Rumah yang Sehat

Setelah menikah, punya anak, lalu apa lagi PR sebuah keluarga? Buat yang belum punya rumah, pasti cari rumah yang memadai untuk keluarga, ya. Di mana ibu, ayah dan anak-anak bisa tidur dengan nyaman, serta bermain dengan gembira dirumah tersebut.

Nah, apa saja yang diperhatikan dalam mencari rumah? Lokasi? Luas rumah? Kalau saya sih, yang penting harga dulu, hihihi .…

Selain hal yang disebutkan di atas, buat yang punya anak, selain membuat rumah yang aman dan nyaman bagi keluarga, penting banget lho menciptakan rumah sehat bagi keluarga. Rumah sehat adalah sebuah rumah yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, yang perlu diperhatikan antara lain:

Ventilasi

Fungsi utama ventilasi adalah menjaga agar aliran udara dalam rumah tetap segar sehingga kebutuhan oksigen penghuni rumah tetap terjaga. Kurangnya ventilasi, selain kurangnya asupan oksigen juga membuat kondisi rumah lembab. Lembab memudahkan bakteri patogen berkembang biak.

Ventilasi bisa berupa jendela, pintu, lubang angin atau pada dinding. Ada juga ventilasi buatan seperti kipas angin atau mesin penghisap udara. Tapi tentu saja, kalau saya lebih memilih yang alami.

Cahaya

Rumah sehat membutuhkan cahaya yang cukup, tidak lebih apalagi kurang. Cahaya bisa didapat dari 2 sumber, yang alami atau buatan misalnya lampu.

Cahaya matahari bisa membantu membunuh bakteri-bakteri patogen didalam rumah. Usahakan jendela dapat menerima sinar matahari langsung tanpa terhalangi bangunan lain. Lokasi penempatan jendela pun harus diperhatikan dan diusahakan agar sinar matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding).

Pembuatan genteng kaca juga bisa lho, Mommies. Rumah saya kebetulan nggak punya halaman belakang, jadi tanah dihabisin gitu (maklum rumah minimalis secara harfiah, hihihi). Nah, mengakali agar cahaya matahari tetap masuk rumah selain dari depan  maka kami mengganti beberapa petak genteng dengan kaca.

Luas bangunan rumah

Memang sih, makin kesini harga rumah makin mahal ya, apalagi kalau yang luasnya lumayan besar dan di daerah berkembang. Tapi ternyata, dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal, luas kamar tidur adalah minimal 8 m2 dan tidak disarankan dihuni lebih dari 2 orang, kecuali untuk balita. Heemmm.. (buru-buru ambil meteran)

Luas bangunan yang tidak sebanding dengan kepadatan penghuninya akan menyebabkan overcrowded yang berkaitan dengan kesehatan penghuninya. Jumlah oksigen akan terbatas sehingga jika salah satu penghuni rumah terkena infeksi, akan lebih mudah penyebarannya.

Selain itu, kalau saya pribadi, sih, setidaknya ada sebuah ruangan di mana anggota keluarga bisa melakukan aktivitas bersamaan sehingga hubungan antar anggota keluarga tetap terjalin akrab.

Sanitasi

Harus baik dengan memerhatikan indikator air bersih, jamban sehat, sarana pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah, dan sebagainya.

Fasilitas pendukung lain

Misalnya ruang keluarga, teras rumah, dapur yang bersih dan memiliki pembuangan asap serta pemisahan ruang untuk mencuci pakaian atau piring kotor.

Sebenarnya rumah sehat nggak harus besar dan indah. Kecil pun nggak masalah rasanya, ya, Mommies, apalagi kalau beli hasil jerih payah sendiri pasti bangganya bukan main.

“Home is where your heart is”


19 Comments - Write a Comment

Post Comment