sungguh, bukan sambil lalu

Dengan rutin meluangkan waktu bersama anak, ngobrol yang serius namun santai, anak jadi melihat contoh nyata tentang sebuah perhatian dan cinta. Menyaksikan orangtuanya peduli dengan hidup mereka, mau meluangkan waktu ini menjadi support tersendiri untuk anak-anak. Hubungan yang penuh cinta antara orangtua dan anak tentu bisa menjadi pondasi yang kuat.

2. Berikan contoh NYATA

Duh, pasti udah bosan kan dengar kalimat Children See, Children Do, tapi memang itu terbukti ampuh. Anak-anak tentu lebih merespek jika orangtua melakukan apa yang mereka juga perintahkan ke anak-anaknya. Jadi, jangan suruh anak bersikap santun kalau saat menelepon customer service, Anda malah marah-marah serta memaki nggak jelas. Atau, jika Anda salah namun nggak mau mengakui kesalahan karena masih memegang teguh prinsip Orangtua selalu benar (ke laut aja kalau begitu). Ingin punya anak yang selalu jujur, memiliki rasa kemanusiaan tinggi, peduli dengan lingkungan? Ya tunjukkan kalau Anda juga begitu.

Baca juga:

Ajarkan Anak Laki-laki Menjadi Gentleman

3. Bersikap konsisten

Maksudnya ya tunjukkan sikap-sikap baik Anda sebagai orangtua secara konsisten. Jangan di luar maniiiiis banget begitu masuk pintu rumah berubah jadi monster. Atau sebaliknya, di rumah manis banget, begitu ketemu orang yang nyebelin di luar rumah bawaannya mau senggol bacok *__*.

4. Latih mereka untuk terbiasa bekerja sama

Terbiasa bekerja sama saat melakukan pekerjaan-pekerjaan di rumah semakin menunjukkan kepada anak bahwa kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Jadi bersikap baik pada sesama sudah menjadi kewajiban. Jangan lupa ingatkan juga, bahwa semakin mereka beranjak dewasa, mereka akan berinteraksi dengan semakin banyak orang di luar sana. Kalau tidak terbiasa bekerja sama maka mereka akan kesulitan.

5. Kenalkan anak dengan lebih banyak orang

Kalau anak terbiasa berinteraksi hanya di lingkungan dekat (keluarga, teman bermain dan teman sekolah) mereka akan kesulitan memahami orang lain yang berbeda dengan mereka. Semakin banyak mereka berinteraksi dengan orang di luar lingkungan terdekat, mereka terlatih menghadapi berbagai macam manusia dengan beragam sifat, sikap dan kondisi. Mengajak mereka ke panti asuhan atau ke panti wreda bisa menjadi pilihan yang tepat.

6. Ajak anak untuk terlibat dalam penyelesaian sebuah masalah

Misalnya kita bisa bercerita tentang ‘masalah’ yang dialami oleh anak-anak di panti asuhan. Mereka tidak punya mainan yang cukup atau pakaian layak yang cukup. Atau cerita tentang binatang-binatang terlantar yang dibuang oleh tuannya. Kasih tahu ke anak kalau anak kita bisa lho membantu meringankan beban, dengan menyumbang mainan dan pakaian bekas layak pakai. Atau menyumbang untuk shelter hewan liar.

7. Ajarkan anak cara mengenali berbagai macam perasaan dan menangani konflik dengan self control

Ajarkan anak untuk mengenali perasaan mereka: marah, senang, sedih, kecewa dsb serta bagaimana menangani berbagai macam perasaan dengan mengontrol diri. Misalnya, jika marah, coba tarik napas dalam-dalam dan hitung hingga sekian angka hingga mereka merasa tenang. Jelaskan juga bahwa orang lain pun juga memiliki perasaan yang sama seperti mereka. Bahwa orang lain juga bisa marah, sedih, kecewa atau senang.

Baca juga:

Dendam, Rasa yang Wajib Dikelola dengan Baik

Baca juga:

Kecerdasan Moral yang Saya Ajarkan ke Anak-anak Saya


Post Comment