Parenting: It Takes Two to Tango

Awalnya saya sangat terkejut ketika diminta mengirimkan artikel mengenai keberhasilan Jason Jovi, anak saya, dalam ajang Olimpiade Sains Nasional 2011 di Manado oleh Manda (mod Sanetya).

Beneran, deh, bingung harus mulai cerita dari mana. Hehe .…

 

 

 

JJ (begitu panggilan akrabnya di rumah) adalah putra pertama kami, usianya baru akan genap 11 tahun November nanti. Sekarang JJ duduk di kelas 6 SD. Pada OSN 2011 tersebut, JJ berhasil meraih medali perak di tingkat nasional bidang matematika. Sangat membanggakan. Bayangkan saja … proses seleksi, pembinaan, penyisihan dari gugus pemerintahan terbawah, sampai karantina memakan waktu hampir satu tahun. Keluarga kami tidak kenal lelah memberikan dukungan pada JJ, menyemangatinya supaya bisa sampai tahap akhir. Pada tingkat nasional masing-masing provinsi mengirimkan 3 wakil terbaiknya untuk berkompetisi di tiap bidang. Total perwakilan dari 33 provinsi adalah 99 anak. Dan JJ berhasil terpilih menjadi wakil provinsi DKI Jakarta.

Bicara ttg keberhasilan seorang anak tentunya tak lepas dari peran orangtua. “ It takes two to tango” begitu prinsip kami. Prinsip itulah yang kami pegang saat mendampingi JJ melalui proses seleksi hingga karantina. Saya bersyukur memiliki suami yg sangat mendukung dan ikut berperan aktif dalam mengasuh dan mendidik anak-anak sejak mereka lahir. Ketika saya harus mengerjakan urusan domestik rumah tangga, si Dad (julukan teman-teman FD untuk suami saya) dengan senang hati menemani anak-anak bermain, nonton TV, atau berkegiatan lainnya.

 

 

Dan ketika JJ harus berangkat ke Manado untuk ajang OSN ini, mau tak mau kami juga harus berbagi tugas. Karena Dad yang lebih memungkinkan untuk ikut ke sana, maka diputuskanlah dia yang mendampingi JJ selama seminggu. Sementara saya menemani dan mengurus keperluan Jovanka, si adik, yang sekarang duduk di kelas 1 SD. Di sana Dad harus memantau keadaan JJ, berjaga-jaga seandainya ada keperluan darurat. Hal ini dikarenakan orangtua dan seluruh pendamping tidak boleh menginap di hotel yang sama dengan peserta. Selain itu, tentu saja dukungan moril dan kehadiran fisik orangtua amat diperlukan oleh anak-anak. Saya bangga pada suami saya itu, karena dia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, termasuk ketika dia harus memberi semangat pada saat menegangkan menjelang pengumuman para pemenang.

Sedari JJ kecil kami berusaha menyediakan permainan yang bersifat edutainment yang dapat mengasah kemampuan logika anak. Saat ini, sehari-hari JJ sama seperti anak lainnya: suka main game, baca komik, main musik, dan berkegiatan fisik. Sejauh ini kami belum pernah memberikan kursus pelajaran apa pun untuk JJ. Kebetulan kami adalah wiraswasta yang memiliki waktu fleksibel sehingga ada kesempatan lebih untuk mendampingi anak-anak belajar. Guru terbaik untuk anak adalah orangtuanya sendiri karena seharusnya orangtualah yang paling memahami bagaimana pola belajar yang tepat untuk anaknya. Kami bersyukur sekali dari kelas 1 sampai sekarang prestasinya selalu baik dan stabil. Dan dia pun sering mendapatkan hasil yang baik untuk lomba-lomba yang diikutinya.

Ada beberapa hal yang bisa kami share berdasarkan pengalaman kami:

  1. Anak-anak  tetaplah anak-anak yang membutuhkan waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman. Namun tetap terapkan peraturan untuk kedisiplinan mereka.
  2. Ketika kita menyadari bakat dan minat anak di bidang tertentu, yang bisa kita lakukan adalah mendukung mereka dan memfasilitasi sesuai dengan kemampuan kita. Biarkan mereka menggali bakat mereka sendiri.
  3. Dan ketika anak tidak menunjukkan ketertarikan di hal tertentu, janganlah orangtua memaksakan kehendak pada anak. Misalnya jangan paksa anak yang tidak ingin les musik hanya karena orangtua menginginkan anaknya memiliki keahlian musik.
  4. Untuk memaksimalkan potensi anak, dibutuhkan komitmen dan kerjasama yang baik antara ayah, ibu, dan anak.

Artikel ini saya buat dengan tujuan berbagi pengalaman dan tidak bermaksud menggurui karena tentu saja latar belakang dan situasi setiap rumah tangga berbeda-beda. Kami senang bisa berbagi dengan para ayah dan ibu lainnya di Mommies Daily. Semoga bisa bermanfaat ya, Moms.

 


18 Comments - Write a Comment

  1. @hilda ; amin yah mak *peluk*

    @mutmut: waw makasih yah mut, salam peluk dr JJ :D

    @nenglita: aw aw makasih jeng lita, semua org tua pst bisa, where there’s a will, there’s a way kan ;)

    thankssss yah buat MD’s team yg berkenan memuat artikel ini *peluk2 semua mods*

Post Comment