Tips & Trik Berburu Asisten Rumah Tangga Infal

Ditulis oleh: Nayu Novita

Ditinggal si mbak pulang kampung adalah problem khas tahunan yang dihadapi para mommies menjelang libur Lebaran. Perlukah mencari pengganti alias infal?

Bersamaan dengan perasaan gembira menyongsong kehadiran hari raya, saya juga sekaligus sering merasa ketar-ketir menanti tibanya jadwal mudik tahunan Asisten Rumah Tangga (ART). Bukan hanya memikirkan nasib rumah yang sudah tentu bakal menjelma jadi “kapal pecah” dalam hitungan hari, tetapi juga “harap-harap cemas” memikirkan apakah si mbak akan kembali lagi ke rumah kami setelah tuntas melepas kangen dengan keluarganya.

Makanya, sejak beberapa minggu menjelang hari kepulangan ART, berbagai langkah antisipasi sudah menari-nari di kepala saya, mulai dari mengurangi loading pekerjaan, meminta suami mengambil jatah cuti ekstra, “mengungsi” ke rumah orangtua, menyusun jadwal “kerja bakti” sekeluarga, sampai mengambil ART infal dari yayasan. Untuk poin yang terakhir ini, saya yakin banyak mommies yang juga pernah menerapkannya, kan?

lg

*Gambar dari sini

Bagi yang belum familiar dengan istilah “ART infal”, yang saya maksud adalah ART temporer untuk menggantikan ART permanen yang sedang berhalangan kerja—biasanya sih karena pulang kampung. Jadi, sistem kerja dan pembayaran ART infal ini adalah dalam hitungan hari atau minggu, beda dengan ART permanen yang biasanya dihitung per bulan. Berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil ngobrol dengan teman-teman senasib, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum kita memutuskan untuk mengambil infal, yaitu:

  1. Pilih sumber terpercaya

Sekarang ini tidak sulit menemukan penyalur ART yang menyediakan layanan infal. Tinggal browsing, Anda bisa mendapatkan nomor kontak berikut tarif jasa yang dikenakan. Hanya saja, meski mudah ditemukan dan hanya menggunakan layanan yang bersifat sementara, Anda tetap perlu menyeleksi kualitas penyalur secara sungguh-sungguh. Ingat, Anda akan mempercayakan rumah beserta seluruh isinya ke tangan seseorang yang baru saja dikenal, lho! Bukan tidak mungkin ART infal tersebut berperan sebagai “mata-mata” yang memiliki niat tidak baik terhadap majikan barunya (ih, amit-amit deh!!). Maka itu, alih-alih “main comot”, ada baiknya bila Anda memilih jasa penyalur yang kredibel dan direkomendasikan oleh teman serta sanak kerabat.

  1. Hitung budget!

Dalam bidang apa pun, yang namanya tenaga temporer biasanya punya hitungan honor per jam yang lebih tinggi dibandingkan tenaga tetap. Begitu pula dengan ART infal. Jika honor ART tetap umumnya berkisar antara Rp 800 ribu s/d 1,5 juta per bulan, maka honor ART infal berkisar antara Rp 80 ribu s/d 150 ribu per hari. Ada pula sejumlah penyalur yang menawarkan sistem paket mingguan atau bulanan yang jika ditotal akan sedikit lebih murah daripada harga harian. Hanya saja, biaya tersebut masih belum termasuk biaya administrasi yang dikenakan oleh penyalur—biasanya berkisar antara Rp 500 ribu s/d 900 ribu. Tinggal hitung saja berapa jumlah dana yang perlu disediakan jika Anda hendak menggunakan jasa infal selama libur Lebaran.

  1. Tentukan kualifikasi

Untuk menjamin kepuasan Anda sebagai pengguna jasa sekaligus menghemat waktu dan budget, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu menentukan kualifikasi ART infal yang diperlukan. Misalnya, selain membutuhkan tenaga untuk bebenah rumah, Anda juga perlu orang yang bisa dipercaya untuk mengawasi anak-anak. Atau, Anda hanya memerlukan tenaga untuk bersih-bersih rumah dan menyetrika, tetapi tidak untuk memasak. Sampaikan kualifikasi yang dikehendaki kepada penyalur, supaya Anda bisa mendapatkan tenaga infal yang sesuai. Terkadang, ada baiknya membayar lebih demi mendapatkan kualitas yang tepat ketimbang menekan harga tetapi mengakibatkan Anda harus bolak-balik menukar ke yayasan hingga menemukan yang cocok.

  1. Cari alternatif lain

Sebagai alternatif mendapatkan ART infal, selalu ada pilihan untuk memanfaatkan acara mudik si mbak sebagai momen untuk mendekatkan diri dengan keluarga. Caranya, ya dengan bersama-sama melakukan “kerja bakti” membersihkan rumah selama tidak ada ART. Percaya deh, melakoni pekerjaan rumah itu tidak sesulit yang ada di bayangan Anda, kok! Sambil beberes rumah Anda bisa sekaligus membakar kalori tanpa perlu membayar biaya keanggotaan gym. Kabar baiknya lagi, sekarang ini banyak tersedia jasa laundry kiloan “murah meriah” untuk memangkas separuh pekerjaan rumah. Tidak bisa memasak? Jangan khawatir! Gunakan saja jasa katering rumahan untuk memasok makanan harian. Setelah “lulus” ujian merawat rumah tanpa kehadiran si mbak, siapa tahu untuk selanjutnya Anda sekeluarga bisa lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung lagi pada keberadaan ART.

Kalau di antara mommies punya kontak penyalur ART yang bagus dan bisa dipercaya, boleh dong tolong share di sini :).