Masalah pada Puting Payudara Saat Menyusui

Memberikan ASI eksklusif pada anak memang pantas diperjuangkan. bahkan ketika kita sebagai Ibu mengalami masalah pada puting payudaranya.

Beberapa waktu lalu, dalam rangka menyambut Pekan ASI Sedunia 2016, kami pernah mengajukan pertanyaan di Instagram @mommiesdailydotcom mengenai hal apa saja yang ingin diketahui oleh para member kami jika urusannya dengan menyusui atau breastfeeding. Dan, salah satu yang banyak ditanyakan adalah cara tetap menyusui ketika puting pada payudara bermasalah.

Saya jadi ingat pesan mama yang satu ini “Semua perempuan yang jadi ibu itu pasti bisa menyusui, kok. Semua tergantung dari seberapa besar keinginan dan keyakinan diri sendiri. Masalah apapun, pasti ada jalan keluarnya”.

Breastfeeding-06*foto dari photosbylei.com

Pada kenyataannya, memang menyusui nggak gampang, saya pun sempat mengalami ASI seret  sampai mengonsumsi daun bangun-bangun sebagai ASI booster. Setelah itu ‘perjuangan’ menyusui sempat dibumbui dengan puting lecet. Wwaaah… masalah menyusui memang menyisakan banyak cerita!

Kali ini mencoba membantu kebingungan para mommies yang sudah bertanya di Instagram, saya mau membahas mengenai masalah pada puting payudara dengan bantuan dr. Marini Sartika Dewi, MsiMed, SpA.

Puting lecet

Sepertinya puting lecet jadi masalah sejuta umat khususnya ibu baru. Paling tidak, saya dan beberapa teman dekat pernah mengalaminya. Tapi pada dasarnya kuncinya terletak pada latch on yang tepat, jadi selama pelekatan mulut anak ke puting payudara tidak sempurna, hal ini bisa terus terjadi.

 “Karena itu, di awal saya selalu mengajarkan posisi pelekatan untuk mommies yang menyusui. Yang sudah terlanjur lecet pun, bisa diobati dengan mengoleskan ASI pada puting yang sedang lecet, karena ASI mempunyai antiradang,” jelas dr. Marini. Artinya, jika Mommies dan bayi sudah bisa mendapatkan latch on yang baik, maka puting lecet akan terhindari.

Namun, jika terjadi  tounge tie dan lip tie penanganannya memang akan berbeda, di mana posisi mulut bayi yang ideal pada saat menyusui adalah bibir atas dan bawah terbuka dengan lebar. Jika ini tidak terjadi maka latch on-nya tidak bisa menempel dengan baik.

Puting yang datar dan masuk ke dalam

Gagal menyusui karena puting datar? Ada Mommies yang sedang mengalaminya? Sebenarnya kondisi seperti ini nggak menghalangi Mommies untuk menyusui, kok. ASIX tetap bisa didapatkan si kecil.

Seperti yang dijelaskan dr. Marini kalau puting pada perempuan memang tidak sama. Ada yang normal, ada juga yang putingnya terlalu kecil sehingga terlihat tidak ‘mancung’, ada juga bentuk puting yang terlalu datar bahkan masuk ke dalam. Kalaupun hal ini sepertinya tidak menguntungkan buat kita para ibu ketika menyusui, tapi perlu diingat, kalau menyusui bukan dari puting payudara tetapi bagian areolanya (daerah berwarna gelap di seputar puting).

Selain itu Mommies juga perlu melakukan perawatan, untuk menarik puting payudara Mommies agar keluar bisa menggunakan alat bantu berupa nipple puller atau syringe (alat suntik yang dimodifikasi untuk menghisap puting susu). Tapi Mommies perlu kesabaran, karena biar bagaimanapun nipple puller yang paling hebat adalah isapan bayi.

Mengenai kondisi puting yang tidak sempurna dan menyebabkan proses menyusui terhambat, memang bukan jadi alasan untuk tidak memberikan hak anak. Bukankah ASI merupakan hak anak yang perlu kita penuhi? Oleh karena itu, keberhasilan memberi ASI sebaiknya memang sudah dimulai sejak masa kehamilan. Tentunya perlu dilanjutkan sampai masa menyusui itu sendiri.

Dengan mengetahui mitos dan fakta soal menyusui, termasuk kondisi puting pada payudara yang tidak sempurna, kita pun jadi punya kesempatan untuk belajar dan  mengetahui bagaimana cara menanganinya. Seperti yang dikatakan  dr. Marini bahwa busui harus yakin terlebih dahulu bahwa dia mampu menyusui. “Itu jadi modal utama saya mendampingi pasien dengan kasus dengan masalah puting seperti ini. Dan ketika bayinya berusia 9 bulan, bentuk putingnya sudah keluar,” jelas dr. Marini.

 


Post Comment