7 Kecerdasan Moral yang Saya Ajarkan ke Anak-anak Saya

Kecerdasan moral adalah salah satu point yang saya harapkan dimiliki oleh kedua anak saya. Percuma pintar matematika tapi sombong bukan main.

Siapa, sih, yang nggak bangga kalau anak kita bisa menyelesaikan soal-soal matematika? Siapa juga yang nggak senang, melihat anak-anaknya menonjol di bidang sains? Iya, orangtua cenderung lebih mengutamakan kecerdasan kognitif anak diasah dengan optimal.

Berbagai kursus, seperti les musik, kumon, atau robotik kemudian dijadikan aktivitas rutin. Nggak, kok. Ini bukan sesuatu yang berlebihan. Kalau memang anaknya mau dan sanggup kenapa nggak?

Tapi, selain kecerdasan kognitif, sebaiknya iringi pula dengan stimulasi kecerdasan moral. Nggak ada gunanya, kan, jenius tapi nggak punya empati? Ketika ia selalu juara pertandingan robotik, tapi sombongnya minta ampun, apa jadinya?

Banyak pasti kecerdasan moral yang dibutuhkan oleh anak-anak, agar ia siap memasuki kerasnya kehidupan nyata :D. Namun untuk saya pribadi, ada 7 kecerdasan moral yang ingin saya kenalkan terlebih dulu ke anak-anak saya. Apa saja?

7 Kecerdasan Moral yang Saya Ajarkan ke Anak-anak Saya - Mommies Daily

Empati dan Hati Nurani
Rasa empati biasanya akan membuat anak menjadi peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Sementara hati nurani bila dipupuk dengan baik akan mampu membentengi anak dari pengaruh buruk. Kedua kecerdasan moral ini akan mendorong anak bertindak benar, serta memiliki keinginan untuk menolong orang lain. Rasa empati juga membuat anak memiliki rasa kasih sayang yang besar terhadap makhluk ciptaan Tuhan.

Baca juga:

Agar Anak Laki-laki Menjadi Gentleman

Toleransi
Ah, yang sekarang semakin sulit dicari. Secara garis besar, definisi dari toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat atau melakukan yang tidak sejalan dengan diri kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. Umumnya berada dalam konteks sosial, budaya dan juga agama. Dengan memupuk rasa toleransi yang besar, anak cenderung memperlakukan orang lain dengan baik dan penuh pengertian. Pada akhirnya anak akan tidak suka dengan permusuhan, kefanatikan, serta ia akan memiliki kemampuan untuk menghargai orang lain berdasarkan karakter, atau agama orang lain.

Self-Control
Percuma jenius, kalau ‘disenggol’ sedikit saja langsung banting piring, atau ngajak berantem. Itulah tugas kita, mengajarkan anak untuk memiliki pengendalian diri yang baik. Salah satunya adalah dengan memberi contoh. Yang kita contohkan, adalah pelajaran langsung untuk si kecil. Ketika kita terjebak macet, lalu kita kemudian bersumpah serapah di depan anak, itu, sih, sama saja memberikan contoh pengendalian diri yang buruk.

Baca juga:

Dendam, Sebuah Rasa yang Perlu Dikelola dengan Baik

Menghormati Orang Lain
Biasakan anak untuk menghormati orang lain. Jika si kecil terbiasa menghargai dan hak-hak serta perasaan orang lain, sama saja ia menghormati dirinya sendiri.

Kebaikan Hati
Lupakan kebaikan hati yang rumit. Mulai saja dengan yang sederhana. Seperti misalnya, bila temannya tidak bawa bekal ke sekolah, ia dengan rela berbagi. Mengembangkan kebaikan hati ini, akan menjadikan anak memiliki rasa belas kasih serta tidak melulu memikirkan dirinya sendiri. Selain itu, ia akan mengenal, bahwa perbuatan baik merupakan salah satu dari tindakan yang benar.

Adil
Sharing mainan, makanan, minuman dengan kakak, atau adik merupakan salah satu cara mengajarkan sikap adil kepada anak. Sikap adil yang ditumbuhkan akan meningkatkan kepekaan moral si kecil. Harapannya kelak, ia juga bisa berlaku yang sama terhadap semua orang tanpa memandang suku, bangsa, budaya, status ekonomi, kemampuan serta keyakinan.

Itu kecerdasan moral utama yang ingin saya kenalkan. Bagaimana dengan mommies?

Baca juga:

Tanamkan Jiwa Kartini Pada Anak Perempuan Kita


Post Comment