Me Time, Memastikan Ibu Tetap ‘Waras’

So, Mommies… setelah punya anak, kapan, sih pertama kali ber-me time ria? Atau jangan-jangan sudah nggak punya waktu buat diri sendiri?

Sesaat setelah melahirkan dulu, saya sempat mikir, kapan ya bisa punya waktu sendiri untuk leyeh-leyeh? Walaupun sangat kenikmati peran sebagai ibu baru, tapi tetap saja saya merindukan masa-masa buat manjain diri sendiri. Jalan-jalan sambil nonton dan belanja, atau ke salon untuk sekedar creambath. Tapi setelah punya punya anak, saya jadi mikir, apa bisa melakukan itu semua? Belum lagi kalau ingat waktu itu saya nggak punya Mbak yang bisa bantu ngurus ini itu *hiks

Beruntung, saya masih tinggal di rumah orangtua, dan sepertinya Mama saya paham dengan kebutuhan yang satu ini. Pun dengan suami saya. Seingat saya, sih, me time dalam arti saya bisa jalan-jalan dan melepas status ibu sejenak, adalah ketika harus beli pospak untuk Bumi ke swalayan terdekat. Waktu itu, kalau nggak salah usianya Bumi baru mau masuk 3 bulan. Sementara kalau me time dengan cara yang sederhana, sebenarnya sih sudah sering dilakukan. Paling mudah, ya, ketika waktu mandi :D

me-time

Buat saya pribadi, me time merupakan waktu yang bisa digunakan untuk diri sendiri, istilahnya buat nge-recharge energi baru sehingga lebih semangat melakukan aktivitas sehari-hari. Caranya pun nggak mesti dengan sesuatu yang ‘wah’ seperti liburan atau nyalon. Sekedar baca buku, ada nonton DVD film drama di rumah juga sudah nikmat. Asal, nggak ada gangguan di sana sini, ya.

Merasa bersalah ketika mau melakukan me time? Kok, tega sih ninggalin anak di rumah sementara saya, ibunya malah senang-senang sendiri? Ah…. perasaan seperti ini tentu aja sering terbersit. Apalagi waktu baru melahirkan. Tapi, seperti yang Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si, bilang, “Semua orang butuh merasa ajek, santai dan menikmati waktunya sendiri. Jadi, semua orang butuh me time karena me time adalah waktu untuk menyenangkan diri sendiri, memenuhi kebutuhannya sendiri.”

Me time ini berguna supaya kita para ibu tetap ‘waras’. Psikolog anak dan keluarga yang lebih akrab di sapa Nina Teguh ini mengibaratkannya kita, para Ibu seperti pohon. Kalau pohon tumbuh rindang, tentu orang-orang di sekelilingnya bisa berteduh di bawahnya. Pohon besar itu kan memberikan manfaat yang besar bagi orang-orang disekitarnya. Tapi, apa yang terjadi kalau pohon tersebut kering dan meranggas? Jangankan untuk orang lain, untuk diri sendiri saja nggak akan berguna.

me time

Ngomongin masalah me time for mommies, sudah pada tau belum, sih, kalau Mommies Daily sudah meluncurkan buku ke dua dengan judul Me Time? Dalam buku ini, ada beberapa Mommies yang bercerita soal pandangan dan pengalamannya soal me time. Semuanya lengkap dibahas dalam buku ini.

Mulai dari pandangan para psikolog, bagaimana para Mommies merindukan saatnya me time, bagaimana cara working mom dan stay at home mom melakukan me time, dan bagaimana me time ini bisa membuat kita tetap happy. Semua Mommies pasti percaya dong, anak bisa bahagia kalau Ibunya bahagia.

Nah, tanggal 25 September ini, bertempat di Martha Tilaar Center, Graha Irama Building, Kuningan Mommies Daily akan mengadakan #MDLunch sekaligus mengadakan peluncuran buku tersebut. Lita selaku Managing Editor Mommies Daily dan Vera Itabiliana K Hadiwidjojo, Psi akan sharing betapa pentingnya me time ini dalam kehidupan seorang ibu. Asiknya, nanti kita juga akan diberikan kesempatan untuk berbagai perawatan Martha Tilaar Spa.

Saat ini pendaftarannya di forum sudah penuh dan mulai waiting list lho! Mommies mau ikutan juga?

 

 


11 Comments - Write a Comment

  1. duluuuu.. saya benar2 merasakan me-time saat sudah kembali bekerja & anak masih batita.. loh, dah balik kerja malah bisa me-time ?
    yap, tul skali.. me-time saya saat itu adalah pulang kerja, ga langsung pulang, tapi malah bablas jalan2 dulu ke swalayan sambil belanja kebutuhan rumah & anak..
    ga ada ART/mba pengasuh, tapi anak saya diasuh ibu saya, dan beliau yang malah menganjurkan saya utk menikmati me-time tersebut sepuas hati saya..
    ga ada namanya telp nanyain jam berapa akan sampai rumah.. hehehe… it was sooooo me-time.. ^_^

    1. Bahahahaa….. Mamahrahma, kita toss dulu, yuuukkk :D

      Aku juga seringnya gitu, sih. Kalau pulang kantor suka mampir dulu ke swalayan yg dekat rumah. Cuma, krn masih sering liputan ke sana ke sini, waktu pas liputan sering dijadiin me time juga, sih. Jadi alhamdulillah, setelah punya anak, urusan me time tetap bisa dilewatin.

      Btw, hari Kamis ini ikutan acara #MDlunch nggak? Sekalian launching buku Me Time MD, nih, Mom

  2. sebagai ibu bekerja kantoran, me time saya adalah ketika berada di kantor. kebetulan terbantu sekali dengan keberadaan ibu mertua yang membantu mengasuh rafie (6mo). selama di kantor, selain tentunya bekerja, kan bebas mau melakukan apapun :) bisa curi curi waktu belanja ke toko baju terdekat di jam istirahat, pergi ke swalayan sepulang kerja dgn suami, browsing resep mpasi di kala waktu senggang bekerja. sehingga akhirnya setelah pulang, saya merasa ter-recharge..ditambah setelah melihat wajah sumringah si mungil yg menyambut kami pulang kerja…aaah surga dunia :D

    1. Sama juga, Mom Nandini… waktu kerja terutama pas lagi liputan di mall juga jadi kesempatan buat me time. Setelah liputan kelar dan memang nggak lagi buru2, suka curi2 waktu mampir ke toko buku atau window shopping ^^

      Kalau memang punya waktu luang di hari libur juga suka body spa di salon langganan. Urusan anak, sementara dipercayain sama suami dulu, alhamdulillah suami dan orangtua juga cukup paham :D

      Mom Nandini udh daftar acara MDLunch hari Kamis ini belum? Kita kan jadi bisa me time bareng, hehehhee

Post Comment