Tradisi Unik Saat Lebaran di Beberapa Negara

Kalau di Indonesia, Lebaran identik dengan makan ketupat dan sayur, rendang serta gulai, plus bagi-bagi angpau, berbeda dengan negara lain yang punya tradisi unik.

Umat muslim mana, sih, yang nggak kangen dengan suasana Lebaran? Apalagi buat anak-anak yang sudah tahu dengan tradisi menerima angpau Lebaran. Saya pun begitu. Jauh sebelum berkerja, masih jadi anak sekolahan, saya selalu menanti momen antre angpau dari Om dan Tante. Setelah itu, nggak sabar ngitung ‘penghasilan’ dan merasa kaya mendadak, hahahhahaa. Rupanya, momen ini pun dinantikan anak saya, Bumi.

Tradisi Unik lebaran di beberapa negara - Mommiesdaily

Menjelang Lebaran, anak saya sering bilang, “Aku nggak sabar mau Lebaran, nih, bu… Kalau aku dapat angpau, boleh ya uangnya aku beliin mainan.” Memang saya dan suami mengizinkan Bumi membeli mainan incarannya, tapi tentu saja nggak semua dihabiskan. Biar gimana, sebagai orangtua saya pun harus bisa mengajarkan bagaimana mengelola angpau dengan baik.

Ngomongin soal transisi Lebaran, ternyata di Negara lain juga punya tradisi yang unik. Seperti yang saya kutip dari Gulfnews.com ada tradisi yang unik di belahan dunia lainnya.

Australia

Menurut saya, tradisi di Australia cukup unik. Soalnya tradisi di sini menunjukan keberagaman dan toleransi dengan agama lain. Soalnya tradisi di Australia merayakan Lebaran bersama dengan agama lain.

Saat lebaran, Australia membuat sebuah acara bertajuk Pekan Raya Multikultural. Dalam acara yang dihadiri umat Islam dan non-Muslim ini, mereka menampung ratusan kios yang menjual berbagai jajanan khas di negara tersebut.

Australia memang negara sekuler yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mempraktikkan ajaran agamanya masing-masing. Keren, ya?

Turki

Kalau di Turki, ada tradisi yang cukup unik karena ada Ramadan Bayram atau Festival Sweets (festival permen). Jadi, saat acara silaturahmi, anak-anak akan menerima permen dan makanan khas Turki Baklava. Banyak yang pendapat yang mengatakan kalau tradisi ini punya kemiripan dengan Halloween saat anak-anak menerima permen.

Sama seperti di Indonesia, yang punya tradisi sungkem, anak-anak di Turki juga melakukan hal yang sama, kemudian para orangtua membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang. Baru setelah itu anak-anak dapat permen.

Afganistan

Nggak beda jauh dengan orang Indonesia pada umumnya, saat Lebaran, orang Afganistan juga sibuk bebersih rumah dan menyiapkan makanan. Uniknya, di Afganistan punya tradisi yang cukup unik yaitu kuat-kuatan telur. Dalam perayaan ini, orang-orang dari segala umur akan berkumpul di sebuah taman dan mencoba memecahkan telur rebus satu sama lain saat Lebaran. Hahahhaa, kebayang ya, hebohnya seperti apa?

Tiongkok

Kalau di Tiongkok ada tradisi yang cukup unik, khususnya di provinsi Yunnan, banyak umat Islam mengunjungi makam Sayyid Ajjal. Sayyid Ajjal Syams Al Din Omar ini merupakan Gubernur pertama Yunnan yang menyebarkan agama Islam dan mempraktikkan toleransi terhadap agama-agama lain.

Biasanya, pengunjung akan membersihkan daerah tersebut dan berkumpul untuk membaca Alquran. Tradisi ini menyerupai festival Qingming Tiongkok di mana keluarga mengunjungi makam leluhur mereka untuk menghormati para leluhur.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya nggak beda jauh dengan tradisi di Indonesia yang masih sering mengunjungi makan para leluhur, ya.


Post Comment