Kids, Let Me Tell You the Truth…

Entah sudah berapa kali saya mendengar pepatah yang menyatakan bahwa kejujuran yang menyakitkan tetap lebih baik daripada kebohongan. Tapi kadang, pepatah tersebut hanya sebatas wacana. Apalagi, dalam urusan mendidik anak.

As a parent, we can’t not lie to our kids. We all do it.
We do it because their minds aren’t developed enough to understand the full concept of some things.
We do it as a control mechanism.
We do it as a motivation.
We do it to shut them up :D

lie

*foto dari sini

Here’s a list of the 6 big, fat lies we all tell our kids:

1. Everyone is beautiful
Let’s be honest with ourselves here. If everyone is beautiful, tidak akan ada kontes Miss Universe. If everyone is beautiful, siapa pun bisa jadi model Victoria’s Secret. If everyone is beautiful, maka semua balita bebas nampang di cover majalah. Realitanya, kan, tidak.

Kita tahu, masyarakat memiliki standar cantik-ganteng tersendiri, dan sebagian besar dari kita—maupun anak kita—tidak masuk dalam kriteria tersebut. Tapi kita juga tahu, bahwa physical beauty isn’t a prerequisite for love, or for living a good life. So, why not trying to teach that instead trying to make the ‘everyone is beautiful’ concept vanish, when we know it won’t?

2. It’s what’s on the inside that matters
Yeah, right. That’s what we apparently tell all the ugly kids.
Of course we’d all like to think that beauty is on the inside, but unfortunately we live in a looks-obsessed culture where one’s appearance does matter. Mau membantah? Dapat salam dari #OOTD, #MOTD, dan tagar-tagar of the day lainnya di socmed.

3. You can be whatever you want to be
False.

Temukan alasan saya di halaman selanjutnya, ya!


5 Comments - Write a Comment

  1. Hahaha, waahh, untung gue dididik untuk jujur ya, dan dibiasakan menelan pil pahit bernama kebenaran. I’m not saying that I live an ideal life, here.. Tapi coba, ya, gue ingat-ingat.

    Hmm, nomor 1 jelas dong, beta punya kulit tidak putih, tapi nyokap gue berhasil menanamkan kalau cantik itu tidak putih. Nggak tau apaan yang diomongin ke gue, tapi yang pasti gue nggak pernah mempersoalkan fisik orang lain maupun diri gue sendiri. I am far away from picture perfect girl: kulit sawo matang dan rambut keriting. Dan berarti ada hubungannya sama nomor 2, dong. Menurut pengakuan nyokap, beliau selalu bilang kalo gue cantik dengan rambut keriting dan kulit hitam, dan tentunya ditambah, gue akan makin cantik kalo bisa jadi juara kelas, bla bla bla.. So yes, they taught me that what’s on inside people are matters. Gue sering upload foto Menik dan Today’s Outfitnya, tapi gak pake hashtag OOTD hahaha pakenya #Mommiesdaily doang :p

    Nomor 3, almarhum Bapak nih yang bilang gue bisa jadi apaan aja yang gue mau asal tau kekurangan diri, jadi nggak kecewa. Misal, pas gue bilang pengen jadi dokter, katanya keluarga nggak ada yg jadi dokter, dan most of us are good in social science. Gitu-gitu tuh dikasih taunya.

    Nomor 4, ini sama deh kayaknya dengan pendapat elo. Bapak bilang, mimpi itu jadi draft awal. Jangan lupa untuk coba diwujudkan karena hidup nggak ada gunanya kalau diawang-awang mimpi, doang.

    Nomor 5, nggak penting menang atau kalah, yang penting ambil pelajaran dari semua kompetisi yang diikuti. Naif? Entahlah, tapi gue mengamini ini. Hahaha.. Gue seneng ikut berbagai macam lomba. Keinginan untuk menang tentu ada, namanya juga kompetisi. Tapi kalo kalah ya udah. Kelola rasa kecewa dengan baik, karena dalam hidup ada nomor satu, dua, tiga. Ada yang menang dan kalah. And it’s okay, namanya juga hidup.

    Lah, jadi panjang! :D Intinya, gue setuju sih sama isi artikel elo, tapi gue juga bingung sama didikan orang tua jadinya selama ini. They can convinced me anything, dan semua yang mereka omongin bener-bener aja. Hahahaha :))

  2. Lita, nilai bagus penting lho klo mau sekolah tinggi n keluar negri *beasiswa :p

    Kiki, itu kenapa komen satu artikel sendiriii *ngakak.

    Gue emg gak menganut parenting ‘bagus, indah, dan cantik’ tp ‘realistis’ sih ya jd mungkin jatuhnya lebih kayak Kiki, banyakan ngasih pil pait dan pedesnya sama anak biar gak kaget liat kenyataan ntar yang bakalan lebih pait n pedes.

Post Comment