Belajar Jadi Dokter Di Mount Elizabeth, Singapura

Bulan September lalu benar-benar jadi bulan penuh berkah buat saya. Selain karena September merupakan bulan kelahiran saya, di mana di usia yang sudah nggak ABG ini saya masih dilimpahi berbagai nikmat. Nikmat sehat, nikmat jadi ibu sekaligus istri, nikmat bisa liburan keluarga bersama sahabat, nikmat punya kerjaan yang begitu menyenangkan sampai-sampai saya bisa dinas ke luar negeri bersama anak.

Jadi ceritanya, akhir bulan lalu saya mendapat kesempatan mewakili Mommies Daily untuk mengikuti kegiatan ‘Doctor for A Day & Hospital Land’. Sebuah program spesial, Doctor-For-A-Day (DFAD) ini  ditujukan untuk anak-anak, mulai usia 4 hingga 10 tahun  yang dilangsungkan Mount Elizabeth Novena Hospital Singapore. Tujuannya untuk membantu anak-anak untuk lebih mengapresiasi dunia kesehatan secara luas dan menginspirasi mereka agar menjadi tenaga medis yang profesional.

bumikesg

Sementara, yang dimaksud dengan Hospital Land merupakan karnaval  dan pameran pendidikan medis.  Hospital land memberikan kesempatan para anak dan orangtua untuk belajar mengenai kesehatan dan kebugaran melalui beragam aktivitas. Mereka juga akan belajar mengenai profesi yang berbeda di dalam bidang industri medis seperti dokter mata, apoteker dan banyak lagi.

Waktu pertama kali saya ceritakan soal rencana keberangkatan ini, Bumi langsung antusias. Katanya, “Asik, Bumi boleh temenin Ibu kerja? Nanti di sana Bumi mau jadi dokter, Bu? ”, hahahaha.

Kalau selama ini Bumi baru merasakan main dokter-dokteran di rumah, kali ini anak saya bisa mendapatkan pengalaman jadi dokter di bangsal rumah sakit. Dugaan saya pun nggak meleset, perjalanan dinas kali ini jadi momen spesial buat saya dan Bumi. Yang pasti, Bumi jadi punya pengalaman dan kesempatan untuk belajar banyak mengenai kesehatan dan kebugaran lewat beragam aktivitas di sana.

Seluruh kegiatan yang ini dimulai dengan tur Hospital Land di area Lobi Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Lobi Rumah Sakit yang luas tersebut di sulap menjadi arena yang begitu menyenangkan untuk anak-anak. Ada bebepa pos yang bisa dikunjungi anak-anak, dimulai dari pos rodiologi. Di sini anak-anak diajak untuk melakukan pemeriksaan dengan CT-Scan. Anak yang menjadi pasien diminta untuk berbaring, sementara anak lainnya bertugas untuk memeriksa dengan cara mendorong alat peraga yang terbuat dari busa.

SG1Selanjutnya anak-anak lanjut ke pos berikutnya, Build A Body, di mana pos ini anak-anak bisa belajar mengenai organ tubuh serta fungsi. Setelah itu, kakak pemandu mengajak anak-anak puzzle menempelkan bagian-bagian tubuh. Kemudian lanjut ke pos A-B-See, sebuah area yang mengajak anak-anak untuk menjadi dokter mata. Pos selanjutnya adalah Be A Pharmacist. Di sini anak-akan diajak bermain dan mengenai beberapa jenis obat. Selain bisa mencoba berbagi profesi medis, anak-anak juga diajarkan mengenal makanan sehat dan tidak sehat di area Food Plate Station.

Setelah tur Hospital Land, anak-anak pun melanjutkan kegiatan Doctor for a Day (DFAD) yang berpusat lantai dua rumah sakit. Ternyata, di sini ada lima kamar yang disulap jadi 5 experience room.  Ada Doctor’s Room. Nursing Room, Accident & Emergency, Operating Theater, Hearth Room, dan Pharmacy.  Di arena ini, semua anak-anak wajib mengenakan pakaian dokter. Lengkap dengan penutup kepala dan sarung tangan.

Sayangnya, waktu itu Bumi nggak mau memakai baju dokternya. Bahkan, bisa dibilang Bumi absen mengikuti kegiatan Doctor for a Day (DFAD). Jujur saja, sih, gara-gara Bumi sering memilih lari-larian ketimbang mengikuti rombongan, saya sempat dibikin senewen. Tapi, ya… namanya juga masih anak-anak. *tarik napas* Mungkin karena memang usia Bumi masih 4,5 tahun, dan jadi peserta paling kecil di rombongan, jadi belum bisa konsentrasi seperti peserta yang lainnya.

Padahal kegiatan main dokter-dokteran ini benar-benar seru, deh! Soalnya anak-anak bisa praktik layaknya dokter sungguhan dengan alat peraga yang sangat menarik. Misalnya, di kamar Nursing Room, di sini anak-anak bisa diajarkan bagaimana caranya menggantikan popok bayi, bagaimana menggendong bayi sampai memberikan minum susu lewat botol. Lucu, deh! Di kamar Accident & Emergency, anak-anak juga diajarkan untuk menolong korban luka dan segera membawa ke rumah sakit.

20140928_113301*Belajar bagaimana menggendong bayi. Lucu!

20140928_115224*Dokter kecil sedang membantu korban kebakaran di ruang operasi*

Waktu itu anak-anak juga seakan-anak membawa korban kecelakan dengan mengunakan ambulance yang terbuat dari papan. Seru banget, kan! Sambil berjalan, mereka semuanya menirukan bunyi sirene ambulance ‘nguing… nguing… nguing….”, hahahahha. Setelah itu, anak-anak diajak ke ruang operasi, ceritanya mereka harus segera operasi dan menolong korban yang sudah terbakar. Setelah itu, anak-anak diajak ke Heart Room. Sesuai dengan namanya, di sini anak-anak belajar mengenai jantung. Alat peraganya juga dibuat semenarik mungkin, lengkap dengan pembuluh darahnya.

Oh, ya, ternyata program ‘Doctor for A Day & Hospital Land’ ini juga terbuka untuk masyarakat umum, lho. Jadi, siapapun yang ingin mengajak anaknya untuk menjajal program ini bisa ikutan. Tiket Hospital Land dan DFAD dijual sekitar 50 dollar Singapura per anak. Kegiatan DFAD ini sendiri sebenarnya sudah pernah dilakukan sejak 2013 lalu, sedangkan Hospital Land memang baru pertama kali diadakan tahun ini.Soal antusisme penduduk lokal, nggak perlu diragukan, deh.  Menurut informasi yang saya dapatkan, pesertanya cukup membludak. Bahkan selama dua hari program ini dijalankan kira-kira ada 9720 pengunjung.

SG9

Di sela-sela acara, saya sempat ngobrol dengan Lyyndy Lee, selaku Marketing Communication Regional Parkway Hospital Singapura. Ia bilang, kalau tujuan dari program Hospital Land ini adalah mengenalkan anak-anak pada industri medis dengan cara menyenangkan dan interaktif. “Harapannya mereka jadi terinspirasi agar kelak saat dewasa jadi tenaga medis profesional”.

Jangankan anak-anak, saya saja yang sudah dewasa begini begitu tertarik dengan program ‘Doctor for A Day & Hospital Land’. Harapannya, sih, ke depannya akan lebih banyak anak-anak yang bisa merasakan pengalaman yang sama seperti Bumi dan beberapa anak-anak yang sudah mendapatkan kesempatan istimewa ini.

Tapi setidaknya, dalam waktu dekat anak-anak bisa merasakan pengalaman yang nggak kalah seru lewat aplikasi digital untuk tablet dan iPad bernama “Doctor For A Day”. Aplikasi ini sebenarnya berupa game yang mengajak anak-anak untuk peran-bermain dalam skenario medis yang berbeda dan memperoleh poin. Rencananya, sih, aplikasi Doctor For A Day akan diluncurkan di Indonesia bulan November 2014.

SG2

Ahh…. jadi nggak sabar, nih, mau main game seru bersama Bumi!


Post Comment