5 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Tunggal Saat Berkencan (Lagi)

Ditulis oleh:  Maureen Hitipeuw

Sebagai ibu tunggal, urusan percintaan pasca perceraian pastinya akan lebih complicated dibanding dengan para lajang di luar sana. Ini serius, setidaknya dari pengalaman pribadi saya, ya :) 

Urusan percintaan ibu tunggal kenapa complicated? Karena ada kepentingan anak yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan. Butuh waktu untuk saya bisa memahami hal-hal dibawah ini yang perlu dihindari dalam urusan dating life as a single mom.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Tunggal Saat Berkencan (Lagi)

Saran saya: Jangan buru-buru menceburkan diri kedalam dunia dating lagi setelah bercerai. Ambil waktu untuk menenangkan diri. Perceraian itu adalah hal yang traumatis dan biasanya keputusan-keputusan yang kita ambil di saat emosi masih belum stabil akan bersifat impulsive.

Berapa lama harus menunggu sih tergantung pribadi masing-masing. Tapi memang sebaiknya setelah bercerai jangan cepat-cepat join dating websites.

Di bawah ini ada 5 hal yang perlu diperhatikan untuk ibu tunggal seperti saya kalau mau berkencan lagi.

Jangan Buru-Buru Mengenalkan Pacar Baru Kepada Anak. Sebaiknya menunggu 3-6 bulan (saya menunggu 1 tahun lebih!) sebelum memperkenalkan pacar ke anak-anak. Wajar jika kita ingin cepat-cepat mempertemukan pacar baru dan anak-anak tapi kadang perasaan excited ini justru bisa menjadi boomerang saat hubungan tersebut bubar di tengah jalan. Meninggalkan bukan saja kita yang patah hati tapi anak apalagi kalau anak keburu lengket dengan pacar baru. Untuk anak-anak yang pra-remaja dan remaja biasanya akan lebih sulit bagi mereka untuk beradaptasi dengan pasangan baru orang tuanya apalagi jika perceraian masih baru. Jadi, Moms, bersabar yah dan pastikan dulu bahwa pacar baru ini memang serius baru melibatkan anak.

Pisahkan antara dating life dan parenting. Sebagai orang tua sudah pasti kita perlu untuk menciptakan batasan-batasan dalam urusan pribadi yang tidak bisa kita bagikan secara mendetail kepada anak. Jadi urusan percintaan ini memang sebaiknya sih tidak menjadi konsumsi anak-anak ya.

Berikan Ruang Bagi Anak Untuk Menceritakan Perasaannya. Melihat Ibunya berkencan dengan laki-laki lain adalah perubahan besar bagi anak. Jangan heran jika mereka menunjukkan strong emotions about it. Dengarkan apa yang mereka rasakan, jangan mengambil sikap defensive. Bisa saja anak bereaksi dengan ‘keras’ lewat caranya sendiri yang jadi sering mengeluh, jadi lebih posesif, mengompol, acting out dan marah-marah. Hal ini wajar karena anak-anak menyukai hal-hal yang bersifat familiar dan predictable. Their mother’s dating life is something the kids have little to no control off makanya kadang mereka merasa they’ve lost control of their lives. Dengan menjadi pendengar yang baik dan membiarkan anak-anak mengekspresikan perasaan mereka adalah hal terbaik bagi kita single mom.

Let Your Kids Take The Lead. Untuk perkenalan pertama ini yakinkan pacar untuk membiarkan anak-anak yang take the lead.  Minta pacar untuk santai dan tidak memaksakan diri untuk langsung memenangkan hati anak. Biarkan anak yang memilih tempat netral untuk pertama kali bertemu dan berkenalan. Membawa pulang pasangan baru ke rumah bisa membuat anak merasa jengah, sebaiknya pilih untuk bertemu di luar seperti di restaurant atau taman. Jangan juga berekspektasi tinggi dan mengharap anak-anak langsung menerima pacar dengan tangan terbuka. Butuh waktu untuk anak-anak untuk membangun hubungan dengan pasangan baru Ibunya.

Batasan Yang Jelas.  Penting bagi single mom untuk memiliki boundaries yang jelas dengan pacar/pasangan baru. Bukan tugas mereka untuk menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Bantuan mereka pastinya akan kita hargai tapi parenting is not their job. Peran pasangan baru bisa serupa dengan peran Paman misalnya yang menjaga dan memastikan anak-anak aman tapi bukan menjadi pembuat keputusan atau peraturan bagi mereka.

So, good luck, ladies!

Maureen Hitipeuw adalah ibu tunggal satu anak, blogger (www.scoopsofjoy.com) dan social media influencer, penggagas Single Moms Indonesia (www.singlemomsindonesia.com). Drink way too much coffee, pecinta jalan-jalan dan photography.


Post Comment