Apa yang Orangtua Perlu Ketahui Tentang “Narkoba Digital”?

Minggu kemarin sempat heboh tentang narkoba digital di beberapa grup whatsapp orangtua yang saya punya. Berikut sedikit keterangan yang saya peroleh dari facebook-nya Kakatu. Let’s check.

memakai headphone

Jadi sebenarnya bagaimana sih aplikasi I-Doser ini bekerja, sampai-sampai kok heboh banget jadi pembahasan orangtua? Menurut Kakatu, aplikasi ini merupakan audio dengan konsep Binaural Beats. Konsep tersebut memainkan dua nada yang berbeda yang dimainkan di telinga yang berlawanan sehingga selisih frekuensi tersebut masuk ke dalam otak. Binaural Audio ini diciptakan pada tahun 1839 oleh Heinrich Wilhem Dove, Profesor Konigsberg University, Jerman.

Efeknya sendiri dapat dipengaruhi oleh headphone berkualitas tinggi untuk menyerap suara dan kestabilan emosi, kondisi pada saat tenang, kondisi cahaya ruangan. Efek ini dirasakan atau tidak tergantung dari kondisi-kondisi tersebut di atas.

Karena diciptakan untuk memanipulasi suasana hati, maka efek dari Binaural Beats ini dapat bertujuan mengurangi rasa cemas. Sedangkan peneliti dari Monroe menemukan ada efek lain berupa pengalaman keluar dari tubuh. Pada tahun 2010 beberapa murid dari Mustang School America mengalami hilang kesadaran setelah mencobanya. Sehingga sekolah tersebut mengirimkan surat peringatan kepada orangtua murid.

Lalu risikonya apa? Karena aplikasi ini menggunakan penamaan fitur dengan nama-nama narkoba pada umumnya, seperti mariyuana, ekstasi dkk, Hal ini berpotensi membuat anak semakin merasa penasaran dengan istilah-istilah tersebut.

Meskipun Kakatu menyatakan bahwa Narkoba Digital ini memang ada, pihak BNN sendiri menganggap bahwa I-Doser tidak termasuk narkoba. Namun Kementerian Kominfo memutuskan untuk memblokir situs I-Doser ini karena dianggap menggunakan nama-nama yang meresahkan.

Kembali lagi, kalau sudah berkaitan dengan digital maka dibutuhkan kesadaran dari pihak orangtua untuk mengawasi dengan maksimal. Jangan hanya sekadar memberikan gadget ke anak kemudian lupa untuk mengawasi penggunaannya. Bahkan memilih aplikasi apa saja yang bisa didownload anak juga merupakan kewajiban orangtua (setelah berkompromi dengan anak tentu saja). Ciptakan komunikasi yang baik agar anak pun juga terbuka untuk bercerita mengenai apa saja yang ia dapat ketika asik mengulik gadget. Terakhir, jangan lupa mengecek aktivitas gadget anak. Apa saja yang digunakan dan berapa lama penggunaannya.

 

 


Post Comment