Kapan Mengatakan Tidak Kepada Atasan?

Nggak selama ini kita harus mengiyakan perintah dari atasan, lho. Dengan alasan yang masuk akal, kita bisa menolak permintaan dari beliau.

Working mommies. Banyak dari kita menganggap bahwa mematuhi perintah atasan adalah sebuah keharusan. Tetapi, apakah benar kita harus selalu mengatakan “ya” atas setiap kemauan atasan? Dalam situasi seperti apa mommies sesungguhnya bisa bahkan perlu mengatakan “tidak”?

Kapan Mengatakan Tidak Kepada Atasan? - Mommies Daily

Baca juga: Punya Atasan Otoriter? Hadapi dengan Cara Ini!

1. Perintah yang bertentangan dengan prinsip, nilai, dan etika.

Mommies dapat mengatakan tidak untuk perintah-perintah atasan yang bertentangan dengan nilai-nilai etika maupun moral pribadi mommies. Misalnya, perintah-perintah yang melanggar nilai-nilai kejujuran, integritas, maupun kesetaraan. Di samping itu ada pula instruksi yang mungkin terlihat netral, tetapi  bisa saja bertentangan dengan nilai-nilai dasar perusahaan, misalnya yang terkait dengan etika berbisnis. Konsekuensi dari melakukan kemauan atasan dalam hal-hal ini dapat merusak reputasi pribadi mommies maupun reputasi perusahaan.

Baca juga: 5 Hal yang Sebaiknya Jangan Dikatakan Atasan kepada Bawahan

2. Tugas-tugas tambahan yang menganggu kualitas kerja tugas-tugas utama

Kesediaan menerima tugas-tugas tambahan di luar pekerjaan utama sesungguhnya mencerminkan sikap kerja yang positif. Namun akan ada saatnya ketika pekerjaan-pekerjaan tambahan memang tidak bisa mommies lakukan karena hambatan waktu atau bahkan berisiko mengganggu tugas-tugas mommies yang utama. Jika demikian mommies perlu membicarakan hal tersebut secara terbuka dengan atasan dan menjelaskan dampak dari pengerjaan tugas-tugas tambahan itu terhadap kualitas kerja secara keseluruhan. Dalam kesempatan itu bisa terjadi negosiasi dengan atasan dan penataan ulang skala prioritas pekerjaan.

Baca juga: 5 Keterampilan yang Anak Membawa Anda ke Puncak Karier

3. Tugas-tugas yang berpotensi membahayakan organisasi

Ada kalanya mommies mungkin melihat perintah-perintah atasan yang berpotensi menimbulkan gangguan atau membahayakan organisasi, namun atasan tidak menyadari sepenuhnya. Misalnya hal-hal yang dapat melanggar regulasi pemerintah, atau merugikan keuangan perusahaan. Tentunya akan sangat baik bila mommies dapat menyampaikannya dengan data atau bukti yang kuat untuk mendukung pendapat mommies.

Artikel ini ditulis oleh Billy Latuputty, dari Tim EXPERD


Post Comment