Sehat Lahir dan Batin Setelah Melahirkan

Melahirkan, baik secara normal maupun melalui operasi, adalah proses yang melelahkan, baik fisik maupun psikis. Dengan 4 cara berikut ini, saya pun bisa merasa nyaman setelah melahirkan.

Saat melahirkan anak kedua, saya berhasil melewatinya dengan mudah meski harus dibantu dua orang bidan. Mudah dalam artian, saya melewati “mulas-mulas” yang alami dalam waktu kurang dari empat jam. Hingga pembukaan terakhir, semuanya saya lalui secara alami tanpa bantuan perangsang (induksi). Tentu saja, ini kali pertama saya melahirkan secara alami karena saat melahirkan anak yang pertama, saya mendapatkan bantuan berupa induksi.

Melahirkan, baik secara normal maupun melalui operasi, adalah proses yang melelahkan. Pun yang saya rasakan setelah dua kali melahirkan secara normal. Tenaga yang dikeluarkan cukup besar saat proses melahirkan berjalan. Tentu saja, tidak hanya melibatkan fisik, namun melahirkan juga melibatkan psikis sang ibu. Istilahnya, lahir dan batin benar-benar berjuang saat melahirkan anak.

Karena pernah merasakan drama baby blues dan kelelahan fisik serta mental setelah melahirkan anak pertama, maka saat hamil anak kedua pun saya mulai mengubah beberapa hal yang bisa mempengaruhi kondisi saya secara keseluruhan. Tujuannya agar tubuh dan mental saya lebih siap saat menjalankan proses melahirkan anak kedua.

Sebenarnya sih, yang saya lakukan selama menjalani kehamilan anak kedua merupakan hal yang  biasa saja. Namun, hal-hal ini tidak saya lakukan secara rutin saat menjalani kehamilan pertama kali walaupun dokter sudah menganjurkannya. Ketika hamil anak kedua, saya pun mulai melaksanakan hal-hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Maka, inilah beberapa hal yang saya lakukan selama menjalani kehamilan hingga datangnya hari lahir anak saya yang kedua, di antaranya :

  • Mengonsumsi makanan/minuman sehat

Meskipun dokter kandungan memberikan dua macam vitamin untuk saya konsumsi, namun saya tetap mengutamakan makanan sehat yang dimasak sendiri untuk saya konsumsi. Yang saya lakukan cukup sederhana : lebih banyak mengonsumsi sayuran berwarna hijau tua, menghindari makanan yang dibakar atau dipanggang dan menghindari makanan mentah, menjadikan buah-buahan sebagai camilan dan mengonsumsi daging merah, telur serta ikan secara bergantian. Meskipun agak sulit untuk mengonsumsi susu, dokter kandungan membolehkan saya untuk meminum yoghurt. Tidak lupa konsumsi air putih juga saya perhatikan agar volume air ketuban tetap terjaga. Meski terkesan sederhana, pola makanan seperti ini cukup memasok energi harian saya dan membuat saya tetap fit hingga proses melahirkan tiba. Sebisa mungkin saya menghindari makanan dan minuman kemasan serta makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Karena makanan dan minuman yang tinggi gula dapat membuat tubuh semakin lemas dan dapat menimbulkan diabetes saat hamil. Intinya asupan nutrisi di masa kehamilan saya perhatikan.

  • Tetap berolahraga dan aktif bergerak di pagi hari

Saya merasakan kantuk yang luar biasa selama kehamilan anak kedua. Namun, pesan dokter kandungan agar saya tetap beraktivitas di luar ruangan saat pagi hari tetap saya lakukan. Awalnya memang terasa berat untuk melawan kantuk. Namun setelah dirutinkan, rasa kantuk pun hilang dan tubuh menjadi bugar. Tubuh saya cukup mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari pagi. Olahraga juga saya lakukan selama masa kehamilan anak kedua, terutama saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Ketika memasuki trimester kedua, saya lebih senang berjalan santai dan yoga dengan gerakan ringan. Saat memasuki trimester ketiga, saya menambahkan jadwal berenang ketika akhir pekan tiba. Dengan rajin berolahraga (terutama yoga dan berenang), rasa pegal di pinggang berkurang banyak meski berat kandungan semakin bertambah. Yang lebih utama, manfaat dari rajin berolahraga selama masa kehamilan membantu saya mengatur nafas saat mengejan selama proses melahirkan berlangsung.

  • Cukupi waktu istirahat

Memang, ada saat-saat tertentu kita merasa susah tidur saat malam hari. Hal ini wajar adanya karena perubahan hormon selama masa kehamilan. Namun, usahakan untuk tetap beristirahat di malam hari. Walaupun sulit tidur, bukan berarti kita bebas beraktivitas. Tetap istirahatkan badan kita agar tubuh kita tidak merasa kelelahan di kemudian hari.

  • Bersyukur dan berdoa

Kita semua tahu bahwa melahirkan adalah perjuangan hidup dan mati seorang ibu. Wajar jika kita sebagai ibu hamil merasa cemas ketika mendekati due date. Rasa cemas ini bisa kita minimalisir dengan rajin berdoa. Kita bisa tetap berdoa agar kita dan bayi yang kita kandung selalu diberikan kemudahan saat melahirkan nanti, diberikan keselamatan dan kesehatan. Memanjatkan doa bisa kita lakukan diluar waktu ibadah wajib. Tak lupa untuk selalu bersyukur karena kita diberikan kesempatan untuk hamil dan tetap diberikan kesehatan. Mendekatkan diri kepada-Nya akan memberikan rasa damai pada diri kita dan menghindarkan kita dari rasa cemas/stress yang berlebihan.

  • Minta dukungan dari suami dan anggota keluarga lainnya

Bagi saya, selalu ditemani suami selama menjalani kehamilan anak kedua memberikan rasa tenang dan bahagia. Berbeda saat kehamilan anak pertama, dimana saya selalu berjauhan dengan suami, sering ada rasa sedih dan cemas akan keadaan suami. Bukan hanya dukungan dari suami, dukungan dari anak kami yang pertama, dari orang tua kami berdua dan saudara-saudara turut memberikan kekuatan lebih bagi saya untuk menjalani kehamilan ini. Dukungan positif inilah yang akan memberikan ketenangan bagi jiwa kita selama menjalani masa kehamilan. Tentu saja, jika jiwa kita merasa tenang, maka stress pun enggan menghampiri.

Sederhana sekali ya hal-hal yang saya lakukan selama masa kehamilan anak kedua kemarin. Tujuan utamanya, jelas supaya saya selalu merasa senang dan tenang selama menjalani kehamilan. Efek dari ketenangan ini bersifat positif, yang mana akhirnya menguatkan saya saat melewati proses melahirkan. Tentu saja, efek ini terus saya rasakan hingga proses melahirkan telah dilewati.

Jadi, selamat menikmati masa kehamilan kita. Dan jangan lupa, bangun komunikasi positif antara kita (sebagai ibu hamil) dengan suami, anggota keluarga lainnya dan dokter kandungan.

96_news-580x400

 

 


Post Comment