Personal Branding, Memang Perlu, Ya?

Saya pikir branding hanya diperlukan untuk sebuah perusahaan, atau kalangan pesohor saja. Kenyataannya, membangun citra diri juga diperlukan setiap orang demi kemajuan diri. Berikut penjelasan Amalia E. Maulana Ph.D, Branding & Etnography Marketing Expert.

Personal Branding

Mendengar kata personal branding, apa yang terbersit di pikiran Mommies? Saya sempat nggak mengira lho kalau personal branding itu punya pengaruh yang kuat bagi setiap orang. Ternyata menurut pakar branding, Amalia E. Maulana PhD, “Layaknya berlian, citra diri seseorang apabila mampu digambarkan dengan cemerlang dan diperhatikan maka akan bisa lebih berkilau”.

Saya ingat sekali, tahun lalu saat bertemu dengan Amalia E. Maulana PhD dalam peluncuran buku Personal Branding: Membangun Citra Diri yang Cemerlang, perempuan yang punya sederet pengalaman dalam dunia bisnis ini membuat saya ‘melek’ tentang pentingnya personal branding.

Amalia menerangkan kalau membangun personal branding perlu waktu dan proses. Hal ini pun perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Personal branding penting untuk membangun reputasi yang baik dalam kehidupan pribadi ataupun karier. Sayangnya, masih banyak anggapan personal branding hanya untuk para artis dan tokoh. Padahal, semua orang butuh membina personal brand tersendiri,” ungkap Amalia E. Maulana.

Begitu mendengar penjelasannya saat itu, saya jadi senyum-senyum sendiri. Dalam hati mengakui kalau saya adalah salah satu di antara sekian banyak orang yang masih kurang mudeng seputar personal branding. Iya, saya pikir apa perlunya, sih, branding? Ternyata personal branding diperlukan setiap orang.

Dalam bukunya, Amalia E. Maulana Ph.D menuliskan bahwa ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk  mencapai personal branding yang baik, yaitu, kenal, paham, interaksi, dan relationship. Paham yang dimaksud di sini tentu saja, sebagai individu kita harus paham dulu manfaat personal branding untuk apa, dan sisi seperti apa yang ingin ditonjolkan. Setelah itu tentu saja perlu interaksi dengan banyak orang dan membangun hubungan yang baik.

Kalau sebuah perusahaan bisa sukses dalam urusan branding, kita pun jangan lupa kalau kita juga sebuah ‘produk’ yang perlu dibangun, dibina dan dikembangkan! Kalau sebuah perusahaan butuh konsultan untuk membangun branding, tidak demikian halnya dengan kita, tahu nggak kalau personal branding bisa dikelola sendiri!

Tom Peters ahli personal branding mengatakan kalau personal branding ini nggak ada hubungannya dengan usia saat, termasuk apakah kita punya posisi tinggi dalam perusahaan atau tidak. Personal branding ini tergantung pada diri kita sendiri, mau citra seperti apa yang ingin kita ciptakan agar kita menjadi pribadi yang lebih maju. 

Pengaruh Social Media

Cyber presence punya pengaruh yang kuat dalam membangun citra diri. Pantas saja, kalau social media berperan penting dalam perkembangan karier. Saya jadi ingat, salah satu tante saya yang berprofesi sebagai Public Relation bertanya, “Dis, kenapa sih nama akun twitter kamu @gajahbleduk? Nggak mau diganti saja? Supaya branding kamu lebih ngena?

Ternyata benar, citra diri kita bisa dianalisa lewat social media yang kita miliki. Keberadaan social media memang nggak sesederhana yang kita bayangkan. Kalau digunakan secara bijak, social media bisa menjadi alat promosi yang murah untuk mempromosikan personal brand dengan cepat, dan murah. “Cyber presence bisa membentuk reputasi online, bisa dikembangkan seiring sejalan dengan reputasi keseharian brand. Harus tetap menjadi diri sendiri, tetapi kuatkan unsur brand elemen yang menjadi kompetensi diri, dan kurangi hal-hal yang bisa merugikan,” demikian kata Amalia.

Jadi pemilihan nama akun social media itu memang perlu dipikir baik-baik, termasuk ‘kicauan’ yang ingin disampaikan. “Memang memilih nama akun social media merupakan keputusan masing-masing, tapi perlu diingat kalau akun tersebut adalah pintu masuk gerbang citra dari digital I- Brand,” ungkap Amalia.

Setidaknya sekarang saya paham kalau personal branding merupakan proses yang tidak bisa diciptakan hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Tidak ada istilah last minute dalam membina citra diri. Perlu punya gambaran jelas mengenai tujuan dan strategi jangka pendek dan panjang, kemudian mulailah bergerak.  Siapa tahu dengan personal branding yang kuat, kita semakin berkilau seperti berlian.


Post Comment