Kenapa Makanan Bayi Nggak Boleh Pakai Garam?

salt

Bolehkah makanan untuk bayi atau anak-anak menggunakan garam? Ternyata persoalan penggunaan garam sebagai penambah rasa pada makanan bayi ataupun anak balita masih sering kali dipertanyakan, ya. Paling nggak kondisi ini masih sering saya temui di lingkungan terdekat.

Belum lama ini saja, sepupu saya yang baru mulai memberikan MPASI untuk anaknya sempat tanya, “Kak, bubur MPASI itu boleh di kasih garam nggak, sih? Memangnya,  garam boleh mulai dikenalin sejak anak usia berapa bulan, ya?”

Ngomongin soal garam seperti ini, saya jadi ingat pernah wawancara dengan ahli gizi, Juniarta alidjaja, DCN, ahli gizi klinik, Perisai Husada, Bandung. Lewat beliau saya mendapatkan banyak informasi akan kebutuhan garam, khususnya untuk anak-anak.

Garam dapur nama kimia NaCl merupakan salah satu sumber Natrium (Na) yang memang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dengan demikian, sudah dapat dipastikan kalau manusia membutuhkan garam. ”Bayi dan anak memerlukan Na untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan sangat penting agar syaraf bisa bekerja dengan baik. Tapi di sini kita harus membedakan antara kebutuhan Na dengan garam dapur yang kita masukan dalam makanan sehari-hari mereka,” paparnya.

Lebih lanjut, ahli gizi yang lebih sering disapa Tata ini mengungkapkan bahwa bayi yang baru lahir (0 – 6 bln) memerlukan Na alamiah  yang sudah terdapat dalam ASI. Kandungan Na alamiah ini tidak memperberat fungsi ginjal, karena organ ginjal bayi belum berfungsi secara sempurna. Di dalam susu formula pun sebenarnya sudah mengandung Na yang dibutuhkan bayi, meskipun kandungan Na susu formula sudah menyesuaikan kandungan dalam ASI, namun Juniarta Alidjaja DCN, menegaskan kalau Na yang terbaik dan mudah diserap bayi adalah Na pada ASI.

Di dalam berbagai artikel kesehatan yang sudah saya baca juga menyebutkan kalau kadar garam yang diberikan pada bayi berlebihan akan menambah beban kerja ginjalnya. Sementara, fungsi ginjal bayi sebenarnya belum cukup matang untuk menyisihkan kelebihan mineral dalam garam dapur.

“Energi yang dibutuhkan bayi pada umur 0 hingga 6 bulan sekitar 550 Kkal, sedangkan kebutuhan Na pada bayi 0 – 6 bulan antara 50 – 60 mg tetapi sudah terpenuhi dari ASI,” tandasnya.

Seiring bertambahnya usia, maka sudah dapat dipastikan kalau kebutuhan garam sebagai sumber natrium pun semakin meningkat. Misalnya kebutuhan kebutuhan Na pada bayi 6 bulan hingga 1 tahun yang meningkat sekitar 200 mg. Hal ini dikarenakan seorang bayi mulai banyak bergerak dan cairan yang masuk mulai meningkat.

“Pada tahap ini sumber Na lebih dianjurkan dari makanan yang alamiah yang sudah mulai kita berikan, jadi tidak perlu menambahkan garam dapur karena seorang bayi 0 – 12 bulan indera perasa asinnya pun belum berfungsi,” tandas Juniarta Alidjaja.

Lalu, kapan bayi boleh dikenalkan dengan makanan dengan citarasa yang lebih kuat? Lihat di halaman selanjutnya!


Post Comment