Untuk Para Ibu Yang Lelah

Menjadi ibu tentu saja momen paling membahagiakan bagi banyak perempuan. Atau setidaknya saya. Seperti sudah saya ceritakan di sini cita-cita saya sejak SMP adalah menjadi ibu. Dalam bayangan saya jadi ibu itu seru! Mungkin karena melihat mama saya yang menjalani kehidupannya dengan santai, ya.

Tapi setelah 6 tahun menjalani status ini.. wah, ternyata jadi ibu tak semudah yang ada di benak saya! Kesulitan ini tak hanya sebatas pada sakit pinggang saat hamil, puting lecet saat menyusui, terbangun tengah malam karena anak yang belum lulus toilet training mengompol, mengajarkan anak underwear rules, dan seterusnya, tapi juga kelelahan secara fisik.

Ayo, mengaku saja lah. Kita semua pernah merasa lelah kan?

tired-mom*Gambar dari sini

Lelah harus bangun pagi..

Lelah harus berbasa basi pada sesama orangtua murid di sekolah..

Lelah pada pekerjaan di kantor..

Lelah sama cucian yang menumpuk dan nggak habis-habis..

Lelah menghadapi pertanyaan si balita yang nggak habis-habis.. (fyi, berdasarkan sebuah penelitian, anak usia 4 tahun mengajukan 437 pertanyaan setiap hari lho! Where they got all those energies?)

Atau ya, lelah saja!

Lelah secara fisik berpengaruh pada penampilan. Kabar yang tidak begitu baiknya, lelah secara pikiran juga demikian.

Hum, sebagai perempuan, sangat wajar kalau kita memperhatikan penampilan kan? Maunya sih, setelah jadi ibu penampilan tetap kinclong seperti Miranda Kerr. Tapi apa daya, yang ada malah seperti ini:tired-mom-needs-more-energy

*Gambar dari sini

Bagaimana dong, mengembalikan supaya penampilan tetap prima? Lihat di halaman selanjutnya, ya!


Post Comment