
Kisah ibu di Ponorogo meninggal saat mengantar anak berobat menyentuh hati. Ini perjuangannya dan cara sederhana mendukung para ibu.
Menjadi ibu sering kali berarti terus memikirkan kebutuhan anak, bahkan ketika diri sendiri sedang tidak baik-baik saja. Kisah Lu’lu Atunni’mah, ibu berusia 38 tahun asal Ponorogo, Jawa Timur, yang meninggal dunia setelah sempat menepikan sepeda motornya saat membonceng anaknya, menjadi pengingat yang menyentuh tentang perjuangan seorang ibu dan pentingnya dukungan bagi keluarga.
Lu’lu meninggal pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ketika dalam perjalanan mengantar anak bungsunya berobat ke bidan. Menurut laporan detikNews, ia sempat menepikan sepeda motornya di depan Puskesmas Slahung setelah merasa tidak enak badan, sebelum kehilangan kesadaran. Petugas medis kemudian memberikan pertolongan, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Di balik kabar duka tersebut, ada cerita tentang perjuangan Lu’lu membesarkan empat anak laki-lakinya seorang diri setelah suaminya, Syamsudin, meninggal sekitar dua tahun sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia mencari daun pisang dan menjualnya kepada warung makan di sekitar tempat tinggalnya.
Menurut laporan detikJatim, Lu’lu juga pernah membuat rujak dan asinan untuk dijual serta mengumpulkan kain perca. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang terus berusaha mencari penghasilan demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Kepergiannya membuat keempat anak tersebut kehilangan kedua orang tua. Kabar ini tentu mengundang empati, tetapi di balik rasa haru, penting juga untuk mengingat bahwa keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan nyata, mulai dari pengasuhan yang aman hingga keberlanjutan pendidikan anak-anak.
BACA JUGA: 10 Tantangan Working Single Mom dan Cara Mengatasinya, Bukan Cuma Soal Cari Uang

Kisah Lu’lu juga mengajak kita melihat lebih dekat beban yang kerap dijalani perempuan dalam mengurus keluarga. Ada pekerjaan mencari nafkah, memastikan kebutuhan anak terpenuhi, mengatur urusan rumah, hingga memikirkan masa depan mereka. Tidak semua perjuangan itu terlihat oleh orang lain.
Laporan International Labour Organization (ILO) pada 2024 memperkirakan 708 juta perempuan di dunia tidak berada dalam angkatan kerja karena tanggung jawab pengasuhan dan pekerjaan perawatan yang tidak dibayar. Data ini menggambarkan kondisi global, bukan penyebab dalam kasus Lu’lu, tetapi menunjukkan besarnya tanggung jawab pengasuhan yang masih banyak ditanggung perempuan.
Kita juga perlu berhati-hati untuk tidak menyimpulkan bahwa Lu’lu meninggal karena kelelahan. Penyebab kematiannya tidak dapat dipastikan hanya dari informasi yang beredar. Yang jelas, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ibu juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan dirinya, akses layanan kesehatan, dan orang-orang yang bisa membantu ketika dibutuhkan.
BACA JUGA: 10 Mental Load Ibu Bekerja yang Jarang Terlihat tapi Berbahaya
Sering kali, sosok ibu dianggap selalu bisa mengatasi semuanya. Padahal, ibu juga manusia yang bisa sakit, lelah, dan membutuhkan pertolongan. Dukungan pasangan, keluarga besar, lingkungan sekitar, serta akses layanan kesehatan dan bantuan sosial bisa menjadi bagian penting dalam membantu keluarga menghadapi masa sulit.
Pada Rabu, 21 Oktober 2026, dilansir dari TIMES Indonesia, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama Kapolres Ponorogo mengunjungi keluarga Lu’lu untuk menyampaikan belasungkawa. Perhatian terhadap pengasuhan dan pendidikan keempat anak yang ditinggalkan juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap masa depan mereka. Baca laporan selengkapnya di
BACA JUGA: 4 Komunitas untuk Orang Tua Tunggal, Siap Beri Dukungan untuk Single Mom dan Dad
Kita mungkin tidak selalu tahu beban yang sedang ditanggung seorang ibu. Namun, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk membuatnya merasa tidak sendirian.
BACA JUGA: Mental Load setelah Punya Anak, Ini Dampak pada Hubungan Pernikahan
Kisah Lu’lu bukan untuk membuat para ibu merasa takut atau bersalah karena harus terus berjuang. Sebaliknya, semoga ini menjadi pengingat bahwa merawat keluarga tidak seharusnya menjadi beban yang ditanggung sendirian. Mommies juga berhak mendapatkan bantuan, menjaga kesehatan, dan memiliki ruang untuk beristirahat ketika membutuhkannya.
Cover: Magnific