Kiat (Lebih) Aman Di Taksi

Musim hujan seperti sekarang ini mencari taksi jadi suka bikin ribet, ya. Pesan taksi lewat telepon, sering dibilang harus menunggu lama bahkan hingga 2 jam. Sementara kalau nunggu di pinggir jalan, susahnya juga minta ampun. Sekalinya dapat yang kosong, bukannya berhenti, eh malah cuma dapat lambaian tangan. Ya, nasiiiib….

woman-taxi*foto dari sini

Belum lagi dengan pertimbangan “Bagaimana dengan tingkat keamanannya?”. Ini tentu jadi poin yang paling utama, dong? Semua pasti masih ingat dengan peristiwa perampokan yang menimpa seorang perempuan beberapa waktu lalu. Selain kehilangan sejumlah harta benda, si korban juga sempat diancam akan dihabisi nyawanya. Duh….tambah ngerti saja kalau memilih taksi.

Padahal, selama ini taksi itu  menjadi alat transportasi umum yang dianggap paling aman dan nyaman. Peristiwa seperti itu pun akhirnya memberikan pelajaran buat saya untuk lebih hati-hati menggunakan jasa taksi.  Pertanyaannya, bagaimana  cara memesan taksi yang lebih aman,  khususnya kita kaum perempuan?

Belum lama ini saya sempat datang ke acara jumpa pers Grab Taksi. Ada yang sudah mendengar soal Grab Taksi? Grab Taksi adalah sebuah  aplikasi terbaru yang bisa kita download di Google Play, Apple Store maupun Blackberry World untuk memudahkan kita untuk mendapatkan taksi. Sebelum di luncurkan di Indonesia, aplikasi ini sudah sangat populer di  Thailand, Singapore, Malaysia, Vietnam, ataupun Filipina.

Enaknya, ketika memesan taksi lewat aplikasi ini kita bisa menghubungi pengemudi terdekat, dan bisa melihat pengemudi merespon secara langsung. Selain itu ada fitur Share My Ride di mana kita bisa share lokasi di sosial media supaya keluarga atau teman bisa membantu memonitor perjalanan taksi. Kalau ada kejanggalan, jadi bisa cepat bertindak.

Waktu itu, Head of Marketing Communication Grab Taxi Indonesia, Kiki Rizki, mengatakan bahwa penting untuk mengampanyekan keamanan di taksi, mulai dari memilih taksi dan berperilaku di taksi secara aman. Oleh karenanya, saat ini Grab Taksi sedang mengampanyekan #TaxiAman yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih taksi yang aman di tengah banyaknya tindak kriminal.

Sebelumnya Lita pernah menulis kiat aman naik taksi, tapi di sini akan saya tambahkan 10 kiat lainnya ya:

  1. Saat masuk ke dalam taksi, pastikan identitas pengemudi sesuai dengan sopir yang mengemudi.
  2. Pastikan tidak ada orang lain di dalam mobil. Supaya lebih aman sebaiknya sebelum masuk kita minta tolong pengemudi untuk membuka bagasi lebih dahulu. Seperti yang kita ketahui dari berita-berita, kawanan perampok sering disembunyikan di bagasi kan?
  3. Kalau memang lagi nggak enak badan, usahakan ada yang menemani kita selama perjalanan. Tapi tentunya teman sendiri, ya. Jangan sampai kondisi kita yang sakit memancing atau menjadikan peluang terjadinya tindak kejahatan. Terutama jika memang sudah malam hari.
  4. Kalau di jalan tiba-tiba ada yang ingin berbagi taksi di perjalanan, dengan alasan supaya bisa share ongkosnya, hiraukan saja. Toh, dia memang belum kita kenal. Jadi, nggak peduli dia cantik, ganteng ataupun ibu-ibu yang terkadang membuat kita merasa kasihan. Kalau memang hal ini terjadi, lebih baik beri saja taksi tersebut untuk mereka. Kita bisa menunggu taksi lainnya.
  5. Ketika masuk ke dalam taksi, duduklah di sisi berlawanan dengan sopir sehingga kita bisa melihat gerak-geriknya.
  6. Jangan lupa untuk memastikan argo menyala. Jika pengemudi bilang tidak ingin pakai argo lebih baik kita turun.
  7. Langsung hubungi teman, suami atau saudara kalau kita sedang naik taksi dan berikan identitas yang jelas. Lebih baik lagi, kita bisa menggunakan teknologi dengan fitur yang dapat memberitahukan lokasi kepada teman atau keluarga kirim pesan agar ada orang lain yang menjaga keamanan.
  8. Jangan pernah membiarkan telepon genggam dalam keadaan mati. Sehingga kalau ada sesuatu kita bisa segera menelepon orang yang kita percaya. Selain itu, jangan lupa siapkan speed dial orang-orang terdekat atau nomor gawat darurat.
  9. Pastikan kaca taksi tertutup karena bisa saja terjadi penjambretan.
  10. Hentikan taksi jika keadaan darurat dan ikuti rute sendiri.

Jadi, yuk….. lebih hati-hati dalam memilih taksi. Ada keluarga yang menanti kedatangan kita di rumah.


Post Comment