7 Pertanyaan Tentang Breastfeeding & Jawaban Pakar

Mulai dari jenis makanan yang perlu dihindari, menyusui anak adopsi, hingga alasan mengapa ASI tak langsung keluar pasca melahirkan.

Kalau beberapa waktu lalu Adis menulis mengenai masalah pada puting payudara dan kaitannya dengan menyusui, kali ini saya merangkum beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para member yang bertanya di Instagram @mommiesdailydotcom mengenai menyusui atau breastfeeding dan meminta bantuan dr Meta Hanindita, SpA.

Pertanyaan tentang Breastfeeding

1. Benarkah makanan berpengaruh dengan ASI yang akan dihasilkan?

Kalau dikatakan apa yang dikonsumsi oleh ibu berpengaruh pada kondisi ASI, itu semua tergantung dengan apa yang terkandung di dalam makanan atau minumannya.

2. Bagaimana dengan makanan yang pedas, minuman atau makanan yang mengandung kafein dan aturan mengonsumsi obat saat menyusui?

Cabai itu mengandung capsaicin. Nah, ada beberapa anak yang sensitif terhadap capsaicin, sehingga saat ibunya makan pedas, anak akan mengalami diare. Namun, tidak semua anak sensitif, sehingga boleh-boleh saja dicoba dulu. Trial and error isitilahnya.

Untuk minuman berkafein seperti kopi, boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Penelitian menyebutkan jika ibu mengonsumsi kopi lebih dari 5-6 cangkir per hari, bayinya akan terpengaruh sehingga menjadi rewel dan sulit tidur.

Mengenai obat, sebenarnya banyak kok obat yang dapat dikonsumsi dengan aman saat menyusui. Namun, untuk lebih jelas dan pastinya, bisa tanyakan kepada dokter yang memberikan obat mengenai aman atau tidaknya obat tersebut untuk dikonsumsi saat menyusui.

3. Mungkinkah menyusui anak adopsi?

Ini sangat mungkin terjadi. Ada teknik yang bernama induced lactation. Dokter akan memberikan ibu obat-obatan yang dapat membantu produksi ASI. Kenapa ini bisa terjadi? Karena pada dasarnya semua perempuan bisa menyusui.

4. Apakah ada ciri-ciri fisik yang menunjukkan ASI berkualitas?

Semua ASI pastinya berkualitas. ASI yang pertama kali keluar memang lebih encer karena mengandung banyak laktosa dan disebut dengan foremilk. Sedangkan yang keluar setelahnya akan lebih kental dan kekuningan karena lebih banyak lemak dan disebut hindmilk. Semua sama-sama berkualitas dan sama-sama penting. Yang penting, makanlah makanan dengan gizi seimbang. Minum air putih untuk menjaga tubuh ibu tetap terhidrasu dan banyak sayuran hijau yang dipercaya sebagai lactogogue yang dapat membantu melancarkan ASI.

5. Apa yang menyebabkan ASI tak langsung keluar pasca melahirkan?

Pertama, pastikan dulu memang ASI tidak keluar. Pada hari pertama, wajar banget kalau ASI yang keluar hanya sedikit sekali dan sudah habis diisap bayi. Jadi waktu diperah tidak keluar lagi. Intinya, tidak terlihat bukan berarti tidak keluar. Kalau memang benar-benar tidak keluar, tetap susui bayi dan keluarkan ASI saat tidak disusui. Produksi ASI sangat dipengaruhi dengan pengeluaran ASI itu sendiri. Semakin sering ASI dikeluarkan, semakin sering juga ASI diproduksi.

Sebenarnya, setiap ibu yang baru melahirkan, tubuhnya pasti memproduksi ASI. Kalau merasa ASI tak keluar, mungkin karena masih ada sedikit progesteron yang menahan prolaktin. Meski begitu, kita tetap perlu menyusui bayi setiap 2―3 jam sekali untuk merangsang oksitosin dan payudara. Bila tidak ada masalah berarti, dengan aktifnya bayi mengisap puting, produksi ASI akan bertambah dengan sendirinya.

6. Berapa lama bayi baru lahir bisa bertahan tanpa ASI?

Kolostrum yang jumlahnya sangat sedikit dan keluar di hari-hari pertama sebenarnya cukup untuk bayi baru lahir. Tetap susui secara rutin agar merangsang produksi ASI. Biasanya ASI baru meningkat jumlahnya secara kasat mata setelah hari ketiga.

7. Kalau ASI baru keluar setelah hari kedua dst, apakah IMD masih dapat dilakukan?

IMD adalah usaha aktif bayi untuk menyusu dalam satu jam pertama kelahiran, tanpa ada batasan ASI harus sudah keluar atau tidak. Jadi harus dilakukan setidaknya satu jam setelah proses kelahiran. Kalau sudah hari kedua bukan IMD ya namanya.


Post Comment