Cerita Menarik 3 Ibu Bekerja yang ‘Berkarier’ di Jalanan

Mari berkenalan dengan Ibu Pengendara GoJek, Pasukan Oranye dan  Agen Penjual Minuman Kesehatan. Mereka ibu bekerja yang ‘berkarier’  di jalanan. Semangat kerja mereka patut ditiru, dan justru dari mereka kita bisa belajar banyak hal. 

Karena semangat bekerja adalah milik siapa saja, termasuk pelajaran hidup yang datangnya bisa dari mereka yang dalam keseharian kita, sesungguhnya berjasa memudahkan hajat hidup orang banyak. Kali ini Tim MD bergerilya mencari perempuan dengan pekerjaan yang mungkin jarang dilirik oleh perempuan lainnya. Atau mungkin dianggap sepele dan diremehkan?

Tapi percayalah…. lewat mereka, perempuan yang bekerja sebagai mitra GoJek, Pasukan Orange, dan Penjaja Minuman Kesehatan, kita bisa memetik pelajaran berharga. Ya, setidaknya buat kami, Adisty dan Thatha.

Lindawati (40 tahun) – Pasukan Orange

Pagi itu sekitar jam 8, saya janjian ketemu dengan Ibu Lindawati (40), seorang Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU). Masyarakat sering menyebut profesinya sebagai “Pasukan Orange”, penyapu ruas jalan Jakarta. Sekilas mungkin di antara kita nggak terlalu memerhatikan keseharian dari mereka. Tapi nyatanya fungsi mereka cukup diandalkan oleh Pemerintah Jakarta untuk membebaskan Jakarta dari sampah yang berserakan.

Berkenalan dengan Ibu Pengendara GoJek, Pasukan Orange &  Agen Penjual Minuman Kesehatan - Mommies Daily

Pekerjaan sebagai penyapu jalan, sudah dilakoni Lindawati selama 14 tahun! Kurun waktu yang terbilang lama, untuk menjalankan sebuah pekerjaan. Sanking lamanya, Ibu Linda, sempat merasakan gaji harian sebesar Rp 10.500! Waktu ngobrol sama ibu Linda di ruas jalan Cipete Raya, saya sempat mempertanyakan kembali jawaban yang dia kasih, “Masa’ sih Bu, digaji 10.500?”. Tapi memang seperti itu kenyataannya.

Belasan tahun berjalan, derajat Pasukan Orange, seakan terangkat era demi era. Sekarang Ibu Linda, berpenghasilan bersih Rp 3,3 juta setiap bulannya. Meski sudah naik berkali lipat, dia merasa tidak seimbang dengan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik. “Soalnya apa-apa mahal, jadi sama saja, kurang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” begitu komentar Ibu Linda, ketika saya tanya manfaat belasan tahun menjadi Pasukan Orange.

Bu Linda bekerja untuk menggantikan sosok suami yang tak lagi bisa bekerja, karena faktor usia. Dulu ia juga bergabung dengan PPSU, tapi harus berhenti karena secara fisik sudah tidak sanggup lagi untuk bekerja. Kedua putranya, Agris (27) dan Usup (24) satu profesi dengan Linda, sementara anak si bungsu harus putus sekolah, karena kendala biaya.

Melalui MD Ibu Linda berharap, pemerintah bisa memperhitungkan pasukan orange untuk naik gaji. Menurut saya nggak muluk-muluk kok, “Dengan gaji Rp 3,3 juta kalau kebutuhan hidup nggak mahal mungkin cukup ya. Tapi karena sekarang apa-apa mahal, kepinginnya lempeng aja jadi Rp 4 juta,” ungkap Ibu Linda dengan polos.

Meski masih ada harapan yang belum menjadi kenyataan, Ibu Linda tetap melakukan tugasnya sebaiknya mungkin. Sesekali menegur  para pengguna jalan yang membuang sampah sembarangan. Walau respond yang didapat sering menyakitkan, prinsip Ibu Linda tetap sama, menjaga kebersihan jalanan ibukota adalah tanggung jawab bersama.

Nuridah (43 tahun) – Mitra GoJek

Usianya memang sudah tidak lagi muda. Tapi soal keberanian dan semangatnya untuk mencari nafkah tidak perah pupus. Apalagi kalau mengingat ada dua anak perempuan dan Ibu yang harus terus disokong penghidupannya. Adalah Nuridah (43 tahun yang sudah hampir 3 tahun ini bermitra di GoJek.

“Terus terang saja ikutan jadi pengemudi GoJek karena memang faktor ekonomi,  saya kan  memang sedang nganggur, tabungan sudah mulai habis sementara ada dua orang anak dan ibu yang harus saya hidupi,” ujarnya di awal cerita ketika kami bertemu di kantor GoJek belum lama ini.

Iya, Nuridah memang sudah cukup lama bercerai. Otomatis, ia pun kini berperan menjadi kepala keluarga yang harus mencari nafkah. Di tengah kekalutan karena desakan ekonomi yang kian menghimpit, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar ke GoJek.

Cerita Menarik 3 Ibu Bekerja yang 'Berkarier' di Jalanan-mommiesdaily,jpg

“Sebenarnya saya itu saya modalnya hanya berani saja, Mbak. Saya kan memang nggak pernah punya pengalaman ngegojek. Tapi saya lihat sepertinya dengan daftar di Gojek adalah cara yang cukup cepat untuk punya menghasilan lagi. Saya lihat kan juga  masih jarang, perempuan juga masih sedikit. Jadi saya mau coba-coba saja.”

Siapa sangka, langkah yang diambil ternyata memang tidak salah. Ibu dari dua orang puteri ini pun mengaku dirinya bisa bangkit lagi. Dan yang terpenting, jika semula anak-anaknya sempat mau diambil sanak keluarga agar bisa tetap sekolah, hal itu tidak perlu sampai terjadi. Kabar baiknya lagi, kini puteri pertamanya, Nurimah (19 tahun) bisa melanjutkan kuliah dan mendapat beasiswa di Universitas Indonesia. Begitu mendengar cerita ini, saya pun ikut merasa senang dan merasakan aura bahagia yang tersirat dari wajah Nuridah.

Padahal, menurut Ibu Nuridah, semula ia sempat ragu dan takut jika kedua anaknya malu jika ia ngojek. “Eh, ternyata sama sekali nggak, Mbak. Anak yang kecil, Nurul (13 tahun) malah sempat ikutan saya kerja. Saat menerima orderan GoFood, anak saya yang jalan beli, saya hanya nunggu. Biar dia tahu bagaimana ibunya cari uang.”

Dari awal nge-gojek, Ibu Nuridah mengaku penghasilannya sehari bisa mencapai 200 ribu. Penghasilan tersebut ia lakukan tanpa harus ngoyo cari penumpuang hingga larut malam. Menurutnya, siang ia selalu menyempatkan pulang dan menyambut anak bungsunya pulang sekolah. Setelah magrib ia pun sudah kembali ke rumah.

“Saya nggak ngerti kalau nggak ada gojek, mungkin saya masih luntang lantung cari kerjaan dan masih perlu bantuan dari keluarga. Saya ketemu chemistry-nya di sini. Seperti punya keluarga baru di sini. Mungkin karena niatnya buat anak-anak, jadi memang diberikan kemudahan.”

Apa yang ia lakukan sudah berbuah manis, selain bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, ia pun kini sudah dipercaya menjadi ‘kepala wilayah Jakarta Timur untuk GoClean.  Di mana ia bertugas sebagai penyambung lidah teman-temannya ke kantor pusat. Ibu Nuridah mengaku saat ini memang lebih sering mengambil orderan untuk GoClean. Pasalnya ia merasa lebih aman ketimbang wara wiri di jalanan.

Erni Setianingsih (32) – Agen Bebas Yakult

Selanjutnya ada Erni, yang sehari-hari keliling menjajakan Yakult, dari satu perumahan ke perumahan lain. Dari satu gang ke gang lain. Awal ketertarikan Erni bergabung dengan Yakult karena dekat dengan rumahnya dan tidak terlalu terikat. Ia menyebut profesinya sebagai “Agen Bebas Yakult.”

Erni sudah berkeluarga tapi belum dikarunia buah hati, masih menunggu waktu itu tiba. Beruntung ia diperbolehkan oleh suaminya, “Suami itu tergantung saya, kalau sayanya siap suami juga mengizinkan.”

Berkenalan dengan Ibu Pengendara GoJek, Pasukan Orange &  Agen Penjual Minuman Kesehatan - Mommies Daily

Setiap harinya dia mengayuh sepeda yang bermuatan, kurang lebih  450 botol Yakult. Ada box di bagian depan dan belakang yang menampung botol Yakult, itu belum temasuk dengan es batu. Gaji Erni perbulan, dihitung berdasarkan berapa botol yang berhasil ia jual. Jika memenuhi target 250 botol dalam sebulan, tentu ada kompensasi tambahan yang perusahaan berikan pada dirinya. Sejauh ini, kisaran gaji yang ia terima Rp 1,8 juta – Rp 2,3 juta. Dengan pemasukan sebesar itu, Erni mengaku masih sisa untuk dia menabung.

Mengayuh sepeda dengan beban barang yang lumayan berat, dan terpapar berbagai cuaca, nggak sama sekali menyurutkan semangat Erni bekerja. Ada hikmah lain yang Erni dapat, “Walau panas kepanasan, ujan keujanan. Tapi saya senang, karena kerjanya keliling, jadi bisa bersosialisasi, ketemu banyak orang dan punya teman baru,” kata Erni dengan raut wajah yang sumringah.

Ditanya mengenai sosok perempuan yang bekerja, ia lantang menjawab, “Menurut saya, perempuan bekerja adalah perempuan yang tangguh. Karena dia bisa membagi waktu antara urusan rumah tangga dan pekerjaan.” Dan Mbak Erni salah satu perempuan tangguh itu!

—-

Semoga cerita kehidupan 3 perempuan yang ‘berkarier’ di jalanan ini bisa memberikan insight buat kita yang mommies. Belajar untuk bisa lebih bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan, karena biar bagaimana pun kita nggak bisa menutup mata kalau di luar sana masih banyak sekali ibu bekerja yang punya perjuangan lebih berat tapi justru punya kemauan yang keras untuk tetap bekerja. Jadi, masih mau tetap mengeluh?

 


Post Comment