Rekomendasi Baru: Anak di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Diberikan Jus Buah

Oleh : Lariza Puteri

Rekomendasi ini termasuk tidak memberikan jus buah segar pada anak. Mengapa demikian? Yuk, lihat penjelasannya.

Kaget, ya, mendengar bahwa jus buah sebaiknya tidak diberikan pada anak yang berusia di bawah 1 tahun. Pernyataan terbaru yang keluar pada Mei 2017 dikeluarkan oleh American Academy of Pedriatrics. Awalnya saya pikir yang tidak boleh diberikan adalah jus buah kemasan. Kenyataanya, mereka juga tidak merekomendasikan pemberian jus buah segar buatan sendiri. Kebijakan baru yang dikeluarkan oleh AAP ini menandai perubahan pertama mereka dalam rekomendasi pemberian jus buah sejak tahun 2001.

Baca juga : MPASI Mulai Dari Makanan Apa Ya?

Rekomendasi Baru : Anak Di bawa 1 tahun tidak boleh minum juice buah- Mommies Daily

Padahal, selama ini  jus buah segar menjadi menu andalan saat akan mengenalkan buah pada bayi yang MPASI. Saya pun masih memasukkkan jus buah ke dalam jadwal makan Gia, yaitu setiap jam 3 sore. Setelah membaca rekomendasi yang baru ini, saya pun harus segera mengubah pikiran dan menu harian Gia. Salah satu alasan yang mendasari kebijakan ini adalah banyaknya bukti yang terkumpul akhir-akhir ini tentang angka obesitas pada anak dan kekhawatiran terhadap kesehatan gigi anak.

Meskipun jus buah segar dianggap salah satu bentuk minuman yang sehat, apalagi bila tak ditambahkan gula, namun menurut Dr. Steven A. Abrams, ketua Departemen Anak di Dell Medical School, University of Texas, dan rekan penulis pernyataan kebijakan tersebut, mereka tidak menemukan alasan yang tepat mengapa jus buah masih menjadi bagian dari menu makan anak usia 6-12 bulan. “Untuk kelompok usia tersebut, kami merekomendasikan pemberian ASI atau susu formula. Tidak ada peran yang cukup bermanfaat dari pemberian jus buah,” jelasnya.

Baca juga : Bahan Makanan yang Perlu Dihindari untuk MPASI

Menurut mereka, jus yang biasanya diminum menggunakan sippy cup atau bahkan botol bisa berisiko merusak gigi anak. Apalagi bila anak dibiarkan minum jus dalam botol tersebut dalam waktu lama. Tak hanya gigi, selama beberapa waktu akhirnya anak hanya mendapat tambahan kalori dan sedikit saja vitamin dan mineral yang tersisa dari jus buah. Yang terjadi kemudian, anak pun jadi terbiasa minum manis dan malas untuk minum air putih.

Meskipun jus buah alami memiliki rasa manis yang alami, namun tidak memiliki manfaat yang sama seperti buah asli. Buah sudah jelas mengandung serat, vitamin dan mineral,  sedangkan jus yang lebih mudah dikonsumsi (tinggal teguk) ternyata tak memiliki vitamin sebanyak buah utuh. Bentuknya yang cair juga cenderung dikonsumsi dalam jumlah banyak. Akibatnya sumbangan kalori (tanpa serat dan sedikit vitamin dan mineral) semakin tinggi. Bagi anak hal ini berpotensi mengakibatkan obesitas.

Tak hanya mengeluarkan sebuah kebijakan untuk tidak memberikan jus buah pada anak di bawah usia 1 tahun saja, AAP juga menyarankan pembatasan pemberian jus pada beberapa kelompok usia.

  • Untuk balita usia 1-3 tahun: asupan jus dibatasi hanya sebanyak 100 ml atau setengah gelas sehari.
  • Anak usia 4-6 tahun: asupan jus dibatasi antara 100 ml-150ml per hari.
  • Anak usia 7-18 tahun: jus dapat dikonsumsi sampai 200 ml per hari.

Rekomendasi lainnya dari AAP yang ditulis bersama dengan pembatasan pemberian jus buah ini, antara lain:

Balita sebaiknya tidak diberikan jus buah dengan menggunakan sippy cup atau botol, yang memungkinkan mereka mengonsumsi jus dengan mudah sepanjang hari. Sebab, paparan karbohidrat (berupa sukrosa, glukosa, fruktosa dan sorbitol) yang berlebihan pada gigi bisa menyebabkan kerusakan gigi. Dan, balita juga tidak boleh diberikan jus saat akan tidur.
Anak-anak perlu diajarkan untuk mengonsumsi buah utuh dan diberi tahu tentang manfaat buah utuh. Mereka perlu tahu, bahwa jus buah mengandung serat yang minim dan bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Konsumsi produk jus (jus buah kemasan) yang tidak dipasteurisasi bisa membahayakan kesehatan anak. Sehingga pastikan jus kemasan yang akan diberikan pada anak suda dipasteurisasi.

Anak-anak yang sedang dalam proses penyembuhan dan mengonsumsi obat-obatan tertentu, tidak boleh diberikan jus jeruk, sebab bisa mengganggu keefektifan pengobatan. Selain itu, jus buah juga tidak tepat digunakan dalam pengobatan dehidrasi atau penanganan diare.

Begitu tahu alasan AAP tidak merekomendasikan jus buah pada anak di bawah usia 1 tahun, kini saya mulai menghapus menu jus buah dari menu harian Gia dan menggantinya dengan buah potong. Kejutannya, meskipun Gia belum punya gigi yang lengkap, ia bisa mengunyah pepaya potong dengan baik, dan ia suka! Kebiasaan makan buah utuh juga bisa terus melekat pada anak hingga ia besar nanti.

Baca juga : Kenapa Makanan Bayi Nggak Boleh Pakai Garam?

Yuk, mulai ubah kebiasaan memberikan jus dengan memberikan buah potong.


Post Comment