Menciptakan Kamar Yang Nyaman Untuk Anak

IMG_1296

Sejak pindah ke rumah sendiri, saya bercita-cita untuk membuatkan kamar untuk Langit. Kebetulan rumah yang kami beli ini rumah second, jumlah kamarnya pas untuk saya dan suami, pengasuhnya dan Langit. Jadi kami nggak perlu keluar biaya untuk membuat kamar tambahan.

Berhubung kami pindah saat Langit masih bayi dan menyusu pada saya, pisah kamar pun ditunda untuk sementara waktu. Rencananya sih, pas Langit berusia 5 tahun, kami pisah kamar. Tapi apa daya, masih maju mundur sayanya (haha, bukan anaknya, lho), jadi pisah kamar pun baru kejadian pas Langit lulus TK.

Walaupun kamar sudah disiapkan jauh-jauh hari, tapi tentu saja ada beberapa hal yang disesuaikan seiring dengan pertambahan usia dan kebutuhan. Misalnya, tadinya nggak ada lemari buku, sekarang jadi ada. Lalu ada juga papan untuk menulis jadwal pelajaran sekolah, dan sebagainya.

Dari sini, saya belajar beberapa hal mengenai persiapan kamar anak. Kamar anak saya bukan yang kece seperti di foto-foto majalah interior, ya. Tapi lumayan fungsional lah :)

  • Warna cerah akan membangkitkan mood anak-anak

Kebayang nggak kalau kamar anak warnanya suram? Bukan hanya dari warna cat tembok, lho. Tapi juga dari pencahayaan. Untuk anak yang masih dalam masa pertumbuhan, sebaiknya Mommies memasang lampu dengan tone warna putih bukan yang kuning. Dengan cahaya berwarna putih, mempermudah anak dalam proses belajar salah satunya.

Kamar anak saya kebetulan warnanya paduan antara kuning dan biru. Nah belakangan ini Langit sih lagi request mau ganti warna cat tembok dengan warna ungu, sesuai dengan warna favoritnya :D

  • Pastikan kamar memiliki ventilasi yang baik

Ventilasi adalah hal yang sangat penting untuk setiap ruangan. Ventilasi yang memadai akan memberikan cahaya dan udara yang baik untuk bagian dalam ruangan. Saya pernah menulis kriteria rumah sehat, bahwa fungsi utama ventilasi adalah menjaga agar aliran udara dalam rumah tetap segar sehingga kebutuhan oksigen penghuni rumah tetap terjaga. Kurangnya ventilasi, selain kurangnya asupan oksigen juga membuat kondisi rumah lembap. Lembap memudahkan bakteri patogen berkembang biak.

Selanjutnya: Mommies nggak mau kan, anak sih sudah tidur di kamar sendiri, tapi di kamar anak ternyata lembap dan jadi ‘biang’ penyakit :(


3 Comments - Write a Comment

  1. Kamar anak gw juga cuma tempat tidur sama lemari pakaian yang nyambung sama meja belajar dan lemari buku. Tapi karna malem belum tidur disitu jadi masih berfungsi ganda sebagai tempat naro setrikaan. Anak gw kayaknya baru gw lepas pas dia umur 5 tahun nanti hehehe

Post Comment